06/02/2026
Seekor ular sanca kembang betina raksasa bernama Ibu Baron ditemukan di wilayah Maros, Sulawesi, dan diyakini sebagai ular liar terpanjang di dunia yang pernah diukur secara resmi. Berdasarkan pengukuran yang disaksikan langsung oleh Guinness World Records pada 18 Januari 2026, panjang tubuh Ibu Baron mencapai 7,22 meter dari kepala hingga ujung ekor dengan bobot 96,5 kilogram. Jika berada dalam kondisi benar-benar rileks, panjang aslinya diperkirakan bisa mendekati 7,9 meter, meski prosedur pembiusan tidak dilakukan demi keselamatan hewan. Penemuan ini menempatkan Ibu Baron melampaui rekor ular sanca liar sebelumnya yang tercatat sepanjang 6,95 meter di Kalimantan Timur pada 1999.
Saat ini, Ibu Baron berada dalam perawatan konservasionis lokal di Maros setelah diselamatkan dari potensi konflik dengan manusia. Keberadaan ular sanca berukuran besar kerap dianggap ancaman serius bagi ternak dan keselamatan warga, sehingga sering berujung pada pembunuhan satwa tersebut. Para ahli menilai meningkatnya interaksi manusia dan ular dipicu oleh menyusutnya habitat alami serta menurunnya ketersediaan mangsa akibat perburuan liar. Penemuan Ibu Baron tidak hanya menjadi catatan penting dalam dunia sains dan konservasi, tetapi juga menegaskan urgensi perlindungan habitat satwa liar di Indonesia.