15/06/2018
SUSAHNYA CARI MARKETER HANDAL.
Oleh: Anke DS, Kyai Marketing Indonesia.
" Mas Anke, sudah 18 tahun perusahaan saya ini marketing team nya gak jadi-jadi. Susah sekali dapat tim yang bagus. Kalau udah solid dan sukses mereka kaluar, terpaksalah kami ini balik lagi ke nol. Gimana ya solusinya?. Lalu kalau ada yang lowongan bidang Sales, kenapa yang daftar sedikit dan kandidatnya kurang bagus?". Tanya klien saya.
"Ya itu biasa Pak, terjadi dimana-mana. Kalau ada lowongan Sales Marketing, orang kita cenderung enggan. Paling yang daftar 1-2 orang saja. Tapi kalau lowongan " tenaga administrasi, operator mesin dan sejenisnya" yang gak berkaitan dengan Sales pasti banyak yang daftar. Bener gak Pak? Jawabku.
" Iya bener, sampai numpuk tuk berkas lamaran admin dan operator produksi." Jawab klien saya.
"Yah itulah kenapa banyak orang miskin Pak. Banyak orang kerja ingin kaya dan baik jabatan cepat namun maunya kerja " back office" Ya mana mungkin. Kerja back office upahnya cuma UMR+ kenaikan gaji tahunan
Marketer selain gaji, yang paling penting bonusnya besar.
Baguslah itu terjadi, karena bagi kami ( saya) gak banyak saingan." Bapak pasti susah juga khan cari konsultan marketing dan penjualan? Makanya kontak Kyai Marketing?
" Ach mas Anke tahu aja" jawabnya tersenyum.
ANGGAPAN YANG SALAH PROFESI PENJUALAN.
Suatu saat jaman saya susah, saya naik bis malem jurusan Jakarta- Solo. Teman sebangku saya seorang pria pensiunan. " Dik, kerja apa di Jakarta"? tanyanya. " Saya kerja konsultan marketing pak di sebuah biro konsultan." jawabku. " Ooo itu ya yang jualan pake mobil dari toko ke toko ya? "celutuknya.
" Bukan pak itu namanya sales canvassing, kalau saya di kantor pak merancang strategi penjualan. Mereka itu prajurit saya, saya ini kolonelnya, tugasnya ngatur pasukan".
" Oo jadi masnya ini kepala penjualan ya, dulu juga jualan donk kayak mereka ke warung-warung ".
" Mboh pak karepmu tak tinggal turu!" Capek njelasin.
Begitulah anggapan awan tentang profesi marketing. Dulu kalau reuni SMA dan berkunjung ke mantan guru kami. Pasti yang berprofesi marketer atau salesman kalau ditanya kerja dimana? Dia tertunduk malu.
Yang mendongak dan bangga adalah yang kerjanya di pabrik jadi engineer. Apalagi yang kerja jadi engineer di perusahaan Oil & Gas, wis sombongnya udah kayak yang punya dunia, yang lain ngontrak.
Belakangan setelah kita sama-sama 15 tahun kerja, kekayaan mereka dan gaji mereka juga samalah dengan profesi kita-kita di bidang marketing.
Asal tahu, gaji General Manajer Sales & Marketing tahun 2018 ini di kisaran Rp 45-50juta sebulan + tunjangan mobil+ tunjangan Hp+ tunjangan parkir mobil. Belum termasuk bonus penjualan ratusan juta per bulan. Bahkan ada yang gajinya Rp. 100-an juta kalau profesinya Marketing Director.
Namun jika kita bicara profesi kita penjualan, tetap aja " orang kampung" nggak paham. Emang " jualan" apa sich kok gajinya tinggi banget, kaya banget. Salah lagi dech!!! Capek njelasinnya.
Oleh karena itu, wajar jika berprofesi sebagai " sales and marketing" bukanlah cita-cita utama. Kebanyakan kesasar atau karena nggak diterima kerja di bidang lain akhirnya kecemplung dunia marketing & sales.
Jujur kalau saya dari awal memang cita- cita saya menjadi Marketer, gak mau profesi yang lain.
Mencari pelamar posisi marketing & sales yang " by design" bercita-cita, memiliki skill dan passion di bidang marketing dan sales, ibarat mengharapkan hujan di musim kemarau. Khususnya di posisi staf junior sampai supervisor. Apalagi fresh graduate, makin susah.
" Oo gitu, jadi bukan saya saja yang Mas yang kesulitan? respon klien saya. " Iyalah Pak, makanya kita harus punya kurikulum kompetensi marketing. Kita harus mentraining dan men-coach mereka sehingga mereka termotivasi, memiliki sales skill yang mumpuni dan akhirnya mampu meraih bonus penjualan. Sehingga pandangan mereka akan masa depan profesinya di bidang Marketing dan Sales berubah."
" Kalau perusahaan ini mau maju, kasihlah gaji tunjangan bonus yang paling besar itu ke staf marketing, manajer marketing dan direktur marketing. Bahkan di beberapa perusahaan, take home pay ( THP) nya direktur marketing itu lebih tinggi dari CEOnya lho Pak?" Kataku provokasi.
Pokoknya yang terlihat paling kaya dan sukses di perusahaan ini HARUS divisi marketing, kalau perusahaan ini mau maju.
" Masak? ooo pantesan ya perusahaan X itu maju banget. Saya lihat direktur marketingnya parlente banget ya, pernah ketemu di seminar.".
"Iya Pak. Orang marketing & sales itu Ibaratnya striker di tim sepakbola. Kayak Ronaldo. Gaji pemain bola tertinggi itu ya di Striker atau penyerang". Kataku." Ya paham saya sekarang". Ujarnya yakin.
Jadi bagaimana mas strateginya supaya penjualan saya naik dan minta didampingi kyai marketing?.
Pertanyaan Bapak itu susah dijawab, kita MOU dulu. Sepakat dulu paket coaching nya dan fee penjualan saya. Nanti baru saya beberkan semuanya.
" Ach Mas Anke ini benar-benar marketer sejati,* ujarnya
Hahahahaha, kami pun bersalaman.
Salam berkah.
Wassalamulaikum wr.wb.
Anke DS.
Kyai Marketing Indonesia.