08/05/2026
https://yayasankaki.com/health
# # Observasi Fisik Aset Program HIV/AIDS Tahun 2025 Dilaksanakan Bersama Auditor Independen
Dalam rangka memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, kegiatan observasi fisik aset untuk Program *Indonesia HIV Response: Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030* telah dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan observasi tersebut dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik **Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan**, anggota jaringan internasional BDO, bersama staf yang ditunjuk dari SSR **Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia (KAKI)**. Observasi dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi dan pemeriksaan aset tetap yang digunakan dalam pelaksanaan program dukungan penanggulangan HIV/AIDS.
Program ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan **Global Fund** melalui Principal Recipient (PR) **Indonesia AIDS Coalition (IAC)** dan Sub Recipient (SR) **Kalandara** untuk periode pelaksanaan 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025. Kegiatan observasi fisik aset menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana program tercatat, digunakan, serta dikelola sesuai ketentuan tata kelola organisasi dan standar audit yang berlaku.
Sebagai implementer program di tingkat komunitas, SSR KAKI berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program HIV/AIDS berbasis komunitas di Kota Depok melalui penguatan sistem komunitas, pendekatan hak asasi manusia, edukasi pencegahan HIV, peningkatan akses layanan kesehatan, serta pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap populasi kunci dan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Kolaborasi antara SSR KAKI, SR Kalandara, dan PR Indonesia AIDS Coalition (IAC) menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola program yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dukungan pendanaan dari Global Fund juga mendorong penguatan sistem monitoring, evaluasi, serta pengelolaan aset program agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pencapaian target nasional eliminasi AIDS tahun 2030.
Melalui kegiatan observasi fisik aset ini, seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga integritas pelaksanaan program serta memastikan setiap dukungan sumber daya program benar-benar digunakan untuk memperkuat layanan dan respon HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di tingkat komunitas.