The Indonesian Conservation Community, Warsi

The Indonesian Conservation Community, Warsi http://warsi.or.id WARSI’s aim is to attempt for a sustainable development that can discharge human need without threatening the future life.

That is why WARSI develops a concept called: Conservation with Community”. However WARSI has a motto “ Conservation for Community Prosperity” not to discard community prosperity for Conservation.

Mulai dari Diri Sendiri: Bersinergi Melawan Krisis Iklim Sepanjang tahun ini, kita menyaksikan dan merasakan sendiri bag...
05/06/2026

Mulai dari Diri Sendiri: Bersinergi Melawan Krisis Iklim

Sepanjang tahun ini, kita menyaksikan dan merasakan sendiri bagaimana suhu udara melonjak drastis. Gelombang panas (heatwave) ekstrem, jadwal musim hujan dan kemarau yang tidak menentu, dan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang serta kekeringan ekstrem. Bumi tidak lagi sekadar mengirimkan sinyal. Ia sedang menunjukkan dampaknya secara langsung pada kehidupan sehari-hari kita. Mengusung tema global "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future" yang diperkuat dengan gerakan nasional "Saatnya Bekerja untuk Iklim", tahun ini kita diingatkan pada satu kebenaran sederhana: alam bukanlah pilihan cadangan, melainkan fondasi utama pertahanan kita melawan krisis iklim.

Namun, sering kali kita merasa tidak berdaya menghadapi isu global sebesar perubahan iklim. Ditambah dengan kondisi pembukaan lahan besar-besaran yang masih menjadi perdebatan saat ini. Padahal jika keharmonisan yang seharusnya dimiliki alam tidak diganggu, alam justru bisa menjadi penangkal bagi perubahan iklim.

Upaya-upaya pelestarian sebenarnya telah dilakukan oleh masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar hutan. Kearifan lokal yang mereka terapkan tidak hanya menjadi langkah pemanfaatan, tetapi juga pelestarian. Pemanfaatan hutan melalui Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), meningkatkan tutupan lahan dengan menanami kebun dengan tanaman kehutanan seperti kopi, durian, jengkol, dan lainnya. Adanya aturan adat yang mengatur soal penebangan pohon dan aktivitas sekitar sumber air, dan masih banyak lagi.

Tentunya, dalam upaya mitigasi perubahan iklim, kita tidak bisa melepaskan tanggung jawab hanya kepada masyarakat yang ada di sekitar dan dalam hutan. Perlu adanya sinergi dari semua pihak. Hal sederhana bisa kita mulai dari diri sendiri seperti membatasi konsumsi plastik sekali pakai, bijak dalam menggunakan energi dan air bersih yang ketersediaannya kian terancam akibat pergeseran iklim, dan mendukung inisiatif lokal menjaga hutan.

Bumi bisa bertahan tanpa manusia, tapi manusia tidak akan bisa bertahan tanpa bumi. Yuk, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Jaga alam kita, jaga masa depan kita! Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!

PengumumanPanitia Tender KKI Warsi menyampaikan bahwa Tender Pengadaan Mesin Roasting dan Grinder Kopi (RKS-005/PPBJ/V/2...
05/06/2026

Pengumuman

Panitia Tender KKI Warsi menyampaikan bahwa Tender Pengadaan Mesin Roasting dan Grinder Kopi (RKS-005/PPBJ/V/2026) dinyatakan gagal karena tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi sesuai RKS.

Terima kasih atas partisipasi seluruh vendor. Informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut proses pengadaan akan disampaikan pada pengumuman berikutnya.

05/06/2026

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

01/06/2026

Dulu, Orang Rimba bisa menggantungkan seluruh hidupnya dari kemurahan hutan. Tapi sekarang, ceritanya sudah berbeda. Mereka harus beradaptasi dan mulai belajar bertani di lahan.

Transisi ini tidak mudah sama sekali bagi Orang Rimba. Mereka harus meraba-raba dari nol dengan modal seadanya dan akses ilmu pertanian yang sangat minim. Parahnya lagi, fenomena El Niño dan cuaca ekstrem belakangan ini membuat hasil pertanian makin sulit diprediksi.

Di tengah kepungan tantangan yang datang bertubi-tubi ini, gimana cara mereka bertahan dan menjaga harapan untuk masa depan?

Simak cerita lengkap perjuangan mereka di video ini, Warsiers!!

KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat

KKI WarsiKonservasi Bersama Masyarakat
30/05/2026

KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat

Perkuat Konservasi Berbasis Komunitas, KKI Warsi Ikuti Pelatihan Internasional Mitigasi Konflik Manusia-Satwa Liar di Ba...
29/05/2026

Perkuat Konservasi Berbasis Komunitas, KKI Warsi Ikuti Pelatihan Internasional Mitigasi Konflik Manusia-Satwa Liar di Bangkok

KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat

21/05/2026

KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat

Di tengah situasi hari ini, ketika ruang hidup masyarakat makin terdesak oleh ekspansi korporasi, suara komunitas sering...
20/05/2026

Di tengah situasi hari ini, ketika ruang hidup masyarakat makin terdesak oleh ekspansi korporasi, suara komunitas sering kali kalah keras dibanding suara investasi.
Hutan dibuka.

Tanah adat menyempit.
Sumber pangan dan ruang hidup perlahan hilang.

Padahal bagi masyarakat, hutan bukan sekadar kawasan kosong. Hutan adalah dapur, sekolah, obat-obatan, budaya, sekaligus identitas hidup.

