Terala Foundation

Terala Foundation Terala Foundation aims to:
(1) train disabilities and woman head-of-family to be empowered/become skilled person.

(2) encourage companies to be inclusive
(3) encourage companies to provide inclusive workplace and hire sustainable empowered disabilities

Pernah nggak merasa otak udah "kelebihan beban", tapi bingung mau cerita ke siapa atau cari bantuan ke mana?Kadang, seka...
24/08/2026

Pernah nggak merasa otak udah "kelebihan beban", tapi bingung mau cerita ke siapa atau cari bantuan ke mana?

Kadang, sekadar bilang "aku lagi nggak baik-baik saja" rasanya berat banget. Ditambah lagi dengan sejuta kebingungan:
❓ Apakah ini cuma stres biasa atau perlu ke psikolog/psikiater?
❓ Layanan kesehatan mental bisa ditanggung BPJS Kesehatan nggak sih?
❓ Gimana cara merespons temen yang lagi krisis tanpa bikin mereka merasa terhakimi?

Tenang, kamu nggak harus menghadapi semuanya sendirian! πŸ’šπŸ€—

Terala Foundation bersama BPP Consultant dan Universitas YARSI mengundang kamu di Webinar Inklusif Kesehatan Mental:πŸ“Œ "Lagi Nggak Baik-Baik Saja, Tapi Harus ke Mana?"

Di sini kita bakal ngobrol santai, berbasis bukti, dan zero judgment tentang:
βœ… Mengenali tanda saat tekanan emosi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
βœ… Cara memberikan pertolongan awal yang aman untuk teman/keluarga.
βœ… Langkah praktis mengakses layanan kesehatan mental pakai BPJS Kesehatan.
βœ… Alur dan tempat meminta pertolongan profesional saat krisis. πŸ‘€

Narasumber:
- Alabanyo Brebahama, M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi Universitas YARSI)
- Valendiah Ayuningtyas, M.Psi., Psikolog (Psikolog BPP Consultant)

πŸ—“ Jadwal Acara:

πŸ“… Hari/Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026
⏰ Waktu: 09.30 – 11.30 WIB
πŸ’» Media: Zoom Webinar
🀟 Aksesibilitas: Tersedia Juru Bahasa Isyarat (JBI)

🎟 GRATIS & Terbuka untuk Umum!

Yuk, amankan kursimu sekarang! Klik link di bio atau akses melalui:
πŸ”— https://s.id/WebinarInklusifKesehatanMental

Tag teman, keluarga, atau rekan kerja yang butuh ruang aman ini ya!

995 gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan kemarin, 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,7 terjadi ke...
21/08/2026

995 gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan kemarin, 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,7 terjadi kembali. Menurut BMKG gempa kecil ke medium akan masih sering terjadi hingga 1 bulan kedepan.

Banyak para korban yang terdampak memutuskan untuk bertahan di camp pengungsian dengan segala keterbatasannya. Jangankan untuk kembali, demi merasakan gempa berkekuatan kecil saja trauma itu kembali lagi.

Bayangkan mereka harus meregulasi trauma dan mentalnya, sambil berdesakan dengan pengungsi lainnya di dalam tenda. Perut lapar, karena harus mengantri dapur umum. Minum pun terbatas.

Terala Foundation bekerjasama dengan SayaPeduli.org membuka donasi untuk para korban gempa NTT. Mari kita sisihkan rejeki hari ini untuk segelas air mineral di tengah musim kemarau yang terik

Berapapun nominalnya, kami kirimkan langsung ke posko kami di 3 titik terdampak:
Kecamatan Mbay Kan Nagekeo,
Kecamatan Riung Kab Ngada, dan Kampung Watugase Kelurahan Ratongamobo Boawae.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Klik tombol "Bantu Sekarang" di website: https://sayapeduli.org/donasi/teralantt

Link ada di Bio.

Ya sebanyak itu gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan hari ini 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,...
20/08/2026

Ya sebanyak itu gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan hari ini 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,7 terjadi kembali. Menurut BMKG gempa kecil ke medium akan masih sering terjadi hingga 1 bulan kedepan.

Banyak para korban yang terdampak memutuskan untuk bertahan di camp pengungsian dengan segala keterbatasannya. Jangankan untuk kembali, demi merasakan gempa berkekuatan kecil saja trauma itu kembali lagi.

Bayangkan mereka harus meregulasi trauma dan mentalnya, sambil berdesakan dengan pengungsi lainnya di dalam tenda. Perut lapar, karena harus mengantri dapur umum. Minum pun terbatas.

