RIWAYAT
PETANI SEJATI MITRA RAKYAT MANDIRI.. GARUT UTARA
Meningkatkan potensi alam untuk pelestarian dan memberdayakannya
BERAWAL dari kesadaran dan kepedulian sehubungan di Wilayah garut Utara sangat banyak lahan yang potensial untuk dikembangkan menjadi lahan produktip yang nantinya dapat memandirikan masyarakat yang selama ini tertinggal dan terkecilkan. Adapun klegiatan ini dipeloporo o
leh Bapak Asep Saefullah (alm) yang mana gagasannya mendapatkan dukungan penuh dari Bapak H.Holil Aksan Umarzen selaku Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara dan salah satu Pengusaha asal Limbangan yang sangat peduli untuk memajukan daerah dan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakt yang selama ini cukup memprihatinkan. Maka atas dasar perhatian yang tinggi untuk memandirikan Masyarakat Tani dan kepedulian terhadap pelestarian alam dan pemberdayaannya yang dapat memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Tanah-tanah yang kurang produktif dicoba ditanami bibit jati GAMELINA (Jati Putih) dan jabon yang dikembangkan dengan cara pemuliaan tanaman sehingga menjadi lebih baik kualitasnya. Bekerjasama dengan tenaga-tenaga kehutanan lapangan, dilakukan perawatan yang tekun bersama para penduduk sekitar, dengan merumuskan pupuk-pupuk yang cocok bagi tanaman yang dikelola. Hasilnya sangat luar biasa. Tidak saja tanaman tersebut tinggi kualitasnya, tingkat kegagalannya juga kecil sekali, dan nilai jualnya sangat tinggi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi pemiliknya, sekaligus menghidupi masyarakat. Ada keprihatinan yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan oleh semua pihak adalah fakta kondisi dan keadaan yang berlangsung di masyarakat daerah saat ini yaitu :
1. Bahwa seakan akan lahan tanah itu tidak ada harganya sama sekali
2. Para Petani sudah kebingungan dengan lahan yang dimilikinya mau diberdayakan seperti apa, mengingat kurangnya perhatian dan dukungan Pemerintah selama ini
3. Adanya pembelian lahan tanah oleh pihak tertentu dengan memanfaatkan kesusahan para petani sehingga mereka dengan mudah dan sangat murah mendapatkan kepemilikan secara besar besaran sampai ada yang ratusan hektar disatu lokasi yang apabila ini dibiarkan akan sangat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat daerah kedepan.
4. Adanya keputus asaan pada diri petani selain menunggu adanya keajaiban dikarenakan dirasakannya bahwa menjadi petani itu adalah rakyat jelata di lapisan masyarakat rendah yang miskin.
5. Dll. Maka atas dasar kondisi sebagaimana tersebut, kami mencoba memberikan pencerahan dan harapan dengan tindakan nyata untuk turut serta memberikan penyadaran terhadap masyarakat akan berharganya laha tanah yang mereka miliki saat ini adalah Anugrah yang patut disyukuri dengan memanfaatkannya sebagai tumpuan cita-cita dan harapan dalam menggapai kesuksesan dan kemakmuran bersama.. Dan sepenggal kata yang selalu kami sampaikan kepada mereka : “Manusa anu teu ngabogaan kahayang jeung anu ,teu boga cita cita jadi jalma bagja dina hirupna eta ibarat PATANI anu teu melakan sawahna ,teu miara kebonna ,anu kitu teh teu beda sapert INDUNG anu teu nyusuan anakna”. Komitment bersama yang menjadi kesapahaman dan dijadikan sebagai kunci kebersamaan kami dengan para Petani adalah :
1. Bersatu bersama untuk mewujudkan cita-cita dan harapan masa depan yang pasti
2. Jadikan lahan Tanah yang sekarang dimiliki sebagai tumpuan cita-cita yang sangat berharga
3. Kembalikan harga dan martabat para petani sebagai lapisan masyarakat yang berandil besar terhadap kemajuan daerah dan kemakmuran masyarakat di wilayahnya. Saat ini PETANI SEJATI MITRA RAKYA MANDIRI mengelola lebih dari 700 Ha hutan/Kebun jati dan jabon diikuti dengan penanaman tanaman produktif lainnya sebagai tumpang sari Diatas lahan milik masyarakat yang tergabung dalam komunitas PETANI SEJATI MITRA RAKYAT MANDIRI. SISTEM KERJASAMA POLA KEMITRAAN
Sistem kerjasama dengan para pemilik lahan yang sekaligus adalah penggarap dan Mitra kami, ialah dengan cara bagi hasil atas hasil panen yang dihasilkan dalam kurun waktu masa tanam 6 tahun s/d 7 tahun. Yaitu sbb. :
60 % untuk Petani/pemilik lahan, 30 % untuk Mitra Rakyat Mandiri dan 1o% untuk para kordinator yang terdiri dari Tokoh Masyarakat ,BPD,dll. Dimana modal bibit dan bantuan pupuk,dll menjadi kewajiban yang diadakan oleh Mitra Rakyat Mandiri.Adapun para Petani berkewajiban untuk memelihara tanaman tersebut sambil menjalankan kegiatan rutinnya berkebun palawija di lahan yang ditanami kayu jati tsb. Alhamdulillah dengan pola kerjasama ini sangat dianggap adil oleh semua pihak dan dapat berjalan tampa paksaan. Dan kini sudah mendekati harapan dimana kami bisa melakukan panen pertama sekitar tahun 2015.. dan hasilnyapun sudah tampak didepan mata.. Insya Allah Masyarakt Petani sejati dan mandiri dapat terwujud dengan Ridho dan PertolonganNya.. Amiin Yaa Robbal alamin. Wass
Komunitas PETANI SEJATI RAKYAT MANDIRI GARUT UTARA
Penanggung Jawab,
RD.H.HOLIL AKSAN UMARZEN
Meningkatkan potensi alam untuk pelestarian dan memberdayakannya