Film dokumenter Pesta Babi mengingatkan kita: ketika ruang hidup masyarakat hilang, yang lenyap bukan hanya pohon, tetapi juga hubungan manusia dengan alam, tradisi, dan masa depan generasi berikutnya.

Di tengah situasi itu, perempuan dan orang muda hadir menjadi penjaga harapan.
Ada yang membangun usaha kopi berbasis hutan agar masyarakat tetap memiliki penghasilan tanpa merusak alam. Ada p**a anak muda yang patroli hutan, membuat dokumentasi, hingga menyuarakan kondisi kampungnya lewat jurnalisme warga.

Karena menjaga hutan hari ini bukan cuma soal konservasi.
Ini tentang mempertahankan ruang hidup masyarakat.

KKI Warsi mengajak teman-teman untuk ngobrol dan belajar bersama dalam webinar:

“Peran Perempuan dan Orang Muda dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Komunitas”

📅 Kamis, 21 Mei 2026
⏰ 14.00 – 16.30 WIB
📍 Zoom & YouTube KKI WARSI
🔗 Daftar: s.id/JikaHutan

Mari hadir.
Karena menjaga hutan tidak bisa dilakukan sendirian.
Masa depan hutan Indonesia juga ditentukan oleh sejauh mana kita mau mendengar suara komunitas yang telah menjaganya sejak lama.

𝐅𝐞𝐬𝐭𝐢𝐯𝐚𝐥 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐀𝐝𝐚𝐭 𝐉𝐚𝐦𝐛𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐍𝐮𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐋𝐞𝐬𝐭𝐚𝐫𝐢 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑜𝑟𝑜𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛 1,4 𝑗𝑢𝑡𝑎 ℎ𝑒𝑘𝑡𝑎𝑟𝑒 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑡 𝑑𝑖 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖...
19/05/2026

𝐅𝐞𝐬𝐭𝐢𝐯𝐚𝐥 𝐇𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐀𝐝𝐚𝐭 𝐉𝐚𝐦𝐛𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐍𝐮𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐋𝐞𝐬𝐭𝐚𝐫𝐢
𝑀𝑒𝑛𝑑𝑜𝑟𝑜𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛 1,4 𝑗𝑢𝑡𝑎 ℎ𝑒𝑘𝑡𝑎𝑟𝑒 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑡 𝑑𝑖 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎

Di tengah semakin menyempitnya ruang hidup masyarakat adat akibat ekspansi investasi dan alih fungsi kawasan, masyarakat adat terus berdiri di garis depan menjaga hutan yang telah diwariskan turun-temurun. Bagi mereka, hutan bukan sekadar kawasan, tetapi ruang hidup, sumber pangan, budaya, pengetahuan, dan identitas.

Jambi menjadi salah satu daerah pelopor pengakuan hutan adat di Indonesia. Hingga hari ini, telah terbit 29 SK Hutan Adat di Kerinci, Merangin, Sarolangun, dan Bungo. Semua itu lahir dari perjuangan panjang masyarakat adat bersama KKI Warsi melalui pemetaan wilayah adat, penguatan kelembagaan adat, penyusunan sejarah dan hukum adat, hingga advokasi kebijakan daerah dan nasional.

Melalui Festival Hutan Adat Jambi untuk Nusantara Lestari, KKI Warsi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi serta didukung Satunama, Wahana Mitra Mandiri, dan CAPPA mengajak publik untuk memperkuat dukungan terhadap pengesahan UU Masyarakat Adat dan percepatan target 1,4 juta hektare hutan adat di Indonesia.

Festival ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah suara dari masyarakat adat yang terus menjaga hutan di tengah berbagai ancaman. Karena menjaga hutan berarti menjaga masa depan Nusantara.

KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat

Jika Hutan Bisa Bicara, Ini Ceritanya…Di balik lebatnya hutan, ada suara-suara yang jarang kita dengar.Suara perempuan y...
18/05/2026

Jika Hutan Bisa Bicara, Ini Ceritanya…

Di balik lebatnya hutan, ada suara-suara yang jarang kita dengar.
Suara perempuan yang menjaga pangan keluarga dari hasil hutan.
Suara orang muda yang berjalan menyusuri hutan demi menjaga masa depan.
Suara komunitas yang hidup berdampingan dengan alam, bukan sekadar memanfaatkannya.

KKI Warsi mengajak kamu mendengar langsung cerita dari tapak melalui webinar nasional:
“Peran Perempuan dan Orang Muda dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Komunitas”
Kita akan belajar bagaimana perempuan mengelola usaha kopi berbasis hutan, bagaimana anak muda melakukan patroli hutan dan jurnalisme warga, hingga bagaimana suara komunitas dapat menjadi bagian penting dalam menjaga hutan Indonesia.

📅 Kamis, 21 Mei 2026
⏰ 14.00 – 16.30 WIB
📍 Zoom & YouTube KKI WARSI
Daftar Sekarang: https://s.id/JikaHutan

Karena hutan bukan hanya tentang pohon.
Hutan adalah tentang kehidupan, budaya, ekonomi, dan masa depan kita bersama.
Mari hadir, dengarkan, dan sebarkan ceritanya.

Address

Jalan Inu Kertapati No. 12 Pematangsulur Telanaipura
Djambi
36124

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The Indonesian Conservation Community, Warsi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to The Indonesian Conservation Community, Warsi:

Share