Terala Foundation bekerjasama dengan SayaPeduli.org membuka donasi untuk para korban gempa NTT. Mari kita sisihkan rejeki hari ini untuk segelas air mineral di tengah musim kemarau yang terik

Berapapun nominalnya, kami kirimkan langsung ke posko kami di 3 titik terdampak:
Kecamatan Mbay Kan Nagekeo,
Kecamatan Riung Kab Ngada, dan Kampung Watugase Kelurahan Ratongamobo Boawae.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Klik tombol "Bantu Sekarang" di website: https://sayapeduli.org/donasi/teralantt

Link ada di Bio.

Ya sebanyak itu gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan hari ini 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,...
20/08/2026

Ya sebanyak itu gempa susulan masih terjadi di NTT. Bahkan hari ini 20 Agustus 2026, pk 09.47 gempa ber skala Richter 5,7 terjadi kembali. Menurut BMKG gempa kecil ke medium akan masih sering terjadi hingga 1 bulan kedepan.

Banyak para korban yang terdampak memutuskan untuk bertahan di camp pengungsian dengan segala keterbatasannya. Jangankan untuk kembali, demi merasakan gempa berkekuatan kecil saja trauma itukembali lagi.

Bayangkan mereka harus meregulasi trauma dan mentalnya, sambil berdesakan dengan pengungsi lainnya di dalam tenda. Perut lapar, karena harus mengantri dapur umum. Minum pun terbatas.

Terala Foundation bekerjasama dengan SayaPeduli.org membuka donasi untuk para korban gempa NTT. Mari kita sisihkan rejeki hari ini untuk segelas air mineral di tengah musim kemarau yang terik

Berapapun nominalnya, kami kirimkan langsung ke posko kami di 3 titik terdampak:
Kecamatan Mbay Kan Nagekeo,
Kecamatan Riung Kab Ngada, dan Kampung Watugase Kelurahan Ratongamobo Boawae.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Klik tombol "Bantu Sekarang" di website: https://sayapeduli.org/donasi/teralantt

Link ada di Bio.

Menurut World Health Organization, 1 dari 6 orang di dunia memiliki disabilitas. Perbandingan tersebut mengartikan 1,3 m...
20/08/2026

Menurut World Health Organization, 1 dari 6 orang di dunia memiliki disabilitas. Perbandingan tersebut mengartikan 1,3 miliar orang memilikinya.

Namun, dengan mayoritas nondisabilitas, 1,3 miliar orang mengalami kesulitan aksesibilitas.

Infrastruktur menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan:
- Permukaan jalan tidak rata atau rusak
- Trotoar terhalang pohon atau benda lain
- Tidak ada Ubin Pemandu
- Trotoar tidak menyisakan jalur aman
- Trotoar terlalu tinggi dan tidak ada ramp
- Transportasi umum belum mudah diakses
- Toilet aksesibel belum tersedia di banyak tempat

Permasalahan ini perlu diperhatikan agar semakin banyak orang dapat menggunakannya, tidak hanya untuk nondisabilitas.

Aksesibilitas bukanlah tambahan. Aksesibilitas adalah hak.

Keberagaman adalah identitas kita; kesetaraan adalah tujuan kita.Merayakan 81 tahun kemerdekaan Indonesia berarti meraya...
17/08/2026

Keberagaman adalah identitas kita; kesetaraan adalah tujuan kita.

Merayakan 81 tahun kemerdekaan Indonesia berarti merayakan setiap warna, cerita, dan perjuangan di dalamnya. Bersama Terala Foundation, mari perkuat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas, adil gender, dan terbuka bagi siapa saja.

Selamat HUT ke-81 Indonesiaku! Mari bersatu dalam keberagaman dan maju dalam kesetaraan.

Setiap anak muda memiliki konteks, kebutuhan, dan perjalanan yang berbeda. Namun, setiap anak muda memiliki hak yang sam...
12/08/2026

Setiap anak muda memiliki konteks, kebutuhan, dan perjalanan yang berbeda. Namun, setiap anak muda memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, berpartisipasi, serta menentukan masa depannya sendiri.

Pada Hari Anak Muda Internasional 2026, Terala Foundation menegaskan kembali pentingnya memastikan ruang yang inklusif, aksesibel, dan setara bagi seluruh anak muda, termasuk anak muda dengan disabilitas.

Bagi kami, inklusi bukan sekadar menghadirkan kesempatan, tetapi memastikan setiap anak muda dapat terlibat secara bermakna, didengar, dan memiliki ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi serta pilihannya.

Different Contexts, Common Aspirations.

Selamat Hari Anak Muda Internasional 2026.

