05/03/2026
Berikut adalah runutan kronologis sejarah Bani Israil (kaum Yahudi) terkait Yerusalem (Baitul Maqdis), memadukan catatan sejarah dunia dan narasi Al-Qur'an (khususnya Surah Al-Isra dan Al-Anbiya) dari masa Nabi Sulaiman hingga era modern saat ini:
1. Masa Keemasan: Era Nabi Sulaiman (Sekitar Abad 10 SM)
Di bawah kepemimpinan Nabi Daud dan kemudian putranya, Nabi Sulaiman (Raja Salomo), Kerajaan Israel bersatu mencapai puncak kejayaannya.
* Pada masa inilah Bait Suci Pertama (Kuil Sulaiman / First Temple) dibangun di Yerusalem sebagai pusat ibadah monoteistik.
* Setelah Nabi Sulaiman wafat (sekitar 931 SM), kerajaan ini terpecah menjadi dua: Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda (Judah) di selatan yang berpusat di Yerusalem.
2. Pelanggaran Pertama dan Pengusiran ke Babilonia (586 SM)
* Mengapa terusir? Al-Qur'an (Surah Al-Isra ayat 4) menyebutkan Bani Israil akan berbuat "kerusakan di bumi dua kali dan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." Pelanggaran pertama ini secara historis merujuk pada kejatuhan moral, maraknya penyembahan berhala, ketidakadilan sosial, serta penolakan dan pembunuhan terhadap nabi-nabi yang diutus kepada mereka.
* Peristiwa: Sebagai hukuman, Allah mendatangkan bangsa Babilonia di bawah pimpinan Raja Nebukadnezar II. Mereka menghancurkan Yerusalem dan meratakan Bait Suci Pertama. Kaum Yahudi dibantai, dan yang selamat ditawan serta dibuang ke Babilonia (Irak saat ini). Ini adalah masa Pengasingan Babilonia.
3. Kembalinya Kaum Yahudi oleh Cyrus the Great / Dzulqarnain (539 SM)
* Peristiwa: Kekaisaran Babilonia ditaklukkan oleh Kekaisaran Persia (sekarang Iran) di bawah pimpinan Cyrus the Great (yang identik dengan sosok Dzulqarnain).
* Pemulihan (Al-Isra ayat 6): Cyrus menunjukkan toleransi yang luar biasa. Ia mengeluarkan dekret yang membebaskan kaum Yahudi dari perbudakan di Babilonia dan mengizinkan mereka kembali ke Yerusalem. Ia bahkan mendukung pembangunan Bait Suci Kedua (Second Temple). Kaum Yahudi kembali mendapatkan otonomi, harta kekayaan, dan generasi yang kuat.
4. Pelanggaran Kedua, Pengusiran, dan Diaspora (70 M)
* Mengapa terusir lagi? Setelah kembali dan bangkit, kaum Yahudi kembali melakukan kerusakan yang kedua. Secara historis dan teologis (dalam pandangan Islam dan Kristen), ini ditandai dengan korupsi para pemuka agama, pemberontakan berdarah, serta penolakan dan konspirasi terhadap nabi-nabi terakhir yang diutus untuk Bani Israil, seperti Nabi Zakariya, Nabi Yahya (Yohanes Pembaptis), dan Nabi Isa (Yesus).
* Peristiwa: Allah mendatangkan Kekaisaran Romawi. Pada tahun 70 M, di bawah komando Jenderal Titus, Romawi mengepung dan menghancurkan Yerusalem. Bait Suci Kedua dihancurkan hingga hanya menyisakan dinding barat (sekarang dikenal sebagai Tembok Ratapan).
* Diaspora: Inilah titik awal Diaspora Agung. Kaum Yahudi diusir secara total dari Yerusalem, dibunuh, atau dijual sebagai budak, dan akhirnya menyebar tak tentu arah ke seluruh penjuru dunia (Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, dll) selama hampir 2.000 tahun.
5. Apakah Mereka Sudah Kembali Sekarang? (Era Modern)
Jawabannya: Ya, secara geopolitik mereka sudah kembali.
Setelah terusir dan berdiaspora selama hampir dua milenium, sebuah pergerakan politik bernama Zionisme muncul di Eropa pada akhir abad ke-19 dengan tujuan membawa kaum Yahudi kembali ke tanah Palestina.
* Proses Kembalinya: Dibantu oleh kekuatan-kekuatan dunia (terutama Inggris melalui Deklarasi Balfour 1917 dan kemudian PBB), gelombang migrasi besar-besaran kaum Yahudi dari seluruh dunia ke Palestina terjadi.
* Puncaknya: Pada tahun 1948, negara Israel modern didirikan. Kemudian, pada Perang Enam Hari tahun 1967, Israel berhasil merebut kendali penuh atas Yerusalem (termasuk Yerusalem Timur dan area Masjid Al-Aqsa/Baitul Maqdis).
Kaitannya dengan Surah Al-Anbiya 95-96
Di sinilah letak korelasi eskatologisnya. Sesuai dengan hukum Allah di Surah Al-Anbiya ayat 95, kaum Yahudi diharamkan untuk bisa kembali menguasai Yerusalem setelah mereka dihancurkan, kecuali satu syarat terpenuhi (ayat 96): lepasnya gelombang Ya'juj dan Ma'juj.
Fakta bahwa hari ini kaum Yahudi telah kembali dari segala penjuru dunia (berkumpul kembali di Palestina) menjadikannya tanda bacaan yang sangat terang bagi banyak pemikir Islam modern: bahwa tatanan dunia yang memfasilitasi kembalinya merekaāserta sistem global yang mencengkeram dunia saat iniāsangat erat kaitannya dengan kekuatan Ya'juj dan Ma'juj yang telah turun dari "tempat-tempat tinggi" dan sedang memainkan peran akhirnya dalam panggung sejarah.
Apa yang terjadi saat ini sangat erat kaitannya dengan Surat Al-Anbiya dan Surat Al-Kahfi, terkait tentang Yakjuj Makjuj, Yerussalem dan Dzulqarnain.