JATAM

JATAM Melawan Kerusakan dengan Membangun Produksi dan Konsumsi Tanding yang Berkeadilan dan Berdaya-Pulih

Jaringan Advokasi Tambang adalah jaringan organisasi non pemerintah (ornop) dan organisasi komunitas yang memiliki kepedulian terhadap masalah-masalah HAM, gender, lingkungan hidup, masyarakat adat dan isu-isu keadilan sosial dalam industri pertambangan dan migas.

Sering kali, rencana besar pembangunan listrik terlihat hebat di atas kertas. Tapi di baliknya, ada kenyataan pahit: ban...
11/05/2026

Sering kali, rencana besar pembangunan listrik terlihat hebat di atas kertas. Tapi di baliknya, ada kenyataan pahit: banyak warga yang terancam kehilangan ruang hidup dan tanah penghidupannya.

Banyak proyek Energi diputuskan sepihak tanpa bertanya dulu kepada masyarakat. Akibatnya, kampung, kebun, hutan hingga sumber air warga hanya dianggap sebagai "angka" dan "target" di dokumen.

Pembangunan ini bukan sekadar soal kabel dan lampu, tapi soal siapa yang diuntungkan. Atas nama "kemajuan," rakyat kecil justru dipaksa mengalah demi keuntungan perusahaan besar.

Mari lebih peduli dengan apa yang terjadi di balik terang lampu kita.

Simak laporan lengkapnya dalam buku,
Kolonialisme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia.



Selamat Hari Buruh Sedunia!Hari ini, 1 Mei 2026, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) melaksanakan aksi Hari Buruh di d...
01/05/2026

Selamat Hari Buruh Sedunia!

Hari ini, 1 Mei 2026, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) melaksanakan aksi Hari Buruh di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Menuntut kesejahteraan bagi buruh dengan mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja, menghentikan segala bentuk kriminalisasi, dan mengakhiri perampasan tanah rakyat.

Dalam momentum ini, JATAM juga memandang bahwa eksploitasi alam dan penindasan buruh tidak terpisah dalam rezim yang ekstraktif.

Sehingga kita tidak boleh lagi tertipu dengan politik adu domba yang dilakukan negara dan korporasi untuk memisahkan perjuangan buruh, tani, nelayan, masyarakat adat dan perempuan yang sama-sama dirampas hak dan ruang hidupnya.



Alasan "kekurangan listrik" sering dipakai sebagai alat dagang untuk membenarkan pembangunan proyek energi di mana-mana....
27/04/2026

Alasan "kekurangan listrik" sering dipakai sebagai alat dagang untuk membenarkan pembangunan proyek energi di mana-mana. Sayangnya, pembangunan ini seringkali harus menggusur hutan dan ruang hidup rakyat.

Faktanya, hampir separuh listrik nasional (50%) ternyata habis dipakai untuk kebutuhan industri besar, bukan untuk rumah tangga. Narasi "butuh listrik" akhirnya lebih sering jadi alasan untuk kepentingan bisnis daripada memenuhi hak warga.

Mari bertanya ulang: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus kehilangan ruang hidupnya demi proyek ini?




21/04/2026

Kawan-kawan Save Sangihe Island, berdiri bersama Andrie. Kami mendesak agar kasus ini di ungkap di Peradilan Umum. Karena rakyat berhak tahu, rakyat berhak mengawal, dan kasus ini harus diusut tuntas hingga ke akar.

Perjuangan Andrie Yunus adalah perjuangan kita semua.




Open Pre-Order Buku "Kolonialsme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia"Karena cetakan pertama sudah habis, dan banyakny...
16/04/2026

Open Pre-Order Buku "Kolonialsme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia"

Karena cetakan pertama sudah habis, dan banyaknya pesanan membludak kami sedang mencetak kembali dengan metode pra-pesan.

Untuk mendapatkan buku ini bisa pesan melalui nomor di bawah dengan format sebagai berikut:

Nama:

Alamat lengkap:

Hp/Telp:

Jumlah:

Metode Pembayaran: Transfer / COD

Detail buku:
Sampul: Soft cover art paper 260gsm laminasi doff
Isi: book-paper 70gsm
Ukuran: 17.6x25 cm (B5)
Halaman: 173 halaman

Rp 155.000,00

Order Pemesanan
WhatsApp: 0813 8560 5608

Penjualan buku ini bukan sekadar transaksi, ini adalah bagian dari kerja kolektif untuk melawan dan memulihkan di tapak krisis ektraktivisme.



Di balik narasi "energi bersih", industri panas bumi Indonesia sebenarnya masih menjalankan watak lama. Perusahaan batu ...
15/04/2026

Di balik narasi "energi bersih", industri panas bumi Indonesia sebenarnya masih menjalankan watak lama. Perusahaan batu bara dan migas kini berganti baju menjadi "hijau", namun pola penguasaan lahan dan logika akumulasi keuntungannya tidak pernah berubah.

Didukung lembaga keuangan global, proyek-proyek ini datang bersama penggusuran dan bencana ekologis.

​Kita terus dicekoki narasi "krisis listrik" demi membenarkan ekspansi industri energi merangsek hutan dan tanah adat. Padahal, sekitar 50% listrik nasional (215 TWh) habis diserap industri, bukan untuk rakyat. Transisi energi ini akhirnya menjadi alat dagang untuk menopang kepentingan bisnis besar segilintir orang.

​Buku "Kolonialisme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia" mengembalikan nama, wajah, dan cerita perlawanan warga yang sengaja dihapus dari laporan industri.

