Majelis Iman Islam

Majelis Iman Islam Akun resmi Majelis Iman Islam (MANIS). | Info dan pendaftaran member klik www.manis.id Grup ini diasuh dan dibimbing oleh beberpa Ustadz & Ustadzah:

Ust. M.


Alhamdulillah kembali dibuka pendaftaran member grup WhatsApp Majelis Iman Islam (MANIS). Saya mengundang Anda Bergabung bersama ribuan anggota dari berbagai penjuru dunia. Sekilas tentang Grup WhatsApp MANIS (Majelis Iman Islam)

MAjelis imaN dan ISlam atau MANIS adalah salah satu media pembelajaran agama Islam melalui media aplikasi WhatsApp. Ahmad Sahal Hasan, Lc
Ust. Farid Nu'ma

n, Hasan SS
Ust. Abdullah Haidir, Lc
Ust. Syahroni Mardani, Lc
Ust. Agung Waspodo, SE, MPP
Ust. Dr. Wido Supraha
Ust. Noorahmat, M.Sc
Ust. Dr. Abbas Mansur Tamam
Ust. Rikza Maulana, Lc, MA
Ust. Dr. Syaiful Bahri, MA
Ust. Umar Hidayat. Ag
Ust. Drs. Muhammad Said, M Hum
Ust. Solikhin Abu Izzudin
Ustzh. Dr. Aan Rohanah, Lc., M.Ag
Ustzh. Wirianingsih, M.Si
Ustzh. Eko Yuliarti Siroj, S.Ag
Ustdzh. Dra. Indra Asih
Ustdzh. Asri Widiarti
Ustdzh. Rochma Yulika S.Ag. S.Pd
Dan Asatidzah lainnya

Materi yang akan disampaikan di grup ini Insya Allah sbb :

SIRAH DAN TARIKH
AL QURAN DAN TAFSIR
FIQIH DAN HADITS
TAZKIYATUN NAFS
DA'WAH DAN HARAKAH
MOTIVASI ISLAMI
TSAQAFAH ISLAMIYAH
KELUARGA
TARBIYATUL AULAD
FIQIH MUAMALAT KONTEMPORER
MUHASABAH
Dan Materi Tematik lainnya

Dengan metode penyampaian yang ringkas, bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Pendaftaran*

� Via Web: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

� Via pesan WhatsApp:
Ketik : Nama - L/P - Asal - No.WA
Contoh: Ahmad - L - Jkt - 0812123456
Kirim ke:
0882-6803-9030 (Ikhwan)
081l21-5015-6161 / 0838-9943-7415 (akhwat)

*Lakukan pendaftaran melalui 1 metode saja (via web atau WA), dan TIDAK MELAYANI pendaftaran via SMS. Semoga dengan bergabungnya kita di Grup Majelis Iman Islam ini dapat menambah ilmu dan semangat dalam beribadah dan berdakwah kepada ALLah Jalla wa 'Ala. Dan semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ALLAH kehendaki kebaikan dengan memahamkan kita kepada agama-Nya. Aamiin. Aplikasi MANIS untuk android bisa jg dinikmati di Google Playstore (Gratis):
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

BaarakaLLahu fiikum.

𝐵𝑒𝓇𝒶𝓂𝒶𝓁𝓁𝒶𝒽𝒮𝑒𝓁𝒶𝑔𝒾 𝒮𝑒𝓂𝓅𝒶𝓉🤍
31/07/2026

𝐵𝑒𝓇𝒶𝓂𝒶𝓁𝓁𝒶𝒽
𝒮𝑒𝓁𝒶𝑔𝒾 𝒮𝑒𝓂𝓅𝒶𝓉
🤍

Syarah Ushul 'Isyrin ke-3(Bag. 2) ➡️ Fiqih dan HaditsOleh:  Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S., M.Sos.🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃*ولكن الإلهام ...
31/07/2026

Syarah Ushul 'Isyrin ke-3
(Bag. 2)


➡️ Fiqih dan Hadits
Oleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S., M.Sos.

🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃

*ولكن الإلهام والخواطر والكشف والرؤى ليست من أدلة الأحكام الشرعية، ولا تعتبر إلا بشرط عدم اصطدامها بأحكام الدين ونصوصه*

Namun, ilham, lintasan hati, kasyf (tersingkapnya sesuatu secara batin), dan mimpi bukanlah dalil untuk menetapkan hukum-hukum syariat, dan itu tidak bisa dianggap (sebagai hujjah) kecuali dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan nash-nashnya.

