Gerakan Peduli Masyarakat Pedalaman

Gerakan Peduli Masyarakat Pedalaman Gerakan yang mengajak kepedulian terhadap masyarakat di daerah pedalaman untuk mewujudkan keadilan so GPMP membuka donasi uang atau barang.

Gerakan Peduli Muslim Flores (GPMF) yang sekarang berubah menjadi Gerakan Peduli Muslim Pedalaman (GPMP) adalah gerakan yang diinisiasi sekelompok anak muda yang dilatarbelakangi kepedulian kepada kaum muslim minoritas di Indonesia yang kesulitan dalam memperoleh fasilitas keagamaan seperti Al-Quran terjemahan, Iqra, alat sholat, jilbab dan buku bacaan berkualitas. Akses yang sulit terhadap fasili

tas tersebut menyebabkan kaum muslim di pedalaman rentan terhadap pendangkalan akidah. Rek BANK SYARIAH MANDIRI 7084141695 a.n Gerakan Peduli Muslim Pedalaman
(kode Bank 451)

alamat donasi barang:
Jl.Turangga Timur No 67 Bandung
Perum Mutiara Duta Blok E no 3 cimanggis depok 16418

085711354336

IG: muslimpedalaman
FB: Gerakan Peduli Muslim Pedalaman
Youtube: Muslim pedalaman
www.muslimpedalaman.com

Labuan Bajo tak habis degan spot wisata indah. Kini, pilihan destinasi yang tak kalah menarik adalah bukit Waringin .Dar...
20/10/2025

Labuan Bajo tak habis degan spot wisata indah. Kini, pilihan destinasi yang tak kalah menarik adalah bukit Waringin .

Dari atas bukit ini, wisatwan bisa menyempurnakan liburan di Labuan Bajo

Dikutip dari Traveloka, Puncak Waringin terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Lokasinya berada di jalur strategis yang menghubungkan kawasan wisata utama seperti Pelabuhan Labuan Bajo, Bukit Cinta, dan pusat kota. Dari pusat kota, Anda hanya perlu waktu sekitar 5–10 menit dengan kendaraan.

Untuk masuk ke kawasan Puncak Waringin, Anda tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun jika Anda ingin mencoba fasilitas seperti food court, kafe, atau membeli produk UMKM lokal yang dijual di area ini, tentu akan ada biaya tambahan sesuai kebutuhan Anda.

Beberapa produk tenun khas, kopi lokal, dan cinderamata buatan tangan tersedia di sini sebagai bagian dari dukungan terhadap ekonomi kreatif lokal.

Setiap hari: pukul 06.00 – 21.00 WITA
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 17.00 hingga 18.30, saat langit Labuan Bajo memamerkan gradasi jingga yang memesona.

Tapi jika Anda berkunjung pagi hari, udara sejuk dan kabut tipis yang menyelimuti perbukitan juga memberi pengalaman yang tak kalah menawan.

Destinasi Wisata Sekitar Puncak Waringin
Setelah menikmati panorama ikonik dari Puncak Waringin, perjalanan Anda di Labuan Bajo belum selesai.

Sumber : kupang.tribunnews.com

Suhu Panas hingga 37 Derajat Celcius melanda Wilayah NTT dan sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jawa Barat (Jabar) da...
20/10/2025

Suhu Panas hingga 37 Derajat Celcius melanda Wilayah NTT dan sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jawa Barat (Jabar) dan Papua beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mengundang pertanyaan apakah wilayah tersebut memang sudah masuk musim hujan? Berikut Penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

Sumber berita:kompas.com

Setelah kedatangannya di Bali dan Jogja, aktor terkenal Korea Ji Chang Wook melanjutkan syuting di Pulau Sumba, Nusa Ten...
17/10/2025

Setelah kedatangannya di Bali dan Jogja, aktor terkenal Korea Ji Chang Wook melanjutkan syuting di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya, mendadak berubah jadi lautan manusia ketika sang aktor Korea papan atas, Ji Chang Wook, tiba di sana.

Tak ada yang menyangka bahwa hari biasa itu akan menjadi momen luar biasa bagi warga setempat.

