Gawirea

Gawirea For Sustainable Energy

♻️ Tantangan Pengembangan Waste to Energy di IndonesiaMeski Indonesia menghasilkan ±68 juta ton sampah per tahun, pemanf...
24/07/2026

♻️ Tantangan Pengembangan Waste to Energy di Indonesia

Meski Indonesia menghasilkan ±68 juta ton sampah per tahun, pemanfaatan Waste to Energy (WtE) masih terbatas dan terkonsentrasi di kota besar. Tantangan utama:
- Biaya investasi tinggi & ketergantungan pada tipping feeAC
- Kualitas sampah belum terpilah, menurunkan efisiensi teknologi
- Skema tarif listrik belum menarik bagi investor
- Isu sosial & lingkungan di tingkat lokal

WtE berpotensi besar, namun tanpa kebijakan konsisten dan sistem pengelolaan sampah yang kuat, ia sulit menjadi solusi berkelanjutan.

♻️🌍⚡

Tahukah kamu? Tantangan transisi energi di Indonesia ternyata bukan hanya soal pembangkit listrik milik PLN.Saat ini, pe...
21/07/2026

Tahukah kamu? Tantangan transisi energi di Indonesia ternyata bukan hanya soal pembangkit listrik milik PLN.

Saat ini, pembangkit listrik captive—yang dibangun khusus untuk memenuhi kebutuhan listrik industri—diperkirakan sudah memiliki kapasitas lebih dari 20 GW. Sebagian besar masih berbasis batu bara dan beroperasi di kawasan industri serta smelter.

Angka ini penting karena semakin banyak pembangkit captive berbasis fosil yang dibangun, semakin besar p**a potensi emisi dari sektor industri. Kondisi ini juga dapat membuat ketergantungan pada batu bara bertahan lebih lama dan menjadi tantangan dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

Artinya, transisi energi tidak cukup hanya berfokus pada listrik yang disalurkan PLN. Listrik yang digunakan langsung oleh sektor industri juga perlu menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi nasional.

Kalau ingin transisi energi berjalan lebih cepat, pembangkit di balik pagar industri juga perlu ikut bertransformasi. ⚡🌱

Indonesia sedang membangun listrik bersih skala gigawatt. Tapi bukan untuk dipakai sendiri. Dalam kerja sama terbaru den...
16/07/2026

Indonesia sedang membangun listrik bersih skala gigawatt. Tapi bukan untuk dipakai sendiri. Dalam kerja sama terbaru dengan Singapura, ada ≥3.4 GW proyek listrik yang ditargetkan terealisasi hingga 2035—bagian dari ambisi Singapura untuk mengimpor 6 GW listrik rendah karbon. Artinya, lebih dari 50% target impor mereka bisa bergantung pada proyek dari Indonesia.

Di sisi lain, kondisi domestik masih kontras:
lebih dari 60% listrik Indonesia masih berasal dari batu bara, sementara pemanfaatan energi terbarukan bahkan belum mencapai 1% dari potensi >3.600 GW.
Masalahnya bukan cuma arah energi, tapi juga nilai ekonominya.

Biaya produksi listrik di Indonesia:
• PLTU: ~US$50–70/MWh
• PLTS: ~US$40–60/MWh

Tapi listrik yang diekspor ke Singapura diperkirakan mencapai:
• ~US$232/MWh (≈S$300/MWh) — termasuk transmisi & backup

Artinya ada selisih nilai hingga US$150–190/MWh. Pertanyaannya sederhana: siapa yang menangkap margin ini?
Jika Indonesia hanya menjadi lokasi produksi, sementara nilai tambah ada di transmisi, trading, dan sistem keandalan—maka kita bukan pemain utama, hanya pemasok.
Kerja sama ini memang membawa investasi miliaran dolar dan tambahan kapasitas energi bersih. Tapi tanpa kebijakan yang jelas, risikonya nyata:
Indonesia menjadi “green power supplier”, bukan negara yang benar-benar berdaulat dalam transisi energinya. Transisi energi seharusnya bukan hanya soal menurunkan emisi, tapi juga soal siapa yang mendapatkan nilai ekonominya.

