Selayang Pandang tentang SEKNAS KPPJustitia
Bermula dari akhir Desember 2011 terjadinya komunikasi warga DKI dengan berbagai komunitas di Indonesia dengan Wacana pengumpulan KTP untuk Maju sebagai Calon Gubernur perorangan,dan kemudian melakukan komunikasi dengan Ahok via nomor ponsel yang disebar oleh ahok dan BBM, yang kemudian menunjuk salah satu orang bernama Ridwan sebagai koordinator pengump
ulan KTP warga DKI untuk Ahok. Namun karena pada saat itu Ahok masih belum dikenal di Jakarta,dan akhir pengumpulan KTP Jakarta pun tidak memenuhi target. Selanjutnya setelah mengetahui bahwa Ahok akan disandingkan dengan Jokowi yang akan diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta,Chandra kirana, kemudian melakukan koordinasi dan terus berkembang dari satu orang ke orang lain yang secara alami semakin besar kekuatan yang terkumpul,kemudian komunitas yang semakin besar tersebut bergabung di bawah naungan organisasi bernama Profesional Jakarta, yang berjuang bersama dan semakin hari semakin banyak yang berkumpul sampai lebih dari 10.000 anggota dengan berbagai latar belakang profesi dan latar pendidikan,berbagai kegiatan dilakukan sampai akhirnya sukses mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Setelah berhasil memperjuangkan Jokowi-Ahok bersama dengan relawan lain, tidak membuat relawan yang telah usai berjuang untuk berhenti. Profesional Jakarta kemudian mengganti nama menjadi profesional Indonesia,namun kelompok yang selama ini dikoordinir oleh Chandra Kirana dan Ridwan lalu tidak lagi banyak berbuat. Ridwan berinisiatif untuk membubarkan relawan tersebut yang tidak bergabung ke Profesional Indonesia, namun Chandra kirana menolak untuk membubarkan kelompok komunitas yang telah bersama kurang lebih satu tahun,kemudian Chandra kirana membentuk KPPJ yang disingkat dari Komite pemantau dan pengawasan Jakarta, belum setahun berjalan dibentuk,k emudian ada wacana memajukan Jokowi untuk menjadi presiden RI ke 7, kemudian KPPJ berubah nama menjadi Seknas KPPJokowi yang disingkat dari Sekretariat Nasional Komite Patriot Pendukung Jokowi yang melakukan gerakan melalui komunikasi antar komunitas masyarakat, lintas agama tanpa menampilkan diri secara visual yang disebut pasukan bawah tanah Jokowi. Seusai mengantar Jokowi menjadi Presiden RI, dan membantu melakukan berbagai pengawasan dari gerakan masyarakat nyata sampai pada gerakan masyarakat di dunia maya. Melihat kondisi yang berkembang, penyebaran kebencian, provokasi yang berkembang, serta nuansa SARA yang ditiupkan oleh masyarakat awam, tokoh agama radikal, sampai pada rasialis yang muncul dari pejabat Negara dan melebarnya konflik yang timbul karena intoleran serta semakin buruknya perilaku aparatur Negara, menumbuhkan untuk mendirikan organisasi yang tidak berhaluan keberpihakan secara pribadi pada satu figur tertentu, menjelang hari ulang tahun KPPJokowi Yang ke 3 tahun, Chandra kirana menggagas dan membentuk Sekretariat Nasional Komite Penegakan Pro Justitia disingkat Seknas- KPPJustititia ,tepat pada tgl.19 april 2015,dan kemudian secara perlahan melakukan sosialisasi sampai pada tgl, 9 september 2016 diakta notariskan pada notaries:…….dengan akta notaries nomor :03-2016,dan pengesahan Dirjen AHU no 0073681.AH.01.07.tahun 2016 Kemenkumham RI. Pasca pengesahan gerakan pertama yang dilakukan adalah menggalang bantuan yang di salurkan pada korban banjir Bandang Garut,dan Peringatan sumpah Pemuda 28 October 2016 menuju Hari Pahlawan 10 November 2016, sebagai langkah awal gerakan belanegara dalam membangkitkan Cinta Tanah air bagi anak negeri, guna menumbuh kembangkan Sikap Toleransi mengikis provokasi SARA,Rasialis,dan intoleran baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari masyarakat secara nyata maupun melalui dunia maya / media social.