10/08/2026
Bahkan setelah kehancuran, kehidupan tetap menemukan jalannya sendiri. ๐๐ชธ
Di Desa Waprea, Kabupaten Buru, Happy People akan menemukan jajaran terumbu karang yang hidup, tetapi terpecah-pecah, di sepanjang perairan pantai. Beberapa bagiannya tampak rusak dan menjadi puing (rubble) akibat kontak fisik dengan aktivitas manusia.
Jenis kontak fisiknya beragam: ada yang terbentur jangkar, terseret pemberat jaring insang, ada p**a yang hancur karena pengeboman ikan oleh nelayan luar desa.
Kondisi ini mengenaskan, tetapi masyarakat Desa Waprea optimis akan pemulihan. Seburuk apa pun manusia memperlakukan alam, kehidupan tetap menemukan jalan untuk tetap bertahan. Hal ini menginspirasi mereka untuk bertekad menjaga warisan ekosistem laut yang penting bagi kehidupan masyarakat desa yang mayoritas merupakan nelayan.
Per tahun 2025, KKP mengukuhkan perairan laut Desa Waprea sebagai bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Kabupaten Buru. Menyambut mandat tersebut, MDPI melalui Program TFCCA memfasilitasi dan mendampingi pengukuhan Pokmaswas Desa Waprea yang bertugas untuk mengawasi dan menjaga kawasan konservasi tersebut.
Baca cerita lengkapnya pada https://mdpi.or.id/tfcca-pokmaswas