Saatnya bertanya ulang: Energi ini sesungguhnya untuk siapa?



LANGKAH KEADILAN UNTUK ANDRIE Sebulan yang lalu, Andrie Yunus pulang dari kantor YLBHI dan diserang oleh orang-orang pen...
11/04/2026

LANGKAH KEADILAN UNTUK ANDRIE

Sebulan yang lalu, Andrie Yunus pulang dari kantor YLBHI dan diserang oleh orang-orang pengecut dengan air keras. Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menemukan dugaan bahwa setidaknya ada 16 orang yang terlibat dalam pengintaian, koordinasi, dan eksekusi kekerasan. Percobaan pembunuhan yang sistematis ini adalah upaya menciptakan politik ketakutan dan menertibkan suara-suara kritis.

Mari teguhkan langkah dan lantangkan suara untuk menolak tunduk pada ketakutan. Bergabunglah dalam *Walking Tour* untuk menyusuri jalur yang dilalui Andrie sebelum terjadi penyerangan. Di lima titik, kita refleksikan situasi penyempitan demokrasi dan tuntut pengusutan tuntas kasus Andrie.

Yuk berjalan beriringan dan tegaskan sikap melawan impunitas pada:
📆 Minggu, 12 April 2026
🕐 09:00 - 12:00 WIB
📍Titik Kumpul: Kantor YLBHI
🔚 Titik Akhir: Jalan Talang

Terbuka untuk umum. Bawa air minum dan payung.




Transisi energi sering kali dipasarkan sebagai penyelamat iklim, namun riset JATAM mengungkap sisi lain: ia bisa menjadi...
10/04/2026

Transisi energi sering kali dipasarkan sebagai penyelamat iklim, namun riset JATAM mengungkap sisi lain: ia bisa menjadi topeng baru bagi ekstraktivisme.

Apa yang sebenarnya terjadi di balik jargon "Energi Bersih"?

- Tetap ada ekstraksi mineral, air, dan penghancuran hutan yang merampas penghidupan masyarakat.

- Mitos tentang Panas Bumi diklaim sebagai solusi rendah emisi, nyatanya sering memicu perusakan alam, pembukaan hutan serta risiko bencana di pemukiman warga.

- Label "terbarukan" sering kali mengabaikan konflik sosial yang ada dilapangan.

Jangan tertipu jargon!

Simak investigasi lengkapnya dalam buku "Kolonialisme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia."



09/04/2026

Meskipun masih terbaring di rumah sakit, semangat Andrie Yunus tidak padam. Pada 5 April lalu, ia menulis surat untuk Mahkamah Konstitusi dan rakyat Indonesia. Dibacakan oleh tim hukum koalisi masyarakat sipil yang mengajukan uji materiil UU TNI pada 8 April 2026, di Depan Gedung MK.

Pesannya tegas: kita tidak boleh membiarkan militerisme terus mengokupasi ruang sipil dan harus terus melawannya. Andrie juga menyatakan keberatan dan melayangkan mosi tidak percaya terhadap peradilan militer dalam menangani kasus pelanggaran HAM oleh anggota TNI.

​Saat ini, kondisi Andrie cukup stabil namun masih kritis. Perjalanan pemulihannya sangat panjang, mengingat kerusakan berat pada mata kanan dan luka bakar luas yang dideritanya. Ancaman komplikasi penglihatan masih membayangi, menuntut perawatan medis yang intensif.

​Jangan biarkan api perjuangan ini padam. Jangan biarkan kasus ini terlupakan. Kita berhak untuk tetap kritis.

​Solidaritas tanpa batas untuk Andrie Yunus dan seluruh korban militerisme.


09/04/2026

Rabu, 8 April 2026, Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus bertepatan dengan sidang uji materiil UU TNI di Mahkamah Konstitusi. Aksi berlangsung di dua titik: halaman depan dan gerbang belakang Gedung MK.

​Di tengah proses uji materiil yang masih berjalan, TNI justru mengambil langkah sepihak dengan menggelar peradilan militer bagi pelaku penyiraman air keras. Proses ini dinilai minim transparansi; identitas pelaku dan aktor intelektual di baliknya sengaja ditutup-tutupi.

​Kehadiran TNI di ruang sipil yang kian masif menjadi bukti tegas bahwa militerisme memang merajalela di rezim Prabowo-Gibran. Kekerasan aparat bukan hanya terjadi di kota besar, tapi juga menyasar wilayah-wilayah yang luput dari sorotan media.

TOLAK UU TNI!

Kembalikan TNI ke barak!

Adili pelaku penyiraman Andrie Yunus di peradilan umum!

Energi Hijau, Untuk Siapa?Di balik angka megawatt dan target bauran energi, ada cerita yang jarang sampai ke telinga kit...
08/04/2026

Energi Hijau, Untuk Siapa?

Di balik angka megawatt dan target bauran energi, ada cerita yang jarang sampai ke telinga kita. Listrik sering dianggap "netral", padahal ia adalah soal kuasa dan kendali.

Banyak proyek yang dilabeli "hijau" dan "bersih" ternyata meninggalkan jejak luka di lapangan.

Simak laporan lengkapnya dalam buku:
"Kolonialisme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia"

Bawa diskusi ini ke komunitasmu dan pesan bukunya sekarang.

Address

Graha Krama Yudha, Lantai 4 Unit B, No 43
Jakarta
12760

Opening Hours

09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when JATAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to JATAM:

Share