02/10/2020
Dalam kisah Nabi Musa a.s yang disampaikan dlm Al-Quran, tongkat beliau berubah wujudnya menjadi bentuk yang lain dalam 3 moment, yaitu :
1. Ketika diangkat sebagai Rasul di bukit Tursina
Tongkat beliau berubah menjadi ular kecil yang bergerak cepat, sebagaimana disebutkan dl QS 20:19-20
"Qoola Alqihaa Yaa Musa"
(Dia (Allah) Berfirmas :"Lemparkanlah Tongkatmu, Hai Musa")
"Fa Alqoohaa Fa Idzaa Hiya HAYYATUN TAS'AA"
(Maka Dia(Musa) Melemparkan Tongkatnya, Maka Tongkatnya Menjadi ULAR KECIL YANG BERGERAK CEPAT)
2. Ketika berhadapan dengan Fir'aun di istananya
Tongkat beliau berubah menjadi ular besar, sebagaimana disebutkan dlm QS 172:107
"Fa Alqoo 'Ashohu Fa Idza Hiya TSU'BAANUN MUBIIN"
(Maka Dia(Musa) Melemparkan Tongkatnya Maka Tongkatnya Menjadi ULAR BESAR YANG NYATA)
3. Ketika berhadapan dengan para penyihir Fir'aun
Tongkat beliau berubah menjadi sesuatu yang menelan tongkat & tali yang dilemparkan para penyihir Fir'aun,
dimana tongkat2 & tali2 tsb dimata ribuan manusia yang menyaksikan terlihat seperti ular2 yang bergerak
Sebagaimana disebutkan dlm QS 172:116-117
" ... Falammaa Alqou Saharuu A'yunannaasu Was Tarhabuu Wa Jaa-u Bi Sihrin 'Adziim"
(Maka Setelah Para Penyihir Itu Melemparkan Tongkat&Tali, Maka Mereka Menyihir Mata Manusia Dan Membuat Takut Orang-Orang(Yang Menyaksikan) Dan Mereka Mereka Datang Dengan Sihir Yang Menakjubkan)
"Wa Au Hainaa Ilaa Muusa An Alqi 'Ashooka, Fa Idzaa Hiya TALQOFU MAA YA-FIKUUN"
(Dan Kami Wahyukan Kepada Musa :"Lemparkan Tongkatmu". Maka Tongkatnya MENELAN (DENGAN CEPAT) SEGALA KEDUSTAAN MEREKA (PARA PENYIHIR))
Pada momen ke 1, Al-Quran menyebutkan perubahan wujud dari tongkat menjadi ular kecil yang bergerak cepat, karena tujuan dari mu'jizat ini adalah sebagai penegas bagi tanda2 kerasulan Musa a.s. bkn utk membuat Nabi Musa a.s takut, meskipun pada saat itu Nabi Musa merasa kaget, sehingga sempat lari menghindar
Pada moment ke 2, Al-Quran menyebutkan perubahan wujud dari tongkat menjadi ular besar yang nyata (mungkin seukuran ular phyton) karena tujuan dari mu'jizat ini adalah membuat takut Fir'aun dengan harapan dia mau beriman. Fir'aun ketakutan tapi tetap ingkar
Pada momen ke 3, Al-Quran tdk menyebutkan perubahan wujud dari tongkat menjadi apa, tapi menyebutkan perbuatan dari tongkat Nabi Musa a.s, mengapa demikian ... ?
Ada beberapa penjelasan yang bisa disampaikan :
- Tongkat tsb berubah menjadi sesuatu,-(sebagian mufassir menyebutkan menjadi ular)- yang besarnya tdk bisa dibayangkan oleh manusia. Dlm beberapa kitab tafsir diantaranya : Bahrul Muhith ( Abu Hayyan Al-Andalusi) dan Mafatihul Ghaib ( Imam Ar-Razi) disebutkan tongkat tsb berubah menjadi ular yang sangat besar luar biasa, yang lebar mulutnya ketika menganga memenuhi ufuk dan menelan semua tongkat & tali yang dilemparkan para penyihir Fir'aun, yang telah menyihir pandangan mata orang2 yg menyaksikan, seolah2 itu adalah ular2 yang merayap.
Karena luar biasa & tdk terbayangkan perubahan wujudnya, maka Al-Quran tdk menyebutkan bentuk perubahan bentuknya, tapi menyebutkan perbuatannya
- Tujuan dari mu'jizat ini adalah utk menafikan sihir yang telah menyihir mata manusia yang menyaksikan pertarungan antara Nabi Musa a.s dan para penyihir Fir'aun, sehingga yang ditekankan adalah konteks perbuatan menafikan sihir tsb, bukan media/benda yang digunakan utk menafikan sihirnya.
Dengan demikian secara ibroh/konteks momen ke 3 ini bisa menginspirasi sepanjang masa, karena bentuk kata kerjanya, yaitu TALQOFU adlah bentuk Fiil Mudhori (Continous), bahwa kebatilan dengan segala media/sarana bisa saja menyihir mata mannusia (baik mata dzhohir maupun mata batin), maka kebenaran juga dengan segala bentuk sarana/media hrs menyampaikan hujahnya agar kebatilan yang menyihir manusia bisa ternafikan
Peristiwa di momen ke 1 & 2 menekankan pada wujud fisik sehingga secara konteks peristiwa tdk akan pernah terulang lagi, karena mu'jizat Nabi berakhir begitu mereka wafat, sedangkan peristiwa di momen ke 3 menekankan pada substansi perbuatan sehingga konteksnya bisa berlangsung sepanjang zaman
والله اعلم