Mengenakan outfit kasual serba putih dan topi bucket hitam, Ji Chang Wook terlihat santai namun tetap memikat.

Langkahnya yang santai justru menambah pesona aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Healer ini.

Ternyata, kunjungan Ji Chang Wook bukan sekadar wisata biasa, melainkan juga untuk menjalani syuting proyek terbaru.

Kejutan terjadi saat Ji Chang Wook
dipasangkan dengan aktris Indonesia yang tak kalah menawan, Pevita Pearce.

Dalam foto yang diunggah Pevita Pearce, ia dan Ji Chang Wook tampak begitu serasi mengenakan busana tradisional khas Jawa

Ji Chang Wook begitu gagah dengan balutan beskap berwarna biru muda yang dipadukan dengan kain jarik senada.

Setelah puas jalan-jalan di Yogyakarta, dan sebelumnya di Bali, kini Pulau Sumba menjadi destinasi selanjutnya dalam rangkaian perjalanan wisata pribadinya di Indonesia.

Sumber Berita : kompas.com

Sebanyak 86 kepala keluarga Desa Rada Loko, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya menikmati penerangan listrik yang d...
17/10/2025

Sebanyak 86 kepala keluarga Desa Rada Loko, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya menikmati penerangan listrik yang ditandai dengan penyalaan lampu perdana oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T belum lama ini.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla dalam sambutannya mengatakan dari 86 penerima bantuan penerangan listrik ini, 60 bantuan pemerintah Propinsi NTT dan 26 lainnya bantuan pemerintah Sumba Barat Daya.

Kehadiran listrik ini bukan hanya menjadi penerangan saja tetapi juga merupakan langkah penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas akses pendidikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa ini.

"Saya berharap dengan adanya penerangan listrik ini dapat meningkatkan semangat anak-anak belajar terutama pada malam hari dan meningkatkan aktifitas ekonomi. Harus ada perubahan kehidupan ekonomi masyarakat desa ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang telah bantuan bagi masyarakat desa itu.

Ratu Wulla mengimbau masyarakat senantiasa menjaga fasiltas publik yang tersedia demi menjaga kelancaran pelayanan masyarakat desa itu.

Selain itu meminta masyarakat senantiasa menjaga suasana kondusif agar pelayanan pemerintahan dan pembangaunan desa berjalan aman dan lancar.

Sumber : kupang.tribunnews.com

Seorang anak buah kapal (ABK) Amanata 04 berinsial AN (28) diamankan aparat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Di...
17/10/2025

Seorang anak buah kapal (ABK) Amanata 04 berinsial AN (28) diamankan aparat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), karena menikam rekannya LAS (27) menggunakan sebilah pisau hingga tewas. Setelah menikam LAS, AN sempat kabur melompat ke laut, tapi dikerja oleh nahkoda dan sejumlah ABK lainnya dan ditangkap.

Sumber berita:kompas.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, ada sebanyak 7.959 warga me...
16/10/2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, ada sebanyak 7.959 warga mengungsi akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Ribuan warga tersebut berasal dari beberapa desa terdampak, yaitu Hokeng Jaya, Nawakote, Dulipali, Nobo, Klantanlo, dan Boru.

"Data per Selasa (14/10/2025) warga yang mengungsi sebanyak 7.959 jiwa," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Manggota Hallan saat dihubungi, Rabu (15/10/2025).

Avelina menyampaikan, para penyintas tersebut menetap di hunian sementara (huntara), posko pengungsian, dan rumah- rumah warga.

Menurut dia, saat ini pemerintah sementara membangun huntara tahap empat. Huntara tersebut diperuntukkan bagi warga yang masih menetap di posko pengungsian.

"Sebanyak 890 kepala keluarga atau 3.277 jiwa sudah pindah ke huntara, yang lain nanti menyusul," ungkap dia.

Avelina mengimbau para pengungsi tidak kembali ke kampung halaman, mengingat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tinggi.

la juga mengingatkan agar selalu mengenakan alat pelindung untuk menghindari bahaya abu vulkanik.

Badan Geologi, Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Selasa (14/10/2025).

