Gigantum AI

Gigantum AI Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gigantum AI, Community Center, Bandung.

APLIKASI AI SAHAM NO.1 DI INDONESIA πŸ”₯
INGAT SAHAM, INGAT GIGANTUM πŸš€
--------------------------------------------------
Akses aplikasinya di:
https://gigantum.id

12/10/2026

Beli saham gorengan nguntungin gak sih? 😭

Kalau IHSG lagi merah gini, main saham gorengan bakal nguntungin nggak sih? Aku cek datanya selama setahun terakhir, dari akhir September tahun lalu sampai 12 Oktober.

IHSG itu digerakkan saham besar. Sepuluh saham terbesar memegang sekitar 36 persen bobotnya, sedangkan 118 saham gorengan yang aku pantau cuma sekitar 1 persen. Tapi pas IHSG turun lebih dari 1 persen, ada 49 hari dalam setahun, IHSG rata-rata turun 2,3 persen sementara gorengan jatuh 3,4 persen. Contohnya 12 Oktober, dari 115 gorengan cuma 9 yang hijau.

Kalau kamu tetap ngebet trading di hari merah, saham yang biasanya tenang jatuhnya cuma sekitar 1,4 persen, sedangkan saham yang paling liar jatuh sekitar 5,2 persen. Pas IHSG hijau, gorengan memang naik paling kencang, rata-rata 2,5 persen lawan 2,2 persen untuk saham besar, tapi cuma 62 persen gorengan yang ikut hijau. Jadi gorengan itu pengganda, untungnya dikali sekitar 1,4 dan ruginya juga.

Kalau tetap mau scalping gorengan, pilih yang orderbooknya bagus. Di Gigantum klik tombol plus Bantu Artificial Intelligence, lalu minta buatkan alert saham gorengan yang orderbooknya bagus dan cocok untuk scalping. Alertnya masuk ke bot Telegram Gigantum. Ingat saham, ingat Gigantum. Edukasi, bukan saran investasi.

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

10/10/2026

Gini loh cara bandar gerakin saham! 🎭

Barang dikumpulin diam-diam dulu, lalu harganya dikerek pakai antrean beli palsu (spoofing) dan transaksi antar akun sendiri (wash trade) supaya kelihatan ramai. Begitu masuk top gainer, grup sinyal mulai teriak dan berita bagus bertebaran. Ritel yang cuma ngandelin sinyal akhirnya FOMO beli di pucuk, bandar jualan, ritel nyangkut.

Contohnya DOOH. Dari 114 naik ke 458 atau sekitar empat kali lipat, beritanya ada di mana-mana. Di chart bandar Gigantum kelihatan waktu naik yang borong itu broker asing dan zombie. Begitu di pucuk, broker asing jual sekitar Rp48 miliar sementara broker ritel malah borong sekitar Rp72 miliar. Deteksi fase di Gigantum menandai akumulasi dengan pelaku utama XL yang notabene broker ritel. Harganya lalu turun 41 persen ke Rp270 per saham, padahal rata-rata beli XL di sekitar Rp370 per saham. Ritel yang cuci piring.

Bandar memang pakai banyak broker, tapi jejak uang besar tetap ngumpul di broker besar, sementara ritel ngumpul di aplikasi yang sama. Makanya fitur HAKA HAKI di Gigantum memisahkan broker asing dan broker ritel, jadi kamu tinggal tanya saham mana yang asing naik, ritel turun dan harganya masih di demand zone.

AI Sekuritas cuma paham bahasa sehari-hari, sedangkan Gigantum dilatih data bursa sejak 2013 sampai 2026 dan pakai instruksi khusus. Fitur ini nggak ada di sekuritas manapun, cuma ada di Gigantum. Ingat saham, ingat Gigantum. Edukasi, bukan saran investasi.

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

09/10/2026

Saham kering rupanya bikin bagger! πŸš€

ALKA naik dari 505 ke 8.150 atau 16 kali lipat cuma dalam tiga bulan. Kenapa bisa secepat itu? Karena sahamnya kering, barangnya sedikit. Kita bedah pakai data Gigantum per 9 Oktober 2026 ini.

Di tab Holder terlihat pemilik utama ALKA memegang 83,79 persen saham, jadi yang beredar di pasar cuma sekitar 16 persen. Karena barangnya sedikit, tanggal 12 Agustus transaksinya cuma Rp365 juta tapi harganya langsung mentok batas atas. Sehari hari transaksinya juga sepi, rata rata cuma Rp1,6 miliar per hari, sementara BBCA sekitar Rp800 miliar per hari. ALKA juga sering disetop bursa, empat kali sejak Juli.

