FKDC : Forum Komunikasi Difabel Cirebon

FKDC : Forum Komunikasi Difabel Cirebon Visi :
Terciptanya non diskriminasi, pemenuhan akses dan hak-hak OYPMK /Difabel.

FKDC Dorong Replikasi Desa Inklusi melalui Peningkatan Kapasitas ForumCirebon, 18 April 2026 — Forum Komunikasi Difabel ...
18/04/2026

FKDC Dorong Replikasi Desa Inklusi melalui Peningkatan Kapasitas Forum

Cirebon, 18 April 2026 — Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI dan implementasi melalui Program SOLIDER, menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Forum di Sekretariat Kelompok Difabel Desa Tuk Karangsuwung.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perwakilan komunitas, di antaranya Omah Cirebon Inklusi (OCI), Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Perhimpunan mandiri kusta Jawa Barat (Permata), Waliku (Warga Peduli Kusta), Kelompok Inklusi Desa Kendal, Kelompok Difabel Desa Tuk karangsuwung, KDD Sindangkempeng, KDD Nanggela, serta perwakilan difabel dari Mulyasari dan Kalisari.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran komunitas dalam mendorong pembangunan yang inklusif. Melalui ruang belajar bersama, para peserta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman guna memperkuat praktik-praktik baik di tingkat desa.

Sekretaris Dinas Sosial, Ibu Lili, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penguatan kapasitas komunitas menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif. “Peran komunitas sangat penting dalam memastikan tidak ada yang tertinggal. Kegiatan seperti ini menjadi ruang kolaborasi yang strategis untuk mendorong desa yang lebih inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Mujib Ketua dari FKDC menegaskan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini. “Peningkatan kapasitas forum ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan bersama. Setiap komunitas telah menyusun rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan secara serentak di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat replikasi desa inklusi, sehingga semakin banyak desa yang mampu menciptakan ruang yang setara, ramah, dan aksesibel bagi semua.

Tujuan kita dalam membentuk komunitas tentu sama, yaitu mendorong terwujudnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak difabel...
18/04/2026

Tujuan kita dalam membentuk komunitas tentu sama, yaitu mendorong terwujudnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak difabel. Namun, pertanyaannya: apakah visi dan misi tersebut bisa terwujud jika kita masih mengedepankan ego masing-masing? Tentu akan sulit. Sebaliknya, ketika kita mampu bersatu, berjalan bersama, dan saling menguatkan, maka perjuangan ini akan terasa lebih ringan. Bahkan, keyakinan akan hadirnya perubahan dan keberpihakan dari pemerintah daerah terhadap pemenuhan hak difabel akan semakin nyata.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11). Ayat ini menjadi pengingat bahwa perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri dan dari kebersamaan kita.

Kita juga bisa belajar dari sebuah negara seperti Iran. Selama lebih dari 40 tahun, Iran menghadapi tekanan dan embargo ekonomi dari berbagai negara besar. Namun mereka tidak menyerah. Mereka membangun kemandirian, memperkuat kerja sama dengan negara lain, dan mengembangkan kemampuan dalam negeri.
Dari kondisi sulit itu, mereka justru tumbuh menjadi lebih mandiri dan tetap bertahan hingga hari ini. Artinya, tekanan dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi bisa menjadi kekuatan jika dihadapi dengan persatuan dan tekad bersama.

Saat ini, kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon sudah mulai menunjukkan arah perubahan yang positif. Kabupaten Cirebon telah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, yang menjadi landasan hukum penting dalam memperjuangkan hak difabel. Selain itu, pemerintah daerah juga telah membuka ruang partisipasi melalui Musrenbang tematik difabel, serta menyusun Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD PD) sebagai langkah strategis dalam implementasi kebijakan.

Beberapa langkah konkret yang mulai terlihat di antaranya adalah mulai didorongnya perencanaan pembangunan yang lebih inklusif, adanya ruang usulan langsung dari komunitas difabel dalam Musrenbang, serta mulai masuknya isu difabel dalam dokumen perencanaan daerah. Di beberapa sektor, juga mulai didorong penyediaan aksesibilitas layanan publik, peningkatan perhatian pada pendidikan inklusif, serta peluang pemberdayaan ekonomi bagi difabel.