Penjelasan:

- Ilham (الإلهام) adalah:

عبارة عن إلقاء معنى، أو فكرة، أو خبر، أو حقيقة في النفس، أو القلب، أو الروع، بطريق الفيض،بمعنى: أن يخلق الله -تعالى- فيه علمًا ضرورًّيا، لا يملك المكلَّفُ دفعه بحالٍ من الأحوال

Yakni sebuah ungkapan tentang penyampaian suatu makna, atau gagasan, atau berita, atau suatu kebenaran ke dalam jiwa, hati, atau nurani, dengan cara dilimpahkan. Maksudnya: bahwa Allah Ta‘ala menciptakan dalam diri seseorang suatu pengetahuan yang bersifat pasti (daruriy), yang sama sekali tidak dapat ditolak oleh seorang sudah mukallaf dalam keadaan apa pun. (Ushul Bilaa Ushul, hal. 170-171)

- Khawatir (الخواطر): bisikan hati yang bisa dari Allah, malaikat, diri sendiri, atau syetan.

- Kasyf (الكشف): penyingkapan hakikat ghaib yang kadang dialami sebagian orang shaleh.

- Ru’ya (الرؤيا): mimpi, oleh Rasulullah ﷺ dikatakan bahwa mimpi ada dari Allah dan syetan. Dari Abu Qatadah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الرُّؤْيَا مِنَ اللهِ وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفِثْ حِينَ يَسْتَيْقِظُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَيَتَعَوَّذْ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ

"Mimpi yang baik berasal dari Allah dan hulm (mimpi buruk) berasal dari syetan, maka jika salah seorang kalian melihat ada hal buruk dalam mimpinya, maka meludahlah tiga kali saat bangun dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, karena sesungguhya itu tidak mengganggunya."
(HR. Al Bukhari No. 5747)

- Semua ini (ilham, kasyf, lintasan hati, dan mimpi) bisa benar dan bisa salah, sehingga tidak boleh dijadikan dasar penetapan hukum syariat.

- Semua itu hanya bisa dianggap bernilai bila tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan hukum syariat.

- Misalnya, seorang hamba mendapat mimpi yang mendorongnya untuk rajin shalat malam – itu baik karena sesuai syariat. Tapi bila mimpi atau ilham menyuruh meninggalkan kewajiban syariat, itu ditolak.

- Kaedah penting, bahwa sumber hukum dalam Islam hanyalah: Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas (serta cabang ushul fikih lainnya).

- Adapun mimpi, ilham, atau kasyf hanyalah pengalaman pribadi, bukan dalil syar‘i yang mengikat orang lain.
- Kecuali jika semua itu dialami oleh ilhamnya para Nabi dan Rasul-Nya, begitu p**a mimpi dan kasyfnya, maka itu adalah kebenaran.

Wallahu A'lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Syarah Ushul 'Isyrin ke-3(Bag. 1)➡️ Fiqih dan HaditsOleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S., M.Sos.🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃والإيمان الصادق ...
29/07/2026

Syarah Ushul 'Isyrin ke-3
(Bag. 1)

➡️ Fiqih dan Hadits
Oleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S., M.Sos.

🍃🍃🌺🍃🌺🍃🍃

والإيمان الصادق والعبادة الصحيحة والمجاهدة نور وحلاوة يقذفهما الله في قلب من يشاء من عباده، ولكن الإلهام والخواطر والكشف والرؤى ليست من أدلة الأحكام الشرعية، ولا تعتبر إلا بشرط عدم اصطدامها بأحكام الدين ونصوصه

Iman yang benar, ibadah yang shahih, dan jihad (bersungguh-sungguh di jalan Allah) adalah cahaya dan kelezatan yang Allah lemparkan ke dalam hati siapa saja dari hamba-Nya yang Dia kehendaki. Namun, ilham, lintasan hati, kasyf (tersingkapnya sesuatu secara batin), dan mimpi bukanlah dalil untuk menetapkan hukum-hukum syariat, dan itu tidak bisa dianggap (sebagai hujjah) kecuali dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan nash-nashnya.

Penjelasan:

Secara umum, prinsip ini mengandung tiga pelajaran pokok:

- Cahaya iman, manisnya ibadah, dan ketenangan hati adalah pemberian Allah Ta'ala kepada hamba yang berjuang di jalan-Nya.

- Tetapi, dalam perkara hukum syariat, tolak ukurnya hanyalah wahyu (Al-Qur’an & Sunnah), bukan perasaan, mimpi, atau pengalaman spiritual.