Pada periode pengamatan Rabu pukul 00.00 Wita-12.00 Wita, terekam dua kali erupsi.

Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Erupsi disertai suara dentuman kuat.

Gunung api tipe strato ini kembali erupsi pada pukul 09.21 Wita, dengan durasi sekitar tiga menit satu detik.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 8.000 meter di atas puncak sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

Sumber Berita : regional.kompas.com

Setelah melalui proses penyelidikan dan pengejaran selama 13 hari, jajaran Polresta Kupang Kota akhirnya berhasil menang...
16/10/2025

Setelah melalui proses penyelidikan dan pengejaran selama 13 hari, jajaran Polresta Kupang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku penikaman penjual semangka di depan Alun-Alun Kota Kupang.

Konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut digelar di Mapolresta Kupang Kota, Kamis (16/10/2025), dipimpin langsung oleh Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M, didampingi Kapolsek Kota Lama AKP Rachmat Hidayat, S.Tr.K., S.I.K.

Dalam keterangannya, Kombes Djoko Lestari menjelaskan bahwa peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 04.00 WITA, di lapak semangka di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Korban dalam kasus ini adalah Selvin Pah (56), yang meninggal dunia akibat luka tikam di bagian dada kiri, dan Rion Dasi (44), yang hingga kini masih dirawat dalam kondisi kritis di rumah sakit.

“Korban Rion mengalami empat luka tusukan, tiga di dada kanan dan satu di leher kiri. Saat ini masih menjalani perawatan intensif setelah menjalani operasi,” jelas Kapolresta.

Setelah kejadian, tim gabungan dari Satreskrim Polresta Kupang Kota, Polsek Kota Lama, dan Ditreskrimum Polda NTT langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku diketahui berinisial BA alias Bento, yang kemudian diketahui melarikan diri ke wilayah Kabupaten Belu.

“Pada Sabtu, 4 Oktober, sehari setelah kejadian, tim kami berhasil mengamankan kendaraan yang digunakan pelaku, yaitu Honda Beat warna merah, di wilayah Atambua,” terang Djoko.

Selama kurang lebih 13 hari pengejaran, tim gabungan terus memantau pergerakan pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap Benyamin Asbanu alias Bento di kawasan Pasar Baru, Kota Atambua, pada Rabu (15/10/2025).

Sumber : kupang.tribunnews.com

Awal musim hujan 2025/2026 mulai dirasakan di beberapa wilayah Indonesia sejak September. Termasuk sebagian wilayah Bali...
16/10/2025

Awal musim hujan 2025/2026 mulai dirasakan di beberapa wilayah Indonesia sejak September. Termasuk sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) yang akan memasuki puncak peralihan dari musim kemarau ke musim hujan diperkirakan terjadi pada Oktober ini.
Dilansir detikNews, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 149 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 42 persen wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki awal musim hujan sepanjang Oktober 2025.

Sumber berita:detikbali

KBRN, Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Maritim Tenau memprakirakan kondi...
15/10/2025

KBRN, Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Maritim Tenau memprakirakan kondisi cuaca di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengalami peningkatan gelombang laut pada, Rabu (15/10/2025). Dikutip dari info BMKG, pola angin di wilayah NTT umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan antara 6 hingga 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa wilayah, antara lain Perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, dan Selat Ombai. Selain itu, wilayah perairan lainnya seperti Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Kupang-Rote.

Daerah lainnya meliputi Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor-Rote juga mengalami peningkatan kecepatan angin yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi. BMKG menyebutkan, gelombang laut kategori sedang dengan tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di sejumlah perairan.

Hal ini termasuk di Selat Sape, Selat Flores- Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, dan Laut Sawu. Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna jasa pelayaran diimbau agar waspada.

Selain itu mere selalu memperhatikan informasi terbaru dari BMKG demi keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan NTT.

Sumber Berita : rr.co.id

Seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YN (51) ditang...
15/10/2025

Seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YN (51) ditangkap polisi setelah diduga menganiaya siswanya hingga tewas. Kasus penganiayaan terhadap anak ini terjadi di SD Inpres One, Desa Poli, Kecamatan Santian, dan diduga dipicu oleh alasan sepele: korban tidak mengikuti geladi upacara dan tidak masuk sekolah.