Tapi saham kering tidak otomatis terbang. Kami cek 16 saham kering lain, garisnya datar dan rata rata cuma naik 12 persen dalam periode yang sama. Turunnya juga brutal, SAFE sempat naik hampir tiga kali lalu anjlok 60,7 persen dalam delapan hari perdagangan.

Jadi saham kering cuma bahan bakar, pemantiknya tetap bandar yang masuk. Kamu bisa analisis pakai Artificial Intelligence, tapi wajib pakai ekstensi Gigantum biar datanya rinci dari free float, antrean jual beli sampai arus broker. Ingat saham, ingat Gigantum!

Ini konten edukasi dan bukan ajakan jual beli ya, tetap analisis mandiri.

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

08/10/2026

Bulan bintang bisa ramal IHSG? πŸŒ™

Katanya purnama (full moon) itu sinyal naik dan bulan baru (new moon) sinyal turun. Kita uji pakai data IHSG harian sejak 2 Januari sampai 8 Oktober 2026 dengan kalender fase bulan (moon phase) Gigantum.

Purnama awal April memang sesuai karena IHSG naik 7,5 persen. Tapi purnama awal Maret justru meleset karena IHSG malah anjlok 13,7 persen.

Dari 19 periode fase bulan, yang sesuai cuma 11 periode dan 8 sisanya meleset. Itu sekitar 58 persen per periode dan 55 persen per hari, hampir sama dengan lempar koin.

Jadi bulan bintang tidak bisa ramal IHSG sendirian. Fase bulan cuma data pelengkap, makanya di Gigantum fase bulan digabung dengan teknikal, makro dan berita.

Semua ini tidak bisa didapatkan di sekuritas manapun, hanya di aplikasi Gigantum. Ingat saham, ingat Gigantum!

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

07/10/2026

Benarkah kalau ritel keluar, saham bakal naik? πŸ€”

Banyak yang percaya kalau ritel keluar dari sebuah saham, harganya bakal naik. Kita cek langsung pakai data Gigantum per tanggal 7 Oktober 2026 ini.

Contoh pertama UNSP. Kepemilikan ritel turun 47,8 poin persen pada laporan 31 Agustus dan harganya naik dari Rp206 ke Rp368 atau sekitar 78,6 persen. Tapi lembarnya pindah saat saham sedang tidak diperdagangkan. Pada 4 Agustus tercatat dua pemegang asing besar yakni Poseidon dengan 55,64 persen dan Unbounded dengan 17,68 persen. Sejak saham dibuka lagi, broker ritel malah net beli sekitar Rp11,2 miliar.

Contoh kedua PTBA. Sebulan terakhir broker ritel net jual Rp182 miliar sementara asing net beli Rp187 miliar dan harganya naik 12 persen padahal IHSG turun 7 persen. Tapi pola yang sama di INCO malah membuat harga turun 12 persen.

Dari 87 saham yang ritelnya net jual dan asingnya net beli, 43 naik dan 44 tidak naik. Kalau asing ikut jual, yang naik tinggal 28 persen. Lalu dari saham yang kepemilikan ritelnya paling banyak turun di laporan Agustus, hanya 9 dari 23 yang naik. Yang ritelnya paling banyak masuk hasilnya sama saja, yakni 9 dari 24 yang naik.

Jadi ritel keluar bukan penyebab saham naik. Yang lebih penting adalah siapa yang menampung penjualannya.

Semua analisis ini dikerjakan Artificial Intelligence lewat ekstensi Gigantum dengan data bursa Indonesia. Ingat saham, ingat Gigantum!

Ini contoh edukasi dan bukan ajakan jual beli ya, tetap analisis mandiri.

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

04/10/2026

GIGANTUM TERBANG TINGGI BERSAMA SANDINATION ACADEMY πŸš€
Kami siap membantu UMKM capai potensi tertingginya πŸ”₯

Gigantum Foundation by gigantum.id

02/10/2026

Teknikal dulu atau fundamental dulu? πŸ€”

Banyak investor pemula bingung harus mulai dari mana. Jawabannya fundamental dulu untuk memilih saham, lalu teknikal untuk memilih waktu masuk.

Fundamental menjawab apa yang kamu beli. Contohnya BBCA, laba bersihnya naik dari 14,25 triliun rupiah pada 2013 menjadi 57,54 triliun rupiah pada 2025 atau sekitar empat kali lipat. Harga wajar BBCA menurut hitungan Gigantum ada di Rp10.213 per saham, sementara harganya sekarang sekitar Rp6.100 per saham.

Tapi murah belum tentu langsung naik. Walau labanya terus naik, harga BBCA sempat jatuh dari 10.950 pada September 2024 sampai 4.820 pada Juni 2026 atau turun lebih dari separuh.