Melaju di Tengah Tekanan: Asia-Pasifik & Energi Terbarukan 2026Di tengah tekanan ekonomi global, kawasan Asia-Pasifik te...
13/07/2026

Melaju di Tengah Tekanan: Asia-Pasifik & Energi Terbarukan 2026

Di tengah tekanan ekonomi global, kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor pertumbuhan energi terbarukan.
Pada 2026, kawasan ini diproyeksikan menyumbang >50% penambahan kapasitas energi terbarukan global, didorong oleh surya, angin, dan hidro.
Investasi energi bersih terus meningkat—menunjukkan bahwa transisi energi bukan pilihan, melainkan strategi ketahanan ekonomi dan energi.


EnergyTransition

Indonesia lagi transisi energi……tapi masih ngajak fossil fuel ikut jalan bareng😭Namanya hybrid power. Ada yang bilang in...
10/07/2026

Indonesia lagi transisi energi…

…tapi masih ngajak fossil fuel ikut jalan bareng😭

Namanya hybrid power. Ada yang bilang ini langkah realistis biar listrik tetap stabil. Ada juga yang bilang ini cuma greenwashing versi upgrade.

Jawabannya mungkin gak hitam-putih. Makanya penting banget paham datanya sebelum bilang “setuju” atau “gak setuju.”

Swipe dulu. Debatnya nanti. 🍿

🌬️ Angin Nusantara: Peluang Indonesia dalam Transformasi Energi GlobalIndonesia memiliki potensi energi angin >60 GW, te...
06/07/2026

🌬️ Angin Nusantara: Peluang Indonesia dalam Transformasi Energi Global

Indonesia memiliki potensi energi angin >60 GW, terutama di NTT, Sulawesi, dan pesisir selatan Jawa.

Namun hingga kini, pemanfaatannya masih

Masih ada yang bilang energi terbarukan itu mahal? 👀Plot twist: justru sekarang yang mahal itu bertahan di energi fosil....
05/07/2026

Masih ada yang bilang energi terbarukan itu mahal? 👀

Plot twist: justru sekarang yang mahal itu bertahan di energi fosil.

Menurut laporan IRENA 2025:
☀️ Sekitar 81% proyek energi terbarukan baru sudah lebih murah dibanding membangun pembangkit fosil baru.
⚡ Biaya listrik dari solar PV turun sekitar 89% sejak 2010, sekarang hanya sekitar USD 0.04–0.06/kWh.
🌬️ Onshore wind bahkan bisa lebih murah lagi, sekitar USD 0.03–0.05/kWh.

Sementara itu, pembangkit batu bara baru masih berada di kisaran USD 0.06–0.10/kWh, dan harganya tetap bergantung pada fluktuasi bahan bakar.

Belum lagi harga battery storage yang juga turun sekitar 80–90%, bikin energi bersih makin stabil dan bisa diandalkan.

Jadi narasi “energi terbarukan terlalu mahal” sudah mulai kehilangan relevansinya.

Hari ini, transisi energi bukan cuma keputusan untuk bumi. Ini juga keputusan yang masuk akal secara ekonomi.

Kalau pilihan yang lebih murah, lebih bersih, dan teknologinya sudah tersedia…

Kenapa kita masih nunggu?

Indonesia menghasilkan ±68 juta ton sampah per tahun, sementara sebagian besar masih berakhir di TPA. Waste to Energy (W...
29/06/2026

Indonesia menghasilkan ±68 juta ton sampah per tahun, sementara sebagian besar masih berakhir di TPA. Waste to Energy (WtE) hadir sebagai solusi: mengurangi sampah sekaligus menghasilkan listrik. Faktanya kehadiran PLTSa Benowo, Surabaya dapat mengolah ±1.600 ton/hari, menghasilkan listrik ±11 MW, dan mengurangi volume sampah perkotaan hingga 90%

WtE menjadi bagian penting dalam transisi energi berkelanjutan, menghubungkan pengelolaan sampah, energi, dan penurunan emisi.


Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia.Sekitar 23–24 GW atau hampir 40% potensi global berada di...
25/06/2026

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia.

Sekitar 23–24 GW atau hampir 40% potensi global berada di sepanjang Cincin Api Nusantara. Namun hingga 2024, kapasitas terpasang baru ±2,6 GW, atau sekitar 11% dari total potensi nasional. Panas bumi menawarkan keunggulan strategis:

✔ energi baseload (stabil 24 jam),
✔ emisi karbon sangat rendah (

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gawirea posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share