Laman ini adalah wadah bagi mereka Rakyat Indonesia yang loyal dan setia mempercayakan dan menyerahkan pengelolaan Indonesia kepada Prabowo Subianto, individu yang kami nobatkan sebagai Tokoh Terbaik Anak Bangsa dalam memberikan tauladan kepemimpinan bagi tokoh-tokoh bangsa Indonesia lainnya.
1. Pribadi Pemaaf dan bukan Pendendam.
5. Dedikasi Harta, Jiwa & Raga untuk Negeri bukan BASA BASI.
6. Me
ngayomi & Melindungi seluruh Penduduk negeri tanpa terkecuali.
7. Tokoh Indonesia Integritas terTinggi.
8. Tegas, Lugas, Berani, Tanpa Basa Basi.
9. Memahami masalah Kebangsaan, Kenagaraan dan Kerakyatan. BERSAMA PARA PEJUANG DI SEKELILINGNYA TERBANGUN LOYALITAS TANPA BATAS, PENGABDIAN UNTUK BANGSA DAN NEGARA HINGGA NYAWA TERLEPAS. Prabowo Subianto memiliki Latar belakang keluarga yang mengalirkan darah semangat dan keihklasan para pejuang. BONDO, BAHU, PIKIR, NEK PERLU SAK NYAWANE PISAN. Sebuah adagium perjuangan yang melahirkan petisi kemerdekaan melekat dalam diri Prabowo Subianto. Demikian juga dalam hal mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. Hal ini telah dia buktikan dalam fase-fase awal kepemimpinan Prabowo di Militer sebagai Komandan Batalyon, Danbrigif, Danjen Kopassus dan Pangkostrad sebelum akhirnya Prabowo mengikhlaskan diri dalam lubang fitnah besar 1998 tanpa dendam kepada siapapun demi mengeliminasi adu domba dan tumpah darah sesama anak bangsa. Dua tahun Prabowo meninggalkan tanah air demi stabilitas nasional, hingga pada akhirnya memutuskan kembali melanjutkan semangat perjuangan di bidang yang berbeda, yaitu usaha. Dalam perjalanan, Prabowo melihat bahwa keadilan sosial dan ekonomi Indonesia masih di rasa sangat jauh dari fakta kekayaan Indonesia dengan pengelolaan negara. Paradoks yang terlalu lama semenjak Pekik Kemerdekaan 1945. Lebih parah lagi, ketidak adilan terhadap aset dan kekayaan melimpah di garong dan di keruk oleh bangsa lain, sementara hanya menyisakan rakyatnya tertinggal jauh dari kata kemakmuran. Daya dan upaya di lapangan untuk turut serta melakukan perbaikan telah di lakukan namun ketidak adilan sosial dan ekonomi di rasa semakin tajam dan sia-sia karena penglolaan negara yang kurang tepat. Sampai pada akhirnya Prabowo menyimpulkan bahwa cara paling efektif melakukan perubahan adalah melalui jalur POLITIK. Oleh karenanya, secara mandiri dan independen tanpa rekayasa dan dominasi Oligarki, Prabowo mengajak teman-teman yang di anggap segaris seperjuangan mendirikan Partai Politik Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).