13/07/2026
INDIES: Solidaritas Perjuangan Suku Bangsa Minoritas Sakai – Kabupaten Siak, Provinsi Riau
“Mengecam Kekerasan dan Intimidasi Perusahaan Perkebunan Sawit PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group)
Kembalikan Tanah Suku Bangsa Minoritas Sakai”
Institute for National and Democracy Studies (INDIES) mengecam keras tindakan intimidasi, kekerasan dan pemukulan secara brutal terhadap suku bangsa minoritas Sakai yang kembali terjadi pada tanggal 9 Juli 2026 pukul 17.30 WIB di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Hal tersebut dialami oleh 4 orang pemuda suku bangsa minoritas (SBM) Sakai yakni Ariya (21), Shd (25), YS (29), dan TP (24) yang sedang melintas di jalan umum lintas Chevron dan areal perkebunan kelapa sawit PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group). Tanpa bukti apapun, mereka dituduh berencana mencuri sawit. Padahal selama ini, keberadaan PT Ivo Mas Tunggal (IMT) justru berada di atas tanah ulayat Sakai.
Setelah terjadi penghadangan dan pengejaran terhadap keempat pemuda Sakai tersebut, petugas keamanan perusahaan IMT menangkap, menyeret, memukuli secara brutal satu orang pemuda Sakai, yaitu Ariya (21) hingga korban mengalami luka dan memar di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya, kuku terkelupas, kepala bocor dan luka terbuka, serta kerusakan parah pada kendaraan motornya. Selain luka-luka, korban mengalami ketakutan dan trauma akibat tindakan tersebut. Pengeroyokan dan pemukulan brutal tersebut dilakukan oleh 17 (tujuh belas) orang petugas keamanan perusahaan berseragam di dalam area PT. Ivo Mas Tunggal, Samsam estate.
Korban sempat ditahan oleh para pelaku di areal perusahaan. Sedangkan upaya penanganan hukum sangat lambat dan diskriminatif karena pihak kepolisian setempat justru mengabaikan laporan korban dan masyarakat, tidak bertindak cepat menangkap para pelaku dan memproses hukum untuk memberikan keadilan bagi para korban. Sampai saat ini, seluruh pelaku belum dipanggil dan ditahan oleh aparat kepolisian di Kec. Kandis, Kabupaten Siak.
Peristiwa penganiayaan tersebut, menambah penderitaan, penindasan dan tindakan kekerasan terhadap suku bangsa minoritas Sakai di atas tanah leluhurnya sendiri. Pada 2 Agustus 2024, tindakan pemukulan terhadap anak perempuan suku Sakai berumur 14 tahun bernama Rani, yang dilakukan oleh preman sewaan PT IMT yang mengakibatkan korban harus dibawa ke rumah sakit. Pada 6 Agustus 2024, preman sewaan PT. IMT juga melakukan penganiayaan terhadap 20 orang suku Sakai. Kemudian, pada Desember 2025, suku bangsa minoritas Sakai juga mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh PT. SIS.
INDIES menyatakan solidaritas terhadap perjuangan suku bangsa minoritas Sakai dan mendukung sepenuhnya tuntutannya atas tindakan kekerasan yang dialami oleh pemuda Sakai:
1. Pemerintah harus bertanggungjawab dengan cara segera mengakui keberadaan tanah ulayat suku bangsa minoritas Sakai seluas 6.500 hektar dan penghormatan negara berupa Peraturan Daerah Kabupaten Siak dan Peraturan Daerah Provinsi Riau.
2. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kandis segera mengusut tuntas pemukulan, pengeroyokan dan penghinaan yang dilakukan oleh pihak keamanan PT Ivo Mas Tunggal terhadap suku bangsa minoritas Sakai yang terjadi pada 9 Juli 2026.
3. PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group) harus bertanggung jawab atas peristiwa pemukulan dan kekerasan yang terjadi pada 9 Juli 2026 dan kejadian-kejadian sebelumnya.
INDIES mendukung sepenuhnya perjuangan suku bangsa minoritas Sakai, pemuda, perempuan bersama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) dan organisasi lainnya di Kabupaten Kandis, Provinsi Riau serta menyerukan solidaritas yang kuat dari seluruh rakyat dan organisasi bagi perjuangan suku Sakai mempertahankan martabatnya, hak tanah ulayat Sakai, dan hak-hak demokratisnya sebagai bangsa dan rakyat Indonesia.
INDIES meyakini bahwa keadilan, demokrasi sejati dan kemajuan bagi suku bangsa minoritas di Indonesia hanya dapat terwujud dengan kemenangan land reform sejati yang menghancurkan monopoli tanah dalam sistem setengah feudal yang telah lama menghisap dan menenggelamkan kaum tani dan rakyat Indonesia dalam kubangan keterbelakangan.
Jakarta, 12 Juli 2026
Institute for National and Democracy Studies (INDIES)
Kurniawan Sabar
Direktur