29/05/2026
Matahari belum lagi nampak saat Pak Nasir (70 tahun) sudah menyusuri aspal dingin. Di atas pundaknya yang kian membungkuk, bernaung tumpukan payung dan botol- botol herbalβsebuah beban yang teramat berat untuk tubuh senjanya yang seringkali gemetar karena linu.
Beliau berangkat selepas subuh, menjemput rezeki seputaran Jagakarsa, sebelum kota terjaga, demi sebuah prinsip: tidak ingin mengemis di sisa usianya.
Orang-orang baik yuk beli dagangannya...