Santapan Rohani

Santapan Rohani Santapan Rohani adalah renungan yang membantu Anda untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari.

Berisi kisah-kisah inspiratif yang mengarahkan pembaca kepada Allah dan firman-Nya yang mengubahkan hidup. Santapan Rohani adalah terjemahan dari Our Daily Bread yang diterbitkan oleh Our Daily Bread Ministries. Our Daily Bread Ministries tidak didanai atau berada di bawah kelompok atau denominasi apa pun. Persembahan kasih seberapa pun dari para sahabat memampukan Our Daily Bread Ministries untuk

menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup. Jika Anda ingin mendukung pelayanan kami silakan kunjungi tautan berikut ini:

https://santapanrohani.org/donate/indonesia/?pcode=FB

"Menyaksikan Keagungan Allah"Ayat Bacaan: Mazmur 104:1-7, 10-16Tuhan berselimutkan terang. –Mazmur 104:2Dalam soneta “Go...
14/05/2026

"Menyaksikan Keagungan Allah"

Ayat Bacaan: Mazmur 104:1-7, 10-16

Tuhan berselimutkan terang. –Mazmur 104:2

Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkins merayakan bagaimana alam ciptaan Allah dipenuhi dengan “keagungan Allah” di mana-mana. Hopkins melukiskan kemuliaan Allah yang menakjubkan, menyala, dan berkilau “bagaikan gemerlap lempengan logam yang memantulkan cahaya.” Namun, jika keindahan Allah begitu nyata, mengapa begitu banyak orang melewatkannya? Hopkins berpendapat bahwa salah satu alasannya adalah karena manusia menutupi segalanya dengan “noda” dan “bau” mereka sendiri, sehingga banyak orang tak sanggup melihat melampaui diri mereka.

Mazmur 104 juga merayakan keindahan Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Dengan gambaran yang hidup, sang pemazmur melukiskan Allah “berpakaian keagungan dan semarak” (ay. 1), menyingkapkan keindahan, kuasa, dan pemeliharaan-Nya melalui angin dan api (ay. 4), guntur dan gelombang laut (ay. 7), air, rumput, dan pepohonan (ay. 10-16).

Tak terhitung banyaknya anugerah yang menopang tubuh dan jiwa kita (ay. 15), dan semua itu menunjuk kepada “kemuliaan Tuhan” (ay. 31), entah kita sadari atau tidak. Hopkins menyimpulkan bahwa sekalipun manusia sering gagal melihat kemuliaan Allah, tetapi karena kebaikan-Nya, selalu ada “kesegaran terindah jauh dalam lubuk segala sesuatu.” Jika kita mau berhenti sejenak untuk melihat dan mengagumi, ada begitu banyak alasan untuk melihat, mempercayai, dan merayakan keindahan serta kebaikan Allah “selama [kita] hidup” (ay. 33).

Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkins merayakan ...

Bagaimana Allah menolong Anda dalam mengolah “tanah yang baik”? Dalam hal apa Anda melihat pertumbuhan terjadi dalam hid...
14/05/2026

Bagaimana Allah menolong Anda dalam mengolah “tanah yang baik”? Dalam hal apa Anda melihat pertumbuhan terjadi dalam hidup Anda?

Mari bagikan di kolom komentar!

Ketika kita merasa lelah dan sepi, hati kita sangat rindu akan sosok yang mengerti. Mengerti keadaan kita. Mengerti lela...
14/05/2026

Ketika kita merasa lelah dan sepi, hati kita sangat rindu akan sosok yang mengerti. Mengerti keadaan kita. Mengerti lelah kita. Agar, diri ini menjadi sedikit saja lebih lega.

Bersyukurnya, Tuhan Yesus memahami itu semua. Ia bahkan siap memberikan kelegaan dan bahkan kekuatan bagi kita yang membutuhkannya.

