19/02/2026
Kunjungan Delegasi WWO – WUCWO ke Indonesia
Delegasi World Women’s Observatory (WWO), yang merupakan bagian dari World Union of Catholic Women’s Organisations (WUCWO), melaksanakan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 10–15 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan memperdalam pemahaman mengenai dampak kerusakan lingkungan, industri ekstraktif, dan perubahan iklim terhadap meningkatnya kekerasan berbasis gender di Indonesia.
Selama empat hari kegiatan, delegasi WWO melakukan diskusi dan pendalaman bersama berbagai narasumber yang mewakili elemen masyarakat sipil, akademisi, serta pegiat isu lingkungan dan komunitas peduli perempuan. Dialog yang berlangsung secara terbuka dan partisipatif ini menjadi ruang berbagi cerita, tantangan, serta praktik-praktik baik dalam upaya perlindungan perempuan, khususnya di wilayah yang terdampak aktivitas industri ekstraktif dan perubahan iklim.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan, delegasi juga melakukan pertemuan dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Pertemuan ini menjadi momentum untuk menggali perspektif kebijakan, tantangan implementasi regulasi, serta sinergi multipihak dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di tengah krisis lingkungan.
Delegasi WWO juga melakukan audiensi dan dialog bersama unsur pimpinan Gereja Katolik di Indonesia, yakni Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D, dan Ignatius Kardinal Suharyo. Dalam pertemuan tersebut, dibahas peran Gereja dalam merespons isu ekologi integral sebagaimana ditekankan dalam ajaran sosial Gereja.
Kegiatan ini juga melibatkan pimpinan DPD Jakarta, DPD Jawa Barat, DPD DIY, DPD Jawa Timur, DPD Keuskupan Malang, DPD Keuskupan Purwokerto, DPD Keuskupan Bogor yang turut hadir dan berdinamika bersama delegasi. Kehadiran para pimpinan daerah memperkaya perspektif lokal dan mempertegas komitmen bersama dalam membangun jejaring advokasi dan penguatan kapasitas perempuan di berbagai wilayah.
Kunjungan delegasi WWO ini diharapkan menjadi bagian dari upaya global untuk menghadirkan visibilitas bagi perempuan, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh kerusakan lingkungan dan ketidakadilan struktural. Temuan dan refleksi selama kunjungan ini akan menjadi kontribusi penting dalam penyusunan rekomendasi pastoral, penguatan kerja sama masyarakat sipil, serta advokasi kebijakan di tingkat nasional maupun internasional (divkom)