- Ilham, mimpi, lintasan hati, dan kasyf (klaim mampu menyingkap yang ghaib) boleh jadi bermanfaat bagi pribadi tertentu, tetapi semua itu tidak boleh dijadikan dalil hukum yang mengikat umat, karena sumber hukum Islam hanyalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma‘, dan Qiyas yang shahih.

الإيمان الصادق

Iman yang benar

Yaitu Iman yang bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi meyakini dalam hati dan dibuktikan dengan amal. Inilah makna iman yg sejati. Jika salah satu dari tiga hal ini tidak ada, maka gugurlah keimanan tersebut menurut umumnya Ahlussunah wal Jamaah. Ada pun Murji'ah, mereka tidak memandang "amal" sebagai elemen penting bagi keimanan, dengan kata lain bagi Murji'ah iman cukup di hati dan pengakuan mulut saja.

Kedudukan amal sebagai elemen penting dalam iman, disebutkan dalam Al Quran seperti ayat "wahai orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa", atau "wahai orang beriman, diwajibkan atasmu berperang", atau "wahai orang beriman, diwajibkan atasmu menjalankan hukum qishash dalam pembunuhan", dll.

Atau dalam hadits-hadits shahih, "siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya", atau "siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya", atau "iman yang paling rendah adalah memindahkan gangguan dari jalan".

Semua dalil ini menunjukkan bahwa amal shaleh merupakan elemen penting dalam makna keimanan.

العبادة الصحيحة

ibadah yang lurus

Yaitu Ibadah yang didasari keimanan, dijalankan sesuai tuntunan Rasul ﷺ, dan dengan hati yang ikhlas karena Allah, jauh dari penyimpangan dan riya.

Al Fudhail bin 'Iyadh Rahimahullah mengatakan:

إنَّ الْعَمَلَ إذَا كَانَ صَوَابًا وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا لَمْ يُقْبَلْ . وَإِذَا كَانَ خَالِصًا وَلَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَمْ يُقْبَلْ حَتَّى يَكُونَ خَالِصًا صَوَابًا . وَالْخَالِصُ : أَنْ يَكُونَ لِلَّهِ وَالصَّوَابُ أَنْ يَكُونَ عَلَى السُّنَّةِ

“Sesungguhnya amal itu, jika benar tetapi tidak ikhlas, tidak akan diterima. Dan jika ikhlas tetapi tidak benar, juga tidak diterima. Sampai amal itu ikhlas dan benar. Ikhlas adalah menjadikan ibadah hanya untuk Allah, dan benar adalah sesuai dengan sunah." (Imam Ibnu Taimiyah, Majmu' Al Fatawa, 6/345)

Sa'id bin Jubair Rahimahullah mengatakan:

لَا يُقْبَلُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ إلَّا بِنِيَّةِ وَلَا يُقْبَلُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ إلَّا بِمُوَافَقَةِ السُّنَّة

“Tidak akan diterima ucapan dan amal perbuatan, kecuali dengan niat, dan tidak akan diterima ucapan, perbuatan dan niat, kecuali bersesuaian dengan sunah.” (Ibid)

المجاهدة

bersungguh-sungguh

Yaitu berjihad melawan hawa nafsu, syahwat, waswas setan, dan godaan dunia agar tetap di jalan Allah. Sebagaimana firman-Nya:

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا وإن الله لمع المحسنين

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami dan Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)

نور وحلاوة

Cahaya dan kelezatan

Yaitu Buah dari tiga hal di atas adalah نور (cahaya), yakni pemahaman, petunjuk, dan keteguhan dalam agama, serta حلاوة (kelezatan), yaitu manisnya iman yang dirasakan dalam hati.

Allah Ta'ala berfirman:

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ...

“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, di dalamnya ada pelita besar…” (QS. An-Nur: 35)

Ibnu Abbas menjelaskan makna "Allah adalah cahaya langit dan bumi":

هادي أهل السماوات والأرض

Allah adalah pemberi petunjuk bagi penduduk langit dan bumi. (Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, jilid. 19, hal. 177)

Ada pun tentang manisnya iman, Rasulullah ﷺ menceritakan ciri-cirinya:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Dari Anas bin Malik dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

"Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman:

1⃣ Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.

2⃣ Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.