Suaramu berarti untuk kami. πŸ’œTerala Foundation sedang melakukan Need Assessment untuk mengetahui kebutuhan pengembangan ...
05/08/2026

Suaramu berarti untuk kami. πŸ’œ

Terala Foundation sedang melakukan Need Assessment untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kapasitas anak muda disabilitas dan non-disabilitas. Dengan meluangkan waktu sekitar **7–10 menit**, kamu ikut membantu kami merancang program pelatihan yang lebih relevan, inklusif, dan berdampak.

πŸ”— Isi surveinya melalui link https://bit.ly/AssessmentAnakMuda atau scan QR Code pada poster. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perubahan!

02/08/2026

Dari kantong plastik kresek biasa, jadi karya yang penuh arti dan bernilai!

Hari Jumat, 31 Juli lalu, suasana penuh kehangatan dan semangat menyelimuti pelaksanaan Program KREASIK (Kreasi Kresek Inklusif). Melalui kegiatan ini, kita semua belajar satu hal penting: "Sampah menjadi bernilai jika ditangani dengan tepat."

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan penuh inspirasi dari:
- Ibu Tien Mulyanthi (Founder Terala Foundation)
- Ibu Komala Sari (Corporate Communication & Government Affair Division Head KB Bank)

Tak hanya belajar mengolah limbah, sebanyak 17 peserta disabilitas (terdiri dari 10 perempuan dan 7 laki-laki dengan ragam daksa, tuli, netra, intelektual, dan mental) juga mendapatkan pembekalan berharga lewat sesi Literasi Keuangan Inklusif yang dibawakan oleh Bapak Ariz Dian Perkasa (Corporate Secretary Department Head KB Bank). Langkah awal yang penting menuju kemandirian finansial yang lebih inklusif!

Dengan bimbingan yang luar biasa sabar dan telaten dari para mentor upcycling, para peserta diajak menuntun langkah demi langkah mengubah sampah plastik kresek menjadi dompet kartu dan gantungan kunci yang estetik serta fungsionalβ€”cukup menggunakan bahan dan peralatan yang mudah didapat di dalam rumah! βœ‚οΈ

Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada KB Bank dan Dompet Dhuafa atas dukungan nyata serta komitmennya dalam mewujudkan ruang belajar yang inklusif dan ramah lingkungan ini. πŸ’š

Tonton keseruan dan senyum bangga para peserta di video ini ya!

Tahukah kamu? Sampah plastik yang langsung dibuang begitu saja nilainya sangat rendah, bahkan sering berakhir mencemari ...
29/07/2026

Tahukah kamu? Sampah plastik yang langsung dibuang begitu saja nilainya sangat rendah, bahkan sering berakhir mencemari lingkungan karena sulit didaur ulang!

Bagi teman-teman disabilitas, pengelolaan sampah mandiri yang efektif tidak hanya berfokus pada pemilahan, tetapi juga pada perawatan sampah dan monitoring berkala.

Langkah Mudah Pengelolaan Sampah Mandiri:
Kenali Jenisnya: Pisahkan antara Organik (sisa makanan), Anorganik (plastik, kertas, kaca), dan Residu/B3 (baterai, tisu bekas).

Cuci & Keringkan Sampah Plastik:
Sebelum dimasukkan ke tempat daur ulang, bilas sisa makanan/minuman pada kemasan plastik lalu keringkan.

Kenapa? Sampah plastik yang bersih tidak berbau, tidak mengundang serangga ke dalam rumah, dan memiliki nilai jual/daur ulang yang jauh lebih tinggi di Bank Sampah!

Penerapan Fitur Aksesibel: Gunakan stiker taktis/Braille atau warna kontras pada wadah sampah yang diletakkan pada ketinggian terjangkau.

Kenapa Sampah Perlu Di-monitoring?
Bebas Hambatan Mobilitas: Menghindari penumpukan sampah yang dapat mengganggu alur jalan/gerak di rumah.

Terukur & Terencana: Kita bisa mencatat (via voice note atau aplikasi screen reader) seberapa cepat wadah terisi, sehingga waktu pembuangan/penyetoran dapat dijadwalkan dengan nyaman.

Pengelolaan sampah yang inklusif dimulai dari aksesibilitas dan rasa nyaman di rumah sendiri.

Swipe slide di atas untuk panduan lengkapnya! ⏩

Apakah kamu sudah biasa memilah sampah? Tulis pengalamanmu di kolom komentar ya! πŸ‘‡

Address

Graha STR 3rd Fl Suite 306 Jalan Ampera Raya No. 11B, Jakarta
Jakarta
12550

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Terala Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Terala Foundation:

Shortcuts

Share