Pada Hari Kenaikan Kristus ini, mari temukan janji Allah. Klik link berikut untuk baca artikel selengkapnya: https://go.odb.org/MendekapLelah

"Tanah yang Baik di dalam Allah"Ayat Bacaan: Lukas 8:4-8, 11-15Sebagian benih jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumb...
13/05/2026

"Tanah yang Baik di dalam Allah"

Ayat Bacaan: Lukas 8:4-8, 11-15

Sebagian benih jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat. –Lukas 8:8

Setiap tahun, menjelang akhir musim semi, saya selalu menanam benih mentimun di kebun rumah kami. Benih itu cepat menghasilkan daun, tetapi butuh waktu cukup lama untuk menghasilkan buah. Pada suatu musim panas, setelah menyiraminya dan menunggu, saya sempat bertanya-tanya apakah buah mentimun akan benar-benar tumbuh. Saya juga berpikir, apakah saya menanam terlalu banyak benih yang terlalu berdekatan, atau tanahnya belum cukup hangat ketika saya menanamnya? Namun, suatu hari, saya melihat sebuah bulatan kecil berwarna hijau. Minggu berikutnya, muncul satu lagi. Lalu satu lagi. Dalam beberapa minggu, sulur-sulur pun berubah menjadi tanaman dengan buah yang cukup untuk membuat selada selama seminggu.

Adakalanya pertumbuhan rohani kita juga terlihat seperti itu. Kita tidak selalu segera melihat hasil dari doa-doa kita: kesabaran, penguasaan diri, kelemahlembutan, dan kasih (Gal. 5:22-23). Namun, ketika kita meminta Allah menolong kita menyiapkan kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan—dengan berdoa, mempelajari Kitab Suci, beribadah, dan melayani orang lain—Roh Kudus akan menumbuhkan buah itu dalam hidup kita.

Inilah inti perumpamaan yang Yesus bagikan dalam Lukas 8: “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya” (ay. 5). Sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan dimakan burung (ay. 5). Ada benih yang jatuh di tanah berbatu, tidak mendapat air, lalu kering (ay. 6). Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri dan terhimpit mati sebelum tumbuh (ay. 7). Namun, benih yang jatuh di tanah yang baik dapat bertumbuh, bahkan “berbuah seratus kali lipat” (ay. 8).

Dengan pertolongan Allah, marilah kita mengolah “tanah yang baik” dan mengalami pertumbuhan di dalam Dia.

Setiap tahun, menjelang akhir musim semi, saya selalu menanam benih mentimun di ke...

Mengapa adakalanya Anda menjadi jemu dalam memberitakan Injil? Pengharapan pasti apa yang terus Anda pegang?Mari bagikan...
13/05/2026

Mengapa adakalanya Anda menjadi jemu dalam memberitakan Injil? Pengharapan pasti apa yang terus Anda pegang?

Mari bagikan di kolom komentar!

Surat Amsal penuh dengan ungkapan yang berbeda dari standar dunia ✨ Termasuk Amsal 31. Kalau dunia punya standar bagaima...
13/05/2026

Surat Amsal penuh dengan ungkapan yang berbeda dari standar dunia ✨

Termasuk Amsal 31. Kalau dunia punya standar bagaimana seorang wanita seharusnya, kitab ini dapat membongkar semua standar itu dan memberikan nilai sejati.

Yuk cari tahu dengan baca artikel selengkapnya: https://go.odb.org/WanitaTangguh

Kenaikan Tuhan Yesus sering kali kita lewati hanya sebagai tanggal merah di tengah minggu yang padat. Padahal, peristiwa...
13/05/2026

Kenaikan Tuhan Yesus sering kali kita lewati hanya sebagai tanggal merah di tengah minggu yang padat. Padahal, peristiwa ini menyimpan rahasia kekuatan bagi jiwa yang sedang lelah.

Mengapa Tuhan memilih terangkat ke surga saat dunia ini masih berantakan dan dipenuhi kecemasan?

🕊️ Baca di: https://go.odb.org/3Pc4UN8

"Menunggu Panen"Ayat Bacaan: Galatia 6:7-10Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, ...
12/05/2026

"Menunggu Panen"

Ayat Bacaan: Galatia 6:7-10

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. –Galatia 6:9

Pada tahun 1962, Joanne Shetler dan Anne Fetzer menempuh perjalanan yang berat dengan bus dan berjalan kaki menuju daerah pegunungan terjal di Filipina demi memberitakan Injil kepada penduduk yang belum pernah mendengar tentang Tuhan Yesus.

Selama lima tahun, mereka menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa setempat, tetapi penduduk desa Balangao tidak menerima pesan yang mereka beritakan. Meski demikian, mereka ikut membangun landasan pesawat sederhana supaya pasokan baru bisa diterbangkan masuk ke daerah tersebut. Suatu hari, mendaratlah sebuah pesawat, yang disebut penduduk lokal sebagai “keajaiban dari dunia lain.” Sang pilot kemudian membawa seorang perempuan desa yang hamil dan sakit parah ke suatu klinik yang jauh. Ketika pesawat itu kembali bersama perempuan yang sudah sembuh dan bayinya yang sehat, penduduk desa itu mulai bertanya tentang “Allah” yang pernah mereka dengar. Tidak lama kemudian, desa tersebut memiliki sebuah gereja yang dipenuhi orang-orang yang percaya kepada Kristus.