Namun demikian, berbagai kebijakan tersebut tidak akan berarti tanpa adanya pengawalan dari kita semua. Peraturan daerah bukan hanya dokumen, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang dirasakan manfaatnya. Di sinilah peran komunitas menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa setiap regulasi benar-benar diimplementasikan, dikawal dalam penganggaran, serta diawasi pelaksanaannya di lapangan.

Dengan kebersamaan, kita tidak hanya mengawal kebijakan, tetapi juga memperkuat suara kolektif untuk mendorong perubahan yang lebih luas. Karena pada akhirnya, perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama memastikan hak-hak difabel benar-benar terpenuhi di Kabupaten Cirebon.

✨ Capaian bukan sekadar angka, tapi tentang perubahan nyata.Melalui Project SOLIDER Fase 1, kita belajar bahwa inklusi b...
05/04/2026

✨ Capaian bukan sekadar angka, tapi tentang perubahan nyata.

Melalui Project SOLIDER Fase 1, kita belajar bahwa inklusi bukan hanya wacana—ini adalah gerakan bersama untuk membuka ruang yang setara bagi semua, khususnya teman-teman difabel.

Dari peningkatan layanan, penguatan kebijakan desa inklusif, hingga terbukanya lebih banyak peluang kerja—setiap langkah kecil membawa dampak besar. 💙

📊 Ratusan penerima manfaat
🏡 Desa semakin inklusif
📈 Pemahaman GEDSI terus meningkat
💼 Kesempatan kerja bagi difabel semakin terbuka

Ini bukan akhir, tapi pondasi menuju langkah yang lebih besar di fase berikutnya. Saatnya memperluas dampak dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

18/12/2025

Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) mitra Sigab Indonedia dengan dukungan Inklusi menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan Talent and Innovation Day yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) pada 17 Desember 2025, bertempat di Gedung BBPKK Bandung.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka pengembangan talenta, inovasi, serta penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional. Beragam agenda dilaksanakan, antara lain business matching, kick off Talent Innovation Hub, serta peluncuran program pendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja.

Salah satu fokus penting dalam kegiatan ini adalah mendorong terciptanya ketenagakerjaan yang inklusif, termasuk membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang ramah difabel, adaptif, dan berkelanjutan.

Kehadiran FKDC dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus mengadvokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas di bidang ketenagakerjaan, mulai dari akses pelatihan, pengembangan inovasi, hingga kesempatan kerja yang layak dan bermartabat.

Semoga melalui kegiatan Talent and Innovation Day ini, sinergi dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam mewujudkan dunia kerja yang setara, inklusif, dan berkeadilan bagi semua.

Kelompok Difabel Desa turut memperkenalkan produk kerajinan daur ulang sampah serta menampilkan seni gamelan pada kegiat...
09/12/2025

Kelompok Difabel Desa turut memperkenalkan produk kerajinan daur ulang sampah serta menampilkan seni gamelan pada kegiatan Rechecking Gelari Pelangi PKK Belawa tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebuah langkah bangga yang menunjukkan kreativitas, kemandirian, dan semangat inklusi di desa kita.

Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan Program Inklusi Pemerintah Austra...
08/12/2025

Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan Program Inklusi Pemerintah Australia–Indonesia, menggelar kegiatan Sosialisasi Pentingnya Desa Memiliki SOP Pengelolaan Data sekaligus Monitoring dan Evaluasi Project Solider bersama pemerintah kecamatan, Desa dan KDD

Kegiatan berlangsung pada 8 Desember 2025 di Kantor Kecamatan Greged.
Melalui sosialisasi ini, FKDC mendorong desa agar memiliki SOP pengelolaan data yang tertib, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga pelayanan administrasi lebih inklusif dan berkualitas.

Pada sesi monitoring dan evaluasi, tim bersama pemerintah desa melihat langsung perkembangan kegiatan, mencatat apa saja yang sudah berjalan baik, serta menemukan tantangan yang perlu diperbaiki. Tujuannya agar program tetap sesuai rencana, lebih efektif, dan benar-benar bermanfaat bagi kelompok difabel di desa.








Address

Kampung Mekarasih Rt 003 Rw 004 Desa Durajaya Kec Greged
Durajaya
45172

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when FKDC : Forum Komunikasi Difabel Cirebon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to FKDC : Forum Komunikasi Difabel Cirebon:

Share