Di sinilah teknikal bekerja, yakni menjawab kapan kamu masuk. Saat ini harga BBCA masih di bawah rata-rata 200 hari yang terus menurun, jadi trennya masih turun. Sinyal masuk yang lebih aman adalah saat harga menembus ke atas garis rata-rata itu, yang sekarang ada di sekitar Rp6.753 per saham.

Kalau kamu trader jangka pendek, teknikal memang lebih dominan, tapi tetap hindari saham yang bisnisnya bermasalah.

Mau tahu valuasi tiap perusahaan? Nggak perlu repot, sekarang ada Gigantum yang menyortir harga wajar semua saham di menu Lapkeu. Untuk teknikal, koneksikan ekstensi Gigantum ke Artificial Intelligence lalu Gigantum yang menggambar analisis teknikalnya dengan data bursa Indonesia yang rinci.

Ini contoh edukasi dan bukan ajakan jual beli ya, tetap analisis mandiri. Ingat saham, ingat Gigantum!

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

01/10/2026

Benarkah IHSG akan ke 4.700 hingga 3.800? 😱

Kami bedah selangkah demi selangkah dan cek bar per bar. Langkah pertama, kami temukan empat titik utama yaitu dasar pada Maret 2020 lalu puncak pada September 2024 lalu dasar pada April 2025 dan puncak baru pada Januari 2026 lalu. Langkah kedua, rasio 0,51 dan 1,62 cocok dengan pola Shark. Langkah ketiga, zona balik jangka panjangnya ada di sekitar 4.250 poin dan polanya batal kalau IHSG turun di bawah 3.400 poin. Langkah keempat, angka 4.700 itu level Fibonacci 0,85 dari seluruh kenaikan sejak 2020 dan menjadi perhentian pertama menuju zona tadi.

Jadi mana yang paling mungkin? Probabilitasnya sebesar 75 persen untuk tidak sampai ke keduanya dalam 12 bulan ke depan. Peluang ke 4.700 sekitar 20 persen dan ke 3.800 hanya sekitar 5 persen. Kuncinya ada di level 5.170 poin. Kalau IHSG ditutup harian di bawahnya, peluang ke 4.700 naik jadi sekitar 55 persen, dengan perkiraan waktu yang paling cocok antara 20 Januari sampai 29 April 2027 ya. Sebelum itu ada zona balik jangka pendek di sekitar 5.400 poin dengan jendela waktu 7 Oktober sampai 19 November 2026 menurut hitungan Fibonacci waktu.

Analisis tadi pakai Sonnet 5.5 Extra High dan bisa kamu dapatkan di Artificial Intelligence, tinggal nyalakan ekstensi Gigantum. Ada instruksi khusus yang kami rancang dan data bursa Indonesia, dengan model dan data yang dilatih sejak 2013 sampai 2026 sehingga datanya asli dan tidak halusinasi.

Ini hanya perkiraan dan bukan ajakan jual beli ya, tetap analisis mandiri. Ingat saham, ingat Gigantum!

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

30/09/2026

Sampai kapan GOTO turun? 😭

Sejak aturan ARB 15% berlaku 28 September, GOTO sudah tiga hari berturut-turut kena ARB. Dari Rp50 turun ke Rp43 lalu Rp37 dan sekarang tinggal Rp32 saja. Padahal per penutupan 24 September antrean jual di Rp50 sekitar 353,9 juta lot atau kurang lebih Rp1,77 triliun, sedangkan antrean belinya kosong.

Harga aslinya sebenarnya sudah kelihatan di pasar nego. Di sana GOTO sudah berpindah tangan di kisaran Rp23 sampai Rp30 dan Morgan Stanley juga ikut beli di harga Rp23 sampai Rp27 di sana. Jadi siapa yang mau beli mahal di pasar reguler kalau di nego bisa dapat lebih murah?

Perkiraan Gigantum yakni peluang sekitar 60% GOTO turun ke Rp24 sampai Rp32 lalu stabil, peluang 25% turun lebih dalam ke Rp15 sampai Rp20 dan peluang 15% tertahan di Rp35 sampai Rp43 kalau ada pembeli besar seperti buyback.

Semua ini kami analisis pakai Claude Opus 5.5 Extra High. Kamu bisa analisis pakai Artificial Intelligence, tapi wajib pakai ekstensi Gigantum biar datanya rinci sampai ke akar-akarnya. Bukan ajakan jual beli ya, tetap analisis mandiri. Ingat saham, ingat Gigantum!

Komen "MAU" nanti mimin kasih aplikasinya!

29/09/2026

Apakah BSJP Menguntungkan? πŸ€”
Rupanya ini dia hasil BSJP setelah di test 1 tahun πŸ”₯

Address

Bandung

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 20:00 - 21:00
Sunday 08:00 - 09:00

Telephone

+6285772301190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gigantum AI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Gigantum AI:

Shortcuts

Share