3⃣ Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka." (HR. Bukhari no. 16, Muslim no. 43)

يقذفهما الله في قلب من يشاء

Allah Ta'ala curahkan di dalam hati siapapun yang Dia kehendaki

Kalimat ini menunjukkan bahwa cahaya dan manisnya iman adalah karunia Allah, bukan semata usaha manusia. Oleh karena itu, jangan terperdaya oleh amal dan usaha, tapi juga mintalah kepada Allah Ta'ala petunjuk-Nya, mahabbah, dan manisnya iman.

Allah Ta'ala mengajarkan doa:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dan karuniakanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu; sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi.” (QS. Ali 'Imran: 8)

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:

يا مقلب القلوب، ثبت قلبي على دينك

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. at-Tirmidzi no. 3522, hasan)

Doa lainnya:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

“Ya Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku.” (HR. Muslim no. 2725)

Bersambung...

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Tujuh Manfaat Diam➡️ Tazkiyatun NafsOlehi: Ustadz Faisal Kunhi M.A.🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹  فَوَائِدُ الصَّمْتِ السَّبْعُTujuh Manfaat ...
27/07/2026

Tujuh Manfaat Diam

➡️ Tazkiyatun Nafs
Olehi: Ustadz Faisal Kunhi M.A.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

فَوَائِدُ الصَّمْتِ السَّبْعُ
Tujuh Manfaat Diam

الأُولَى: عِبَادَةٌ مِنْ غَيْرِ عَنَاءٍ.
Pertama:
Ibadah tanpa rasa lelah.

الثَّانِيَةُ: زِينَةٌ مِنْ غَيْرِ حُلِيٍّ.
Kedua:
Perhiasan tanpa perlu memakai perhiasan.

الثَّالِثَةُ: هَيْبَةٌ مِنْ غَيْرِ سُلْطَانٍ.
Ketiga:
Kewibawaan tanpa kekuasaan.

الرَّابِعَةُ: حِصْنٌ مِنْ غَيْرِ حَائِطٍ.
Keempat:
Benteng perlindungan tanpa tembok.

الْخَامِسَةُ: الِاسْتِغْنَاءُ عَنِ الِاعْتِذَارِ لِأَحَدٍ.
Kelima:
Tidak perlu meminta maaf kepada siapa pun (karena terhindar dari ucapan yang menyakiti).

السَّادِسَةُ: رَاحَةٌ لِلْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ.
Keenam:
Memberi ketenangan bagi para malaikat pencatat amal.

السَّابِعَةُ: سَتْرُ عُيُوبِ الْجَاهِلِ.
Ketujuh:
Menutupi aib orang yang bodoh (karena dengan banyak berbicara, kebodohan seseorang mudah tampak).

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow IG MANIS :
https://instagram.com/majelis_manis?igshid=YmMyMTA2M2Y=

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 5512 212 725
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/6287782223130

Mengapa Menghafal Sedikit Demi Sedikit Lebih Baik daripada Berhenti Sama Sekali​Terjebak dalam Ilusi Waktu Luang➡️ Inter...
27/07/2026

Mengapa Menghafal Sedikit Demi Sedikit Lebih Baik daripada Berhenti Sama Sekali
​Terjebak dalam Ilusi Waktu Luang

➡️ Interaksi Al-Quran
Oleh: Ustadz Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Alarm berbunyi saat langit masih gelap, dan Anda pun bersiap menghadapi hari hari yang padat. Mulai dari rapat yang tak berkesudahan, tenggat waktu pekerjaan yang terus mengejar, hingga kelelahan mental yang menguras sisa energi saat perjalanan p**ang. Di tengah rutinitas yang seolah tanpa jeda ini, pernahkah Anda merenung sejenak dan merasa bahwa waktu dua puluh empat jam tidak pernah cukup untuk sekadar menyapa ruang batin Anda sendiri. Kita sering kali membiarkan diri kita terjebak dalam ilusi waktu luang, menanti datangnya saat yang lapang untuk memulai hal hal yang bermakna.

​Melepaskan Tuntutan Kesempurnaan

Ada sebuah pemahaman keliru yang sering dijadikan tameng penundaan oleh banyak orang. Kita kerap merasa bahwa berinteraksi dengan Al Qur'an atau mengikuti bimbingan menghafal membutuhkan dedikasi waktu berjam jam. Ketika kesibukan memuncak dan kelelahan melanda, rasa takut akan ketidaksempurnaan membuat kita memilih untuk berhenti sama sekali. Padahal, logika duniawi yang selalu menuntut pencapaian instan tidak selalu sejalan dengan dimensi spiritual. Panggilan langit tidak pernah memaksa Anda untuk menjadi sempurna dalam semalam. Berhenti sepenuhnya justru akan memutus ikatan ketenangan yang telah susah payah Anda bangun.