“Hari ini YN sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polres TTS,” ujar Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, dalam keterangan kepada Kompas.com, Senin (13/10/2025). Kronologi Penganiayaan di Sekolah Kasus penganiayaan yang menewaskan RT (10), siswa kelas IV SD Inpres One, terjadi pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 12.00 Wita di halaman sekolah.

Saat itu, YN yang merupakan guru olahraga, mengumpulkan RT dan sembilan teman sekelasnya karena mereka tidak mengikuti geladi upacara hari Sabtu serta tidak masuk sekolah pada hari Minggu. Dalam keadaan emosi, YN mengambil sebuah batu dan memukul kepala RT sebanyak empat kali, serta juga memukul sembilan siswa lainnya di kepala. “Penganiayaan ini terjadi di halaman SD Inpres One. Saat itu korban bersama sembilan temannya dikumpulkan oleh YN karena tidak melaksanakan geladi upacara hari Sabtu dan tidak masuk sekolah Minggu,” jelas Kasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, Senin (13/10/2025).

Sumber : kompas.com

Seorang guru SD berinisial YN (51) di Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, dita...
14/10/2025

Seorang guru SD berinisial YN (51) di Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, ditangkap polisi karena diduga menganiaya siswanya, RT (10), hingga meninggal dunia.

Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen menjelaskan, peristiwa terjadi Jumat, 26 September 2025, di halaman sekolah. Saat itu, YN memukul kepala RT menggunakan batu sebanyak empat kali karena tidak mengikuti geladi upacara dan tidak masuk sekolah.

Akibat penganiayaan tersebut, RT mengalami demam dan sakit kepala hebat selama beberapa hari. Kondisinya memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Keluarga korban melaporkan kasus ini ke Polres TTS pada 9 Oktober 2025. Setelah memeriksa saksi-saksi, polisi menetapkan YN sebagai tersangka dan menahannya untuk proses hukum lebih lanjut.

Sumber Berita : regional.kompas.com

Polres Manggarai Timur, NTT, menangkap seorang pria berinisial LN asal Bealoli, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Bara...
14/10/2025

Polres Manggarai Timur, NTT, menangkap seorang pria berinisial LN asal Bealoli, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, pada Sabtu (10/10/2025). Ia ditangkap atas dugaan penipuan dan pencurian.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky, menjelaskan bahwa LN mengaku menipu seorang wanita dengan berpura-pura sebagai anggota intel dan Reskrim. "Yang bersangkutan mengaku polisi bagian intel dan Reskrim agar melancarkan aksinya terhadap seorang wanita bernama Lili," ujar Ahmad saat dikonfirmasi pada Senin (13/10) pagi.

Korban terjebak dalam tipu muslihat pelaku karena berharap akan dilamar seorang anggota Polri. Baca juga: 3 Pemuda di Kulon Progo Mengaku Polisi lalu Aniaya dan Rampas Ponsel 3 Remaja Selain menipu wanita tersebut, pelaku juga diduga mencuri sepeda motor Honda Beat milik seorang pria yang dikenalnya, yang sebelumnya menjadi juru bicara saat melamar kekasihnya.

Setelah melamar kekasihnya, pelaku menginap di rumah korban. "Karena merasa tidak aman maka pelaku membawa lari motor dari rumah korban," ungkap Ahmad.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Timur dengan nomor laporan LP/B/163/X/Spkt/Polres Manggarai Timur/Polda NTT dan LP/B/164/X/Spkt/Polres Manggarai Timur/Polda NTT.

"Pelaku berhasil diamankan pada Sabtu (11/10/2025) pukul 16.00 Wita, bertempat di Hotel Dahlia, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai," ungkap Ahmad. Ia menambahkan, terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti, yaitu satu unit sepeda motor Honda Beat hitam dan satu unit ponsel Vivo Y21. "Saat ini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Manggarai Timur untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," imbuhnya.

Sumber : kompas.com

Address

Depok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gerakan Peduli Masyarakat Pedalaman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share