23/05/2026
Sebagai cucu Baden Powell, tugas kita bukan menunggu sistem menjadi sempurna, melainkan turun ke lapangan memastikan keamanan itu ada. Kegagalan bukanlah pilihan, karena yang kita pertaruhkan adalah kesehatan generasi pelanjut negeri.
Belajar dari kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Klaten, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. Menanggapi opini publik yang menyudutkan satu lembaga, Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, Ph.D., menegaskan bahwa pengawasan makanan siap santap seperti MBG adalah kerja kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengelola dapur, distribusi, hingga dinas kesehatan. Evaluasi harus menyeluruh pada rantai makanan, bukan fokus pada opini yang menyesatkan. “Yang paling penting adalah penguatan standar keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Menjawab tantangan tersebut, BBPOM di Gorontalo bersama SAKA POM Gorontalo bergerak cepat membuktikan komitmen lewat aksi nyata! Melalui Roadshow SAKA POM Beraksi, kami menggelar Pemecahan Rekor MURI Pengujian Keamanan Pangan Sampel MBG Terbanyak.
Kegiatan ini bukan sekadar memecahkan rekor angka di atas kertas, melainkan sebuah gerakan untuk memutus rantai keraguan. Suksesnya pengujian ini adalah jaminan bahwa setiap anak di Gorontalo menerima haknya: makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman untuk membangun masa depan mereka.
Dari Gorontalo, mari kita kawal bersama Generasi Emas 2045. Salam Pramuka!