​Kalkulasi Keuntungan dari Aset Abadi

Mari kita pandang hal ini layaknya membangun sebuah portofolio investasi masa depan. Anda mungkin tidak selalu memiliki sumber daya untuk menyetorkan modal besar setiap hari. Namun, seorang perencana yang bijak sangat menyadari bahwa konsistensi, sekecil apa pun itu, akan menggulung keuntungan berlipat ganda seiring berjalannya waktu. Begitu p**a dengan setoran hafalan Anda. Mengulang satu ayat secara rutin adalah mata uang ketekunan yang sedang Anda kumpulkan sedikit demi sedikit. Manajemen waktu yang ideal bukan berarti mengosongkan jadwal, melainkan menempatkan aset abadi ini secara cerdas di sela sela kesibukan profesional Anda. Keuntungan batin dari langkah kecil ini jauh melampaui kalkulasi untung rugi dari sekadar berdiam diri.

​Memulai Kembali Hari Ini

Anda tidak perlu merasa bersalah atas hari hari yang terlanjur terlewat begitu saja. Jangan biarkan beban masa lalu menghentikan tekad Anda untuk terus menyambung rantai tradisi spiritual ini. Target kita untuk hari ini bukanlah menghabiskan satu halaman penuh atau menyelesaikan hafalan panjang. Cukup sisihkan waktu lima menit saja sebelum Anda menatap layar komputer atau saat jeda istirahat siang nanti. Buka kembali mushaf Anda, dan bacalah satu ayat dengan pikiran yang tenang. Satu langkah kecil yang dieksekusi hari ini jauh lebih nyata dan berharga dibandingkan janji besar pada esok hari. Mari kita mulai melangkah lagi saat ini juga.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Bacaan Ruku' dan Sujud➡️ Ustadz MenjawabOleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan ==============🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃Pertanyaan==========السلام...
24/07/2026

Bacaan Ruku' dan Sujud

➡️ Ustadz Menjawab
Oleh: Ustadz Farid Nu'man Hasan
==============
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Pertanyaan
==========
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Ustadz...
Izin bertanya.
Untuk bacaan saat ruku':
_Subhana robbiyal 'adhiimi wa bihamdih_

Dan bacaan sujud :
_Subhana robbiyal a'laa wa bihamdih_

Adakah dalil yang menunjukkan tentang bacaan ini?
Mohon penjelasannya Ustadz.

Jawaban
=========
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة

Bacaan Ruku

Bacaan tasbih saat ruku' ada beberapa versi. Di antaranya:

1. Subhana rabbiyal 'azhim

Huzaifah bin al Yaman Radhiyallahu' Anhu berkata:

ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Kemudian Beliau ruku', lalu membaca: "SUBHANA RABBIYAL 'AZHIM"

(HR. Muslim no. 772)

Dalam hadits Abu Daud (no. 874), Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengulangnya sampai dua kali saja. Dalam hadits An Nasa'i (no. 1133) diulang sampai tiga kali.

Seandainya sekali, itu sudah sah dan tidak mengapa.

Imam At Tirmidzi Rahimahullah mengatakan:

وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ قَالَ أَسْتَحِبُّ لِلْإِمَامِ أَنْ يُسَبِّحَ خَمْسَ تَسْبِيحَاتٍ لِكَيْ يُدْرِكَ مَنْ خَلْفَهُ ثَلَاثَ تَسْبِيحَاتٍ وَهَكَذَا قَالَ إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ

Diriwayatkan dari Abdullah bin al Mubarak bahwa dia berkata: "Saya menyukai jika imam bertasbih sebanyak lima kali, agar makmumnya bisa sempat membaca tiga kali." Demikian ini juga dikatakan Ishaq bin Ibrahim. (Sunan At Tirmidzi, Hal. 59)

2. Subhana Rabbiyal 'azhimi wa bihamdih

Dari 'Uqbah bin 'Amir Radhiyallahu' Anhu:

إِذَا رَكَعَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا وَإِذَا سَجَدَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا

Jika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ruku', Beliau membaca: Subhana Rabbiyal 'azhimi wa bihamdih (3X), dan jika Beliau sujud membaca: Subhana Rabbiyal a' la wa bihamdih (3X).

(HR. Abu Daud no. 870)

Hanya saja riwayat ini diperselisihkan keshahihannya. Sebagian mengatakan dhaif, sebagian lain mengatakan tidak masalah karena banyaknya jalur yang menyebut hadits ini.