Setiap dari kita yang membagikan kabar baik tentang Yesus pernah merasa patah semangat ketika orang-orang tampak tidak mau menerimanya. Rasul Paulus memahami hal ini. Setelah menjelaskan kepada jemaat di Galatia tentang pentingnya menabur dan menuai Injil, ia menyadari bahwa sang penabur bisa menjadi lelah. Karena itu, ia mendorong mereka agar tidak “jemu-jemu berbuat baik” (Gal. 6:9).

Lima tahun pertama masa pelayanan Joanne dan Anne pasti membuat mereka kecil hati. Namun, mereka setia menabur, dan akhirnya menuai hasilnya. Demikian juga kita: janganlah menjadi “lemah” (ay. 9), karena berita keselamatan pasti akan “menuai hidup yang kekal” (ay. 8).

Pada tahun 1962, Joanne Shetler dan Anne Fetzer menempuh perjalanan yang berat den...

Seberapa sering Anda membaca Alkitab? Apa yang baru-baru ini Anda pahami dari firman Tuhan yang Anda baca dan pelajari?M...
12/05/2026

Seberapa sering Anda membaca Alkitab? Apa yang baru-baru ini Anda pahami dari firman Tuhan yang Anda baca dan pelajari?

Mari bagikan di kolom komentar!

"Memperdalam Pengenalan akan Allah"Ayat Bacaan: 2 Timotius 2:14-19, 22-24Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supay...
11/05/2026

"Memperdalam Pengenalan akan Allah"

Ayat Bacaan: 2 Timotius 2:14-19, 22-24

Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui oleh Allah sebagai orang yang layak bekerja bagi-Nya yang mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah. –2 Timotius 2:15 (BIMK)

Segera setelah saya melompat ke dalam air, kacamata renang saya dipenuhi air, membuat saya hampir tidak bisa melihat. Walaupun tidak pernah mengikuti les renang, saya berjuang pelan-pelan menyelesaikan dua putaran lomba yang saya ikuti secara spontan. Namun, bertahun-tahun kemudian, setelah mengikuti les dan mempelajari teknik pernapasan serta gaya renang yang benar, saya dapat menikmati keempat gaya renang yang dilombakan.

Alangkah besar pengaruhnya ketika kita mendapat pelatihan yang tepat. Hal yang sama berlaku untuk pembacaan Alkitab. Ketika kita memahami konteks dan makna dari apa yang kita baca, iman kita bertumbuh dan kita dapat menerapkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Paulus menghendaki Timotius berdiri teguh dalam iman, menghindari pertengkaran, dan tidak disesatkan oleh guru-guru palsu. Dalam surat terakhirnya, sang rasul mendesak Timotius untuk mempelajari Kitab Suci: “Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui oleh Allah sebagai orang yang layak bekerja bagi-Nya. Berusahalah supaya engkau tidak malu mengenai pekerjaanmu, melainkan mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah” (2 Tim. 2:15 BIMK).

Saya dapat berenang lebih baik setelah mempelajari dan mempraktikkan teknik yang benar. Demikian p**a dalam perjalanan rohani kita, dengan mempelajari dan memahami perkataan dan pengajaran Alkitab, kita akan bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Kita pun dimampukan untuk mengenali kesesatan dan memperoleh hikmat. Dengan tekun membaca Kitab Suci, kiranya kita terus bertumbuh supaya sepenuhnya “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (3:17).

Segera setelah saya melompat ke dalam air, kacamata renang saya dipenuhi air, memb...

Hal apa saja yang Anda lihat telah sirna dan musnah? Bagaimana sifat kekal Allah dan firman-Nya yang tak pernah berubah ...
11/05/2026

Hal apa saja yang Anda lihat telah sirna dan musnah? Bagaimana sifat kekal Allah dan firman-Nya yang tak pernah berubah itu menguatkan Anda?

Mari bagikan di kolom komentar!

Address

PO Box 2500
Jakarta
11025

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Website

https://www.odbm.org/id/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santapan Rohani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share