Yayasan Literasi Anak Indonesia

Yayasan Literasi Anak Indonesia Cinta Membaca Menciptakan Pembelajaran Sepanjang Hayat

Program ini mendukung pengembangan keterampilan keaksaraan di TK dan SD di Indonesia melalui praktek-praktek pengajaran yang inovatif dan penciptaan buku-buku yang berkualitas.

17/05/2026

Mau, Sering, dan Menikmati Membaca

Tanggal 17 Mei adalah Hari Buku Nasional. Kita diingatkan kembali pentingnya membaca buku dalam kehidupan kita. Inisiasi munculnya Hari Buku Nasional tidak lain karena rendahnya minat membaca di masyarakat.

Momen Hari Buku Nasional menjadi ajakan terus-menerus untuk membaca buku. YLAI berpartisipasi dalam penguatan literasi membaca melalui pengembangan buku-buku yang menarik untuk anak-anak sekolah dasar.

Buku-buku seperti Buah Apa, Ya?, Rumah Burung Gatotkaca, dan Karang Gigi untuk Makiki adalah beberapa contoh buku yang dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan anak. Ilustrasinya menarik, teks disesuaikan dengan jenjang pembaca, dan sesuai dengan kehidupan anak-anak Indonesia, termasuk untuk anak-anak di Sumba.

Di Sumba, YLAI tidak hanya membagikan buku-buku tersebut. Guru-guru di sana kami latih untuk bisa memanfaatkan secara maksimal melalui pendekatan membaca interaktif. Dengan demikian, anak-anak tertarik untuk membaca buku. Kami menularkan semangat kepada para guru agar membawa anak-anak untuk mau, sering, dan menikmati membaca di sekolah, di rumah, dan di mana saja.

Mari bacakan buku-buku ke anak-anak sejak dini.

Berdiskusi Sebelum Membaca.Membaca interaktif tidak semata-mata guru membacakan buku dengan ekspresi menarik, intonasi s...
11/05/2026

Berdiskusi Sebelum Membaca.

Membaca interaktif tidak semata-mata guru membacakan buku dengan ekspresi menarik, intonasi suara berubah-ubah, ada jeda untuk meningkatkan ketegangan cerita, dan dibantu dengan gerakan. Cara membaca interaktif memang melibatkan aspek-aspek tersebut.

Namun, membaca interaktif semestinya menjadikan anak-anak berpartisipasi aktif. Ini bukan 'performance' guru. Ini adalah perayaan anak-anak belajar mengembangkan keterampilan membaca. Aspek interaktif melalui diskusi yang dipandu guru harus terjadi sejak sebelum membaca dimulai. Guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan observasi, koneksi, dan perdiksi.

Sahabat Literasi, bisakah memberi satu contoh pertanyaan menarik lainnya?





Mari bergabung dan bersama menigkatkan literasi anak Indonesia untuk membangun masa depan anak Indonesia menjadi lebih b...
04/05/2026

Mari bergabung dan bersama menigkatkan literasi anak Indonesia untuk membangun masa depan anak Indonesia menjadi lebih baik.

Untuk informasi lebih detail kunjungi www.iterasi.org/ jobs

28/04/2026

Sampai bertemu di .smsg

Mari dukung dan rayakan semangat belajar bersama. Setiap langkah kecil kita bisa membawa dampak besar untuk masa depan. Jangan lewatkan