11/05/2026
Sering kali, rencana besar pembangunan listrik terlihat hebat di atas kertas. Tapi di baliknya, ada kenyataan pahit: banyak warga yang terancam kehilangan ruang hidup dan tanah penghidupannya.
Banyak proyek Energi diputuskan sepihak tanpa bertanya dulu kepada masyarakat. Akibatnya, kampung, kebun, hutan hingga sumber air warga hanya dianggap sebagai "angka" dan "target" di dokumen.
Pembangunan ini bukan sekadar soal kabel dan lampu, tapi soal siapa yang diuntungkan. Atas nama "kemajuan," rakyat kecil justru dipaksa mengalah demi keuntungan perusahaan besar.
Mari lebih peduli dengan apa yang terjadi di balik terang lampu kita.
Simak laporan lengkapnya dalam buku,
Kolonialisme Energi: Bisnis Panas Bumi di Indonesia.