18/09/2026
Penulis: Moh Nur Fauzi
Dosen Studi Islam, Filsafat Ilmu, dan Filsafat Hukum Islam Fakultas Ushuluddin dan Syariah Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi.
Kita sedang menyaksikan paradoks keberagamaan. Ketika program besar negara bermasalah, yang paling cepat tampil membela sering kali justru tokoh agama.
Sebaliknya, ketika warga menjadi korban kebijakan, mereka harus bersusah payah mencari legitimasi keagamaan untuk membela haknya.
Kasus dugaan keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, menjadi ujian serius bagi cara kita memahami relasi agama dan kekuasaan.
Selengkapnya di www.duniasantri.co