14/05/2026
"Menyaksikan Keagungan Allah"
Ayat Bacaan: Mazmur 104:1-7, 10-16
Tuhan berselimutkan terang. –Mazmur 104:2
Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkins merayakan bagaimana alam ciptaan Allah dipenuhi dengan “keagungan Allah” di mana-mana. Hopkins melukiskan kemuliaan Allah yang menakjubkan, menyala, dan berkilau “bagaikan gemerlap lempengan logam yang memantulkan cahaya.” Namun, jika keindahan Allah begitu nyata, mengapa begitu banyak orang melewatkannya? Hopkins berpendapat bahwa salah satu alasannya adalah karena manusia menutupi segalanya dengan “noda” dan “bau” mereka sendiri, sehingga banyak orang tak sanggup melihat melampaui diri mereka.
Mazmur 104 juga merayakan keindahan Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Dengan gambaran yang hidup, sang pemazmur melukiskan Allah “berpakaian keagungan dan semarak” (ay. 1), menyingkapkan keindahan, kuasa, dan pemeliharaan-Nya melalui angin dan api (ay. 4), guntur dan gelombang laut (ay. 7), air, rumput, dan pepohonan (ay. 10-16).
Tak terhitung banyaknya anugerah yang menopang tubuh dan jiwa kita (ay. 15), dan semua itu menunjuk kepada “kemuliaan Tuhan” (ay. 31), entah kita sadari atau tidak. Hopkins menyimpulkan bahwa sekalipun manusia sering gagal melihat kemuliaan Allah, tetapi karena kebaikan-Nya, selalu ada “kesegaran terindah jauh dalam lubuk segala sesuatu.” Jika kita mau berhenti sejenak untuk melihat dan mengagumi, ada begitu banyak alasan untuk melihat, mempercayai, dan merayakan keindahan serta kebaikan Allah “selama [kita] hidup” (ay. 33).
Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkins merayakan ...