Imam Abu Daud mengatakan:

وَهَذِهِ الزِّيَادَةُ نَخَافُ أَنْ لَا تَكُونَ مَحْفُوظَةً

Tambahan ini (yaitu wa bihamdih) kami khawatir tidak terjaga. (Sunan Abi Daud, Hal. 109)

Imam Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan - seperti dikutip oleh Imam Asy Syaukani:

إِسْنَادُهُ ضَعِيْفٌ وَقَدْ أَنْكَرَ هَذِهِ الزِّيَادَةَ ابْنُ الصَّلاَحِ وَغَيْرُهُ وَلَكِنْ هَذِهِ الطُّرُقُ تَتَعَاضَدُ فَيَرُدُّ بِهَا هَذَا اْلإِنْكَارُ وسئل أحمد عنها فقال: أما أنا فلا أقول وبحمده. إنتهى

Sanadnya dhaif. Ibnush Shalah dan lainnya mengingkari tambahan ini. Tetapi berbagai jalur ini menolak pengingkaran itu. Sementara Imam Ahmad ditanya tentang tambahan itu, dia menjawab: "Saya tidak membacanya." (Nailul Authar, 1/844-845)

Syaikh al Albani menshahihkan dalam Shifatus Shalah, Hal. 146, tapi mendhaifkannya dalam Dhaif Sunan Abi Daud 2/388-340.

3. Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli

Aisyah Radhiallahu 'Anha bercerita bahwa bacaan yang paling banyak dibaca Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sat ruku' dan sujudnya adalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli. (Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan dengan memujiMu, ya Allah, ampunilah aku)

(HR. Bukhari no. 761, dan Muslim no. 484)

*Bacaan Sujud*

Ada beberapa versi dzikir dan doa sujud yang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam contohkan, kita boleh memilihnya atau memakai semuanya.

Pertama

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhana Rabbiyal A'la (3x).

(HR. An Nasa'i no. 1133, shahih)

Kedua.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلاثًا

Subhana Rabbiyal a'la wabihamdih (baca saat sujud 3x)

(HR. Abu Daud no. 870. Shahih. Lihat Shifah Ash Shalah, Hal. 133)

Ketiga

سبوح قدوس رب الملائكة والروح

Subbuuhun quddus rabbul malaaikati war ruuh (baca saat ruku dan sujud)

(HR. Muslim no. 487)

Keempat

سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفر لي

Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfir liy (baca saat ruku' dan sujud)

(HR. Muttafaq 'Alaih)

Kelima

اللهم اغفر لي ذنبي كله. دقه وجله. وأوله وآخره. وعلانيته وسره

Allahummaghfirli Dzanbi Kullahu Diqqahu Wajullahu Wa Awwalahu Wa Akhirahu Wa 'Alaniyatahu Wa Sirrahu

“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang nampak dan tersembunyi. (HR. Muslim no. 483)

Tentang doa-doa di atas, Imam An Nawawiy menjelaskan:

ولكن الأفضل أن يجمعَ بين هذه الأذكار كلها إن تمكن من ذلك بحيث لا يشقّ على غيره ، ويقدّم التسبيح منها ، فإن أراد الاقتصارَ فيستحبُّ التسبيح . وأدنى الكمال منه ثلاث تسبيحات ، ولو اقتصر على مرّة كان فاعلاً لأصل التسبيح . ويُستحبّ إذا اقتصر على البعض أن يفعل في بعض الأوقات بعضها ، وفي وقت آخر بعضاً آخر ، وهكذا يفعل في الأوقات حتى يكون فاعلاً لجميعها " انتهى .

Tetapi yang lebih utama adalah menggabungkan semua itu kalau memungkinkan, dan tidak membuat berat orang lain (makmum). Bacaan tasbih hendaknya didahulukan. Kalau hendak baca yang pendek maka disunnahkan yang tasbih. Kesempurnaan yang minimal adalah dia baca 3 kali tasbih itu.

Juga disukai jika dia membaca yang pendek adalah satu jenis, maka di waktu lain jenis yang lain. Begitulah yang dia lalukan diberbagai kesempatan, sehingga semuanya pernah dibaca.

(Al Adzkar, Hal. 86)

Demikian.
Wallahu A'lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow IG MANIS : http://instagraVm.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

Address

Jalan Bhakti RTM Kelapa Dua RT/RW/12/10 No. 52 Tugu Cimanggis
Depok
16451

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Iman Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Majelis Iman Islam:

Shortcuts

Share