Jejaring Dunia Santri

Jejaring Dunia Santri Menghadirkan berita-berita dan pemikiran-pemikiran tentang kepesantrenan dan keislaman dari sumber-s

Penulis: Moh. Galih Pratama GalihMerdeka yang lahir dari doa dan perjuangan,bukan sekadar kata di pidato atau slogan di ...
16/08/2026

Penulis: Moh. Galih Pratama Galih

Merdeka yang lahir dari doa dan perjuangan,
bukan sekadar kata di pidato atau slogan di spanduk,

tapi napas yang terus mengalir di dada santri,
menjadi semangat untuk menjaga negeri,

dengan hati yang selalu bersyukur dan tangan yang selalu siap berbagi,

meski yang dimiliki hanya sedikit, bahkan kadang hanya seadanya.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  Muhammad Fikri Alumnus PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo /Alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Y...
16/08/2026

Penulis: Muhammad Fikri
Alumnus PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo /Alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Maulid bukan hanya tentang mengingat siapa Kanjeng Nabi Muhammad, tetapi juga bertanya: di pihak mana kita berdiri ketika berhadapan dengan ketidakadilan?

Sebab Nabi tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadi penonton. Ia berdiri bersama Bilal, kaum miskin, anak yatim, perempuan, dan mereka yang tidak memiliki kekuasaan.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  ThowirohPondok Pesantren Tebuireng JombangBagi santri baru, sambangan kali ini bukan sekadar kesempatan untuk ...
15/08/2026

Penulis: Thowiroh
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Bagi santri baru, sambangan kali ini bukan sekadar kesempatan untuk bertemu keluarga. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi cerita setelah menjalani kehidupan pesantren selama kurang lebih 40 hari.

Selama masa tersebut, para santri mulai mengenal rutinitas yang berbeda dari kehidupan di rumah. Bangun lebih awal, mengikuti pembelajaran, melaksanakan ibadah berjamaah, menjalani berbagai kegiatan kepesantrenan, hingga belajar mengatur kebutuhan pribadi menjadi bagian dari proses adaptasi mereka.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  Mahwi Air Tawar, Sastrawan asal MaduraSejumlah penyair, budayawan, akademisi, dan pegiat sastra hadir untuk me...
14/08/2026

Penulis: Mahwi Air Tawar, Sastrawan asal Madura

Sejumlah penyair, budayawan, akademisi, dan pegiat sastra hadir untuk membaca kembali perjalanan kepenyairan Taufiq Ismail.

Puisi-puisi yang selama ini lebih dikenal sebagai suara perlawanan dibaca dalam bentangan yang lebih luas: sebagai kesaksian sejarah, ekspresi sosial-politik, renungan spiritual, hingga kegelisahan ekologis.

Dari pembacaan dan diskusi yang berlangsung, mengemuka satu pertanyaan yang terasa semakin penting: sejauh mana puisi-puisi Taufiq Ismail masih mampu berbicara kepada kita hari ini?

Penulis: Rahsa Sastrawan senior Taufiq Ismail menghadiri acara Semaan Puisi edisi ke-136 yang digelar di PDS HB Jassin, ...
14/08/2026

Penulis: Rahsa

Sastrawan senior Taufiq Ismail menghadiri acara Semaan Puisi edisi ke-136 yang digelar di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Taufiq mengaku sangat terharu acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri penyair lintas generasi.

Semaan Puisi edisi ke-136 ini memang mengusung tema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan.”

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  Tarmidzi AnsoryPP Al-Mardliyyah Sumber Laga, PamekasanKamis (13/8/2026) malam, bertepatan dengan masuknya bula...
14/08/2026

Penulis: Tarmidzi Ansory
PP Al-Mardliyyah Sumber Laga, Pamekasan

Kamis (13/8/2026) malam, bertepatan dengan masuknya bulan maulidurrasul, salah satu masyaikh sepuh yang dimiliki Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, wafat. Beliau adalah KH Abdul Basith bin Abdullah Sajjad.

Kiai Abdul Basith adalah putra ketiga dari Kiai Abdullah Sajjad dengan istri keduanya, Nyai Aminah binti Kiai Abu Ahmad. Kiai Basith merupakan salah satu masyaikh sepuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  Moh. Galih Pratama GalihDakwah hari ini ada di mana-mana. Ia hadir di masjid, televisi, pesantren, YouTube, In...
13/08/2026

Penulis: Moh. Galih Pratama Galih

Dakwah hari ini ada di mana-mana. Ia hadir di masjid, televisi, pesantren, YouTube, Instagram, TikTok, bahkan di grup WhatsApp keluarga.

Hampir setiap hari kita menerima potongan ceramah, nasihat keagamaan, ajakan berbuat baik, dan perdebatan tentang siapa yang paling benar dalam memahami agama.

Salah satu masalah dakwah hari ini adalah kecenderungannya berubah menjadi perlombaan. Orang berlomba-lomba menjadi yang paling keras, paling berani menghakimi, dan paling cepat menyalahkan kelompok lain.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co



Penulis:  Khoerul Umam, UIN Saizu PurwokertoKedekatan dengan NU umumnya bersifat kultural, seperti kesamaan dalam mengik...
12/08/2026

Penulis: Khoerul Umam, UIN Saizu Purwokerto

Kedekatan dengan NU umumnya bersifat kultural, seperti kesamaan dalam mengikuti mazhab fikih, tarekat, atau jaringan alumni bukan garis komando administratif yang bisa diawasi terpusat seperti korporasi.

Ketika satu kasus kekerasan muncul dari sebuah pesantren yang kiainya dikenal aktif di struktur NU tingkat kabupaten, generalisasi “ini hasil pendidikan pesantren NU” sesungguhnya melompati logika dasar: ia menyamakan satu titik data dengan populasi puluhan ribu lembaga yang berdiri sendiri-sendiri.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis:  Syaiful Bahri, Mahasantri Ma'had Aly SitubondoKetika kita membicarakan tentang LGBT (le***an, gay, biseksual, ...
11/08/2026

Penulis: Syaiful Bahri, Mahasantri Ma'had Aly Situbondo

Ketika kita membicarakan tentang LGBT (le***an, gay, biseksual, dan transgender) menurut saya ada satu hal yang sering luput: kita terlalu sibuk memperdebatkan apakah LGBT benar atau tidak, sampai lupa bertanya bagaimana seharusnya kita memperlakukan orang yang kita anggap melakukan perbuatan tersebut.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Penulis: Acep Zamzam NoorSastrawanBerbekal proses kreatif serta apresiasi yang dijalani selama mondok di pesantren, para...
10/08/2026

Penulis: Acep Zamzam Noor
Sastrawan

Berbekal proses kreatif serta apresiasi yang dijalani selama mondok di pesantren, para santri tidak akan melupakan sastra begitu saja pada saat mereka harus meninggalkan pondok.

Di kampung halaman atau di kota-kota tempat mereka melanjutkan pendidikan, sastra terus digeluti dengan penuh semangat.

Puisi-puisi terus ditulis dengan gairah yang tinggi. Sejumlah nama kemudian dikenal sebagai penyair di tempat barunya. Baik di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Bandung, Jakarta, atau kota-kota lain, jika ditelusuri selalu ada nama penyair yang berasal dari Pulau Garam, Madura.

Selengkapnya baca di www.duniasantri.co

Address

Perumahan Taman Serua Jalan Mangga Blok F No 1
Depok
16517

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jejaring Dunia Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share