27/05/2025
Alhamdulillah keputusan malam ini masuk 1 Dzulhijjah 1446 H
*KEMULIAAN BULAN DZULHIJJAH*
Iman Santoso, Lc.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمۚ َ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram..“ [Surat At-Taubah: 36]
Bulan Dzulhijjah adalah diantara 4 bulan haram (bulan yang dimuliakan Allah), sesuai ayat di atas, yaitu Muharram, Rajab, Dzul Qo’dah dan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah juga termasuk bulan haji dimana puncak ibadah haji dilakukan pada bulan ini. Kemuliaan dan keutamaan bulan Dzulhijjah langsung disebut dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Allah bersumpah dengan hari itu. Allah SWT berfirman:
وَالْفَجْرِ {1} وَلَيَالٍ عَشْرٍ {2}
“Demi fajar, Dan malam yang sepuluh” (QS Al-Fajr 1-2)
Para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, Ibnu Zubair ra, Mujahid ra, As-Sudy ra, Al-Kalby ra menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Disebut ayyam ma’lumat (hari-hari yang sudah diketahui) yang disyariatkan untuk banyak berdzikir. Allah Ta’ala berfirman:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak” (QS Al-Hajj 26)
Jumhur ulama menyebutkan hari-hari ma’lumat adalah 10 hari Dzulhijjah seperti yang disampaikan Ibnu Ummar ra dan Ibnu Abbas ra.
Rasulullah Saw menyaksikan hari terbaik di hari-hari di dunia
وعن جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أفضل أيام الدنيا العشر يعني عشر ذي الحجة قيل ولا مثلهن في سبيل الله قال ولا مثلهن في سبيل الله إلا رجل عفر وجهه بالتراب
Dari Jabir ra bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?” Rasul saw. menjawab, ”Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya’la dengan sanad yang shahih)
Di bulan Dzulhijjah ada Hari Arafah, hari Maghfiroh, hari pembebasan dari api neraka, hari dimana jamaah haji melaksanakan puncak ibadah haji. Kalau di sepuluh pertama hanya ada hari Arafah maka sudah sangat cukup. Sehari sesudahnya disebut Hari Nahr Rasulullah saw bersabda:
إن أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ»
Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr dan hari Qarr (hari kedua setelah Nahr) (HR Ahmad dan Abu Bawud)
Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah bergabungnya Induk Ibadah. Berkata Ibnu Hajar dalam Al-Fath, “Sebab utama yang menjelaskan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah adalah bertemunya induk ibadah, yaitu sholat, puasa, sedekah, haji yang tidak terdapat diselain hari itu”
*Anjuran Beramal Di 10 Hari Pertama Dzulhijjah*
Allah Ta'ala memilih waktu yang paling dicintai, agar umat Islam meningkatkan amalan di hari-hari itu. Amal yang paling afdhol di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah menunaikan ibadah haji dan umroh di Tanah Suci, karena ibadah haji dan umroh mendapatkan keutamaan amal di waktu terbaik dan tempat terbaik. Namun demikian, tidak banyak umat Islam yang dapat menunaikannya, karena kemampuan umat Islam menunaikan ibadah haji dan umroh disamping itu keterbatasan tanah suci untuk menampung jamaah haji dari seluruh dunia. Sehingga bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, masih banyak amalan yang dilakukan pada hari-hari agung di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah saw bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.
Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini –yaitu sepuluh hari pertama Zhulhijjjah.“ Sahabat bertanya, ”Ya Rasulallah saw, tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?“ Rasul saw. menjawab, ”Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya serta tidak kembali (gugur sebagai syahid).” (HR Bukhari)
Beberapa amal shalih yang dianjurkan:
Secara umum seluruh amal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah paling dicintai Allah dan paling afdhal sehingga umat Islam dimana saja berada, harus meningkatkan segala bentuk amal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, dan diantara amal-amal yang harus mendapat perioritas adalah:
1. Memperbanyak Takbir, Tahlil dan Tahmid
عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "ما من أيام أفضل عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من أيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد".
Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari-hari dimana amal shalih paling utama disisi Allah dan paling dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid.” (HR Ahmad dan Al-Baihaqi)
Berkata imam al-Bukhari, ”Ibnu Umar ra. dan Abu Hurairah ra pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah pergi ke pasar bertakbir dan manusia mengikuti takbir keduanya.”
