05/03/2026
KEMBALI KE RUMAH DHARMA: MBAK AINI TERHARU DAN SANGAT BAHAGIA
Suara Hindunesia (Badung, 5 Maret 2026) - "Lensa Dharmika".
Gria Pasraman di Banjar Blumbungan, Desa Sibang Gede sore itu ramai oleh kehadiran keluarga Relawan Dharma Puskor Hindunesia, terutama para ibu-ibu anggota Wanita Dharma (Nitama) Hindunesia, salah satu pilar penyangga Puskor Hindunesia, khusus untuk wanita. Mereka hadir untuk menyaksikan upacara Sudhi Wadani seorang gadis asal Surabaya yang saat ini bekerja di Sydney, Australia. Nama lengkapnya Atikah Qurrotu Aini, lebih akrab dipanggil Aini.
Upacara ritualnya dimulai pukul 15.30 wita dengan berbagai persiapan oleh pihak Gria. Sudhi Wadani kali ini dipuput oleh Ida Pedanda Buruan Manuaba. Dihadiri p**a oleh Sekretaris PHDI Badung, Bapak Ir. I Wayan Sukarya, M.Ag, Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus K. Susena, Ketua Dekorwil Bali, I Nyoman Marhaendra, Bendahara Umum, I Putu Gede Siarta dan Wakil Sekjen II Dekornas Puskor Hindunesia, Kasmadi, serta 25 orang saksi dari anggota komunitas Puskor Hindunesia.
Mbak Aini, tampak anggun dan lebih cantik, mengenakan kain putih putih dan kebaya putih sore itu. Ditemani calon pasangannya, Wayan Suyasa, Aini mengatakan sangat terharu dan sangat bahagia dengan dukungan keluarga barunya di Puskor Hindunesia. Kepada Suara Hindunesia, Aini menyampaikan terimakasih atas dukungan Puskor Hindunesia khususnya Tuaji Susena yang telah membimbing dan memberikan tuntunan dari saat pertama Aini berkeinginan ke rumah dharma.
"Cukup panjang prosesnya ya. Tapi singkatnya, saya sudah sangat mantap untuk menjadi Hindu ketika saya mulai kerja di Sydney, Australia. Saya sering bermimpi bertemu dengan nenek saya almarhum dan menunjukkan kembali bagaimana beliau hidup sebagai seorang Jawa di jaman dulu. Melakukan ritual dan sesajian yang dulu sering saya lihat di Surabaya. Mungkin karena saya tinggal di luar Surabaya, ya? Saya juga melihat dan merasakan banyak teman orang Hindu Bali disana, melakukan aktifitas keagamaannya dengan penuh rasa bakti dan damai", jelasnya sambil tersenyum bahagia.
Wakil Kornas Nitama, yang hadir belakangan, ibu Sri Sutari, didampingi anggota Dewan Pembina Dekornas, ibu Sayu Ketut Sutrisna Dewi, merasa sangat puas dengan pelaksanaan Sudhi Wadani kali ini. Sementara bu Sayu Sutrisna Dewi, sudah siap akan memaksimalkan Bimbingan dan Konsultasi Dharmika sebagai solusi untuk kendala adaptasi pada para penganut baru ajaran Dharma.
"Kita akan segera rancang kerjasama Bimbingan Pranikah dan Dharmika untuk memberikan pemahaman yang benar dan solutif tentang ajaran Hindu. Kita bisa mulai kerjasama dengan UNHi atau UHN serta Parisada", jelas bu Sayu, dosen senior Ekonomi dan Bisnis Unud serta Praktisi Inkubator Bisnis di Bali.
Rangkaian Sudhi Wadani dilanjutkan dengan pembacaan Surat Pernyataan dari saudari Aini dihadapan Pengurus PHDI Badung dan Puskor Hindunesia bahwa Aini kembali ke rumah besar Sanatana Dharma bukan dipaksa, namun atas keinginan dan kesadaran sendiri. Sekretaris PHDI Badung kemudian menyerahkan Piagam Sudhi Wadani sebagai bukti sah yang bersangkutan telah memeluk Hindu Dharma.
Sebelumnya, Bapak Sekretaris PHDI Badung menyampaikan sepatah kata untuk dijadikan bekal bagi Aini dalam menjalani kehidupan sebagai orang Hindu. Menurut beliau, Sudhi Wadani berasal dari kata Sudha (Suci atau Tulus Iklas), Wadani (Ucapan atau Perkataan), dalam bahasa Sansekerta. Sehingga bermakna pengucapan ketulusikhlasan, yang merupakan tujuan utama dari upacara ini. "Ritual dan proses administrasinya hanyalah pelengkap", tambah Sukarya (NAS).