01/06/2026
Pancasila lahir sebagai fondasi keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat. Namun hari ini, banyak rakyat bertanya: apakah nilai-nilai itu masih menjadi pedoman negara, atau hanya slogan yang diulang setiap upacara?
Ketika kritik dibalas dengan intimidasi, ketika hukum terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas, ketika kepentingan elite lebih didengar daripada jeritan rakyat, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan, melainkan ruh Pancasila itu sendiri.
Sila ke-5 berbicara tentang keadilan sosial, tetapi kesenjangan terus melebar. Sila ke-4 menjunjung hikmat kebijaksanaan, tetapi keputusan sering lahir tanpa mendengar suara rakyat. Sila ke-2 menjunjung kemanusiaan, tetapi banyak kebijakan justru mengorbankan mereka yang paling lemah.
Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni dan pidato. Ini adalah momentum untuk bertanya: apakah pemerintah benar-benar menjalankan amanat Pancasila, atau hanya menjadikannya hiasan dalam setiap perayaan nasional?
Merawat Pancasila berarti berani mengkritik kekuasaan ketika ia menyimpang dari cita-cita bangsa.