2. Puasa Sunnah, khususnya puasa Sunnah ‘Arafah
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ قالَ : سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ؟ فَقَالَ: "يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ".
Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari ‘Arafah? Rasul saw menjawab, ”Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Puasa sunnah di 10 hari pertama termasuk amal yang dicintai Allah, dan puncaknya pada puasa Arafah disamping hari Arafah terjadi pada 10 hari pertama Dzulhijjah, juga mendapatkan keutamaan sesuai hadits di atas.
3. Meningkatkan kualitas dan memperbanyak amal ibadah, karena pahalanya dilipatgandakan, seperti shalat lima waktu berjmaah di masjid, shalat Rawatib, shalat Malam, tilawah, do’a, shalawat, infak dan lain-lain
Dari Jabir ra bahwa Rasulullah saw. bersabda, ”Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?” Rasul saw. menjawab, ”Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya’la dengan sanad yang shahih)
4. Shalat ‘Idul Adha, mendengarkan khutbah dan berqurban pada Hari Nahr (10 Dzulhijjah).
Allah Ta’ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS al-Kautsr 2)
Di antara makna perintah shalat disini adalah shalat Idul Adha. Berkata Ar-Rabi’, “Jika engkau selesai shalat di hari Idul Adha, maka berkurbanlah.” Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَخْرُجُ يَوْمَ اَلْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى اَلْمُصَلَّى, وَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ اَلصَّلَاةُ, ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ اَلنَّاسِ -وَالنَّاسُ عَلَى صُفُوفِهِمْ- فَيَعِظُهُمْ وَيَأْمُرُهُمْ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Said berkata, “Rasulullah saw. keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha ke tempat sholat. Yang pertama dilakukan adalah shalat, kemudian menghadap manusia –sedang mereka tetap pada shafnya- Rasul saw berkhutbah memberi nasehat dan menyuruh mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi.
وَعَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ: { أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ اَلْعَوَاتِقَ, وَالْحُيَّضَ فِي الْعِيدَيْنِ; يَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَيَعْتَزِلُ اَلْحُيَّضُ اَلْمُصَلَّى } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Ummi ‘Athiyah berkata, ”Kami diperintahkan agar wanita yang bersih dan yang sedang haidh keluar pada Dua Hari Raya, hadir menyaksikan kebaikan dan khutbah umat Islam dan orang yang berhaidh harus menjauhi tempat sholat.” (Muttafaqun ‘alaihi)
5. Takbir dan berkurban di Hari Tasyriq
وَاذْكُرُواْ اللّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” (QS Al-Baqarah)
Para ulama sepakat bahwa beberapa hari berbilang adalah hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Imam Al-Bukhari memasukan hari Tasyriq pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah, dan memiliki keutamaan yang sama sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani memberikan komentar dalam kitabnya Fathul Bari: pertama, bahwa kemuliaan hari Tasyriq mengiringi kemuliaan Ayyamul ‘Asyr; kedua, keduanya terkait dengan amal ibadah haji; ketiga, bahwa sebagian hari Tasyriq adalah sebagian hari ‘Ayyamul ‘Asyr yaitu hari raya Idul Adha.
Pada hari Tasyriq juga masih disunnahkan untuk berkurban. Rasulullah saw. bersabda,
وكل أيام التشريق ذبح
“Seluruh hari Tasyriq adalah hari penyembelihan (kurban).” (HR Ahmad)
6. Beramal shalih untuk Saudara Muslim di Palestina
Mengingat pada bulan Dzulhijjah tahun ini, umat Islam di Palestina, khususnya di Gaza masih dalam kondisi tertindas, terjajah, terisolasi bahkan Genosida Zionis Israel dan sekutunya, maka sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal shalih yang dikhususkan bagi saudara-saudara muslim disana, seperti berdoa, berinfak untuk muslim Gaza Palestina, terus membela Palestina dengan berbagai publikasi dan aksi bahkan berkurban untuk muslim di Gaza Palestina. Dan Para Mujahidin yang gugur dalam perang di Gaza, dan wilayah lain di Palestina mendapatkan puncak kebaikan amal shalih.
Semoga Allah Ta’ala memerdekakan Palestina dan memberi karunia bagi kita kemudahan beribadah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Aamiiin.