INDIES Indonesia

INDIES Indonesia Institute for National and Democracy Studies (INDIES) menguatkan kedaulatan rakyat.

INDIES merupakan Organisasi Non-Pemerintah (Non Government Organization/NGO) yang berkedudukan di Jakarta, Indonesia. INDIES didirikan pada Februari 2006 yang difasilitasi oleh aktivis sosial dan akademisi. Visi INDIES adalah mengangkat dan menguatkan kedaulatan rakyat melalui gerakan sosial. Visi ini menjadi ruh dalam misi INDIES untuk menguatkan kedaulatan rakyat dan memfasilitasi transformasi s

osial melalui kerja riset dan studi, kampanye, edukasi, dan pembangunan jaringan nasional dan internasional. INDIES senantiasa menggalang dukungan, kerjasama, dan aliansi dengan berbagai individu, Organisasi Rakyat, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan kalangan profesional dengan prinsip demokratis, adil, dan mengabdikan perjuangan nasional untuk menguatkan perjuangan buruh, kaum tani, buruh migran, perempuan, pemuda – mahasiswa, kaum miskin urban, dan kelompok minoritas untuk mengangkat kedaulatan rakyat.

INDIES: Solidaritas Perjuangan Suku Bangsa Minoritas Sakai – Kabupaten Siak, Provinsi Riau“Mengecam Kekerasan dan Intimi...
13/07/2026

INDIES: Solidaritas Perjuangan Suku Bangsa Minoritas Sakai – Kabupaten Siak, Provinsi Riau

“Mengecam Kekerasan dan Intimidasi Perusahaan Perkebunan Sawit PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group)
Kembalikan Tanah Suku Bangsa Minoritas Sakai”

Institute for National and Democracy Studies (INDIES) mengecam keras tindakan intimidasi, kekerasan dan pemukulan secara brutal terhadap suku bangsa minoritas Sakai yang kembali terjadi pada tanggal 9 Juli 2026 pukul 17.30 WIB di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Hal tersebut dialami oleh 4 orang pemuda suku bangsa minoritas (SBM) Sakai yakni Ariya (21), Shd (25), YS (29), dan TP (24) yang sedang melintas di jalan umum lintas Chevron dan areal perkebunan kelapa sawit PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group). Tanpa bukti apapun, mereka dituduh berencana mencuri sawit. Padahal selama ini, keberadaan PT Ivo Mas Tunggal (IMT) justru berada di atas tanah ulayat Sakai.

Setelah terjadi penghadangan dan pengejaran terhadap keempat pemuda Sakai tersebut, petugas keamanan perusahaan IMT menangkap, menyeret, memukuli secara brutal satu orang pemuda Sakai, yaitu Ariya (21) hingga korban mengalami luka dan memar di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya, kuku terkelupas, kepala bocor dan luka terbuka, serta kerusakan parah pada kendaraan motornya. Selain luka-luka, korban mengalami ketakutan dan trauma akibat tindakan tersebut. Pengeroyokan dan pemukulan brutal tersebut dilakukan oleh 17 (tujuh belas) orang petugas keamanan perusahaan berseragam di dalam area PT. Ivo Mas Tunggal, Samsam estate.

Korban sempat ditahan oleh para pelaku di areal perusahaan. Sedangkan upaya penanganan hukum sangat lambat dan diskriminatif karena pihak kepolisian setempat justru mengabaikan laporan korban dan masyarakat, tidak bertindak cepat menangkap para pelaku dan memproses hukum untuk memberikan keadilan bagi para korban. Sampai saat ini, seluruh pelaku belum dipanggil dan ditahan oleh aparat kepolisian di Kec. Kandis, Kabupaten Siak.

Peristiwa penganiayaan tersebut, menambah penderitaan, penindasan dan tindakan kekerasan terhadap suku bangsa minoritas Sakai di atas tanah leluhurnya sendiri. Pada 2 Agustus 2024, tindakan pemukulan terhadap anak perempuan suku Sakai berumur 14 tahun bernama Rani, yang dilakukan oleh preman sewaan PT IMT yang mengakibatkan korban harus dibawa ke rumah sakit. Pada 6 Agustus 2024, preman sewaan PT. IMT juga melakukan penganiayaan terhadap 20 orang suku Sakai. Kemudian, pada Desember 2025, suku bangsa minoritas Sakai juga mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh PT. SIS.

INDIES menyatakan solidaritas terhadap perjuangan suku bangsa minoritas Sakai dan mendukung sepenuhnya tuntutannya atas tindakan kekerasan yang dialami oleh pemuda Sakai:
1. Pemerintah harus bertanggungjawab dengan cara segera mengakui keberadaan tanah ulayat suku bangsa minoritas Sakai seluas 6.500 hektar dan penghormatan negara berupa Peraturan Daerah Kabupaten Siak dan Peraturan Daerah Provinsi Riau.
2. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kandis segera mengusut tuntas pemukulan, pengeroyokan dan penghinaan yang dilakukan oleh pihak keamanan PT Ivo Mas Tunggal terhadap suku bangsa minoritas Sakai yang terjadi pada 9 Juli 2026.
3. PT Ivo Mas Tunggal (Sinar Mas Group) harus bertanggung jawab atas peristiwa pemukulan dan kekerasan yang terjadi pada 9 Juli 2026 dan kejadian-kejadian sebelumnya.

INDIES mendukung sepenuhnya perjuangan suku bangsa minoritas Sakai, pemuda, perempuan bersama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) dan organisasi lainnya di Kabupaten Kandis, Provinsi Riau serta menyerukan solidaritas yang kuat dari seluruh rakyat dan organisasi bagi perjuangan suku Sakai mempertahankan martabatnya, hak tanah ulayat Sakai, dan hak-hak demokratisnya sebagai bangsa dan rakyat Indonesia.

INDIES meyakini bahwa keadilan, demokrasi sejati dan kemajuan bagi suku bangsa minoritas di Indonesia hanya dapat terwujud dengan kemenangan land reform sejati yang menghancurkan monopoli tanah dalam sistem setengah feudal yang telah lama menghisap dan menenggelamkan kaum tani dan rakyat Indonesia dalam kubangan keterbelakangan.

Jakarta, 12 Juli 2026
Institute for National and Democracy Studies (INDIES)

Kurniawan Sabar
Direktur

Siaran PersInternational League of People’s Struggle (ILPS) Indonesia Chapter“Mengecam Rentetan Kekerasan dan Pembunuhan...
03/07/2026

Siaran Pers
International League of People’s Struggle (ILPS) Indonesia Chapter

“Mengecam Rentetan Kekerasan dan Pembunuhan di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah, Pemerintahan Prabowo Subianto Segera Hentikan Militerisasi dan Kekerasan di Papua”

16/06/2026

12 Juni 2026 memberikan pelajaran yang sangat berharga dari aksi massa di tengah tindasan dan isolasi berlapis dari ribuan pasukan militer dan polisi negara dibawah kekuaasaan fasis pemerintahan Prabowo Subianto. Barisan aksi tetap tegak, protes dan perlawanan tidak kenal surut, tuntutan digaungkan sepanjang aksi; Turunkan Harga Kebutuhan Hidup Rakyat, Kebutuhan Produksi dan Harga Bahan Bakar Minyak Seluruh Jenis! Hentikan Program MBG, KDMP dan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP)! Perbaiki Harga Komoditas Pertanian Kaum Tani! Hentikan Perampasan Tanah dan Penggusuran dalam Bentuk Apapun! Hentikan Penempatan perwira dan purnawirawan militer dan polisi dalam jabatan sipil strategis negara!

Solidaritas, dukungan dan rasa cinta atas perjuangan rakyat dan mahasiswa tidak bisa terbendung. Para pekerja kantor, sukarelawan tenaga medis, barisan ojek online, pemuda, ibu-ibu, komunitas dan organisasi rakyat dari berbagai tempat datang memberi dukungan dan semangat dengan caranya sendiri, membawa makanan, air minum, obat-obatan hingga teriakan lantang menentang blokade militer dan polisi. Ribuan mata kamera warga menyebarkan semangat aksi menjadi mata rakyat atas perjuangan hari ini.

Disiplin, keterorganisasian, tekad dan solidaritas seluruh massa aksi dari awal hingga akhir aksi di malam hari menjadi penyemangat untuk bangkit dan meluasnya perjuangan demokratis rakyat di hari-hari berikutnya dalam rangka pembebasan bangsa dan rakyat Indonesia.

Credit : beni

14/06/2026

Demokrasi semakin hancur di tangan kekuasaan rezim fasis Pemerintahan Prabowo Subianto, boneka imperialis AS dan kaki tangannya, promotor demokrasi palsu di Indonesia. Setiap hari kita menyaksikan betapa sulitnya rakyat mempertahankan hak fundamental warga negara (citizenship rights).

12 Juni 2026, mobilisasi aksi damai mahasiswa dari Universitas Indonesia dan kampus-kampus di Jabodetabek ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat sebagai ekspresi perlawanan atas kebijakan dan program yang menindas dan menghisap dihadapi dengan intimidasi, disinformasi dan blokade jalan berkali-kali hingga pengerahan kekuatan militer dan kepolisian untuk memberangus kebebasan berekspresi dan berpendapat di muka umum. Rezim ini lebih memilih menggagalkan daripada menyambut aspirasi sejati rakyat.

Namun, tekad memenangkan tuntutan rakyat dengan kepemimpinan yang kuat telah membimbing aksi massa menemukan jalan untuk terus maju, terorganisir, meruntuhkan penghalang dan rasa takut di hadapan barisan penindas. Setiap langkah maju barisan mahasiswa dan rakyat hingga ke titik terdepan adalah harapan tampilnya kekuatan demokratis yang tegak dan berani berhadapan dengan kekuasaan fasis rezim saat ini. Naiknya harga bahan bakar minyak menjadi pembakar perlawanan rakyat tertindas dan terhisap untuk pembebasan nasional versus kekuasaan bersama borjuasi besar komparador dan tuan tanah besar di bawah rezim fasis Pemerintahan Prabowo Subianto.

Credit:
FMN UNIVERSITAS INDONESIA
INDIES
beni
Agnes



2 Juni 2026, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.Diskusi Publik “Membongkar Agenda Transisi Energi Indonesia;...
08/06/2026

2 Juni 2026, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Diskusi Publik “Membongkar Agenda Transisi Energi Indonesia; Dampak Industri Hijau, PLTU Captive dan Urgensi Revisi Perpres 112/2022”

Percepatan energi terbarukan untuk transisi energi tidak memutus ketergantungan pada energi dari sumber kotor yang memperburuk krisis iklim di Indonesia. Alih-alih dihentikan, batu bara terus dikeruk, kebijakan negara memfasilitasi pembakaran batubara untuk pasokan listrik industri (off-grid captive power plant) yang jumlahnya meningkat signifikan.

Ironisnya, kebijakan ini melayani ekosistem industri nikel termasuk produksi nikel matte (Ni-matte) untuk baterai kendaraan listrik (EVs) melalui program hilirisasi (nickel and derivative products). Meskipun produksinya sangat terbatas, pemerintah mengemas skema ini dengan klaim berlebihan sebagai langkah “transisi energi ramah iklim dari sektor transportasi”. Tuan tanah besar dan korporasi raksasa internasional (tambang nikel, smelter, PLTU, pengangkutan dan EV automakers) mendapatkan keuntungan berlipat dari akumulasi kapital dalam ekosistem industri semacam ini. Sedangkan rakyat, bertarung habis-habisan karena kehilangan sumber daya, kehancuran lingkungan dan iklim.

Dari titik ini, akuntabilitas dalam transisi energi harus memastikan keadilan bagi rakyat, lingkungan dan iklim sebagai pusat bagi kemajuan bagi masa depan. Industri nasional yang maju, modern dan mandiri harus dibangun untuk memastikan langkah kita bukan transisi palsu melainkan transformasi fundamental untuk energi yang adil.

INDIES bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) menyelenggarakan Edukasi Nasional secara hybrid pada Senin, 25 Mei 2026, un...
05/06/2026

INDIES bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) menyelenggarakan Edukasi Nasional secara hybrid pada Senin, 25 Mei 2026, untuk memperingati 28 tahun Gerakan Rakyat Mei 1998 di Sekretariat FPR dan zoom meeting.

Kurniawan Sabar, Direktur INDIES, membahas pentingnya Gerakan Rakyat Mei 1998 dalam pembebasan nasional dari imperialisme dan feodalisme. Analisis perbandingan juga dilakukan terhadap gerakan demokratis rakyat di berbagai negara, termasuk Filipina dan Tiongkok, untuk menggali pelajaran berharga bagi perjuangan di Indonesia.

INDIES menekankan pentingnya kepemimpinan revolusioner dan aliansi kelas buruh dan kaum tani sebagai prototipe kekuasaan demokrasi rakyat. Edukasi ini menyoroti perlunya perubahan fundamental berbasis ideologi proletariat untuk mencapai pembebasan nasional sejati.

DISKUSI PUBLIK: MEMBONGKAR AGENDA TRANSISI ENERGI INDONESIA​Transisi energi sering kali digaungkan sebagai solusi masa d...
31/05/2026

DISKUSI PUBLIK: MEMBONGKAR AGENDA TRANSISI ENERGI INDONESIA

​Transisi energi sering kali digaungkan sebagai solusi masa depan yang ramah lingkungan. Namun, apakah narasi "Industri Hijau" yang berjalan saat ini benar-benar membawa keadilan ekologis, atau justru memperpanjang rantai dampak lingkungan dan sosial di tapak?

​Salah satu sorotan kritis yang perlu kita bedah bersama adalah maraknya PLTU Captive serta bagaimana urgensi dari Revisi Perpres 112/2022 dalam mengawal arah transisi energi di Indonesia agar tidak salah sasaran.

​Yuk, hadir dan ambil bagian dalam ruang dialektika ini!

​Catat Waktu dan Tempatnya:
📅 Hari/Tanggal: Selasa, 02 Juni 2026
🕒 Waktu: 15.00 WIB - Selesai
📍 Tempat: Marc Coffee, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI)

​Solidaritas dan gagasan kritis Anda sangat dinantikan. Sampai jumpa di lokasi! ✊🌱

21 Mei 2026 di JakartaINDIES bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) melaksanakan Aksi Peringatan 28 Tahun Gerakan Rakyat ...
22/05/2026

21 Mei 2026 di Jakarta

INDIES bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) melaksanakan Aksi Peringatan 28 Tahun Gerakan Rakyat Mei 1998.

Gerakan Rakyat Mei (GRM) 1998 adalah Pembuka Jalan Bagi Gerakan Pembebasan Nasional dan Klas dengan Karakter dan Bentuk Perjuangan Pokok Lebih Maju untuk Perubahan Fundamental.

Aksi ini untuk memperkuat gerakan rakyat Indonesia dengan belajar dari sejarah, arti penting, peran dan capaian Gerakan Rakyat Mei 1998 bagi kemajuan gerakan rakyat menentang kekuasaan fasis Presiden Prabowo saat ini.

Selanjutnya, akan ada webinar edukasi nasional untuk seluruh anggota dan jaringan pada 23 Mei 2026. Semoga semangat perjuangan dan pembebasan nasional berbasis kemenangan land reform sejati dan industrialisasi nasional terus maju dan meluas di Indonesia.

21 Mei 2026 - Memperingati Gerakan Rakyat Mei 1998Menyebarkan Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Demi Melindungi Kepentingan Ekon...
21/05/2026

21 Mei 2026 - Memperingati Gerakan Rakyat Mei 1998

Menyebarkan Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Demi Melindungi Kepentingan Ekonomi-Politik Imperialis dan Tuan Tanah Besar di Tengah Kehancuran Ekonomi

-—

Gerakan Rakyat Mei 1998 adalah Pembuka Jalan Bagi Gerakan Pembebasan Nasional dan Klas dengan Karakter dan Bentuk Perjuangan Pokok Lebih Maju untuk Perubahan Fundamental

Address

Depok

Telephone

6281241481868

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INDIES Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to INDIES Indonesia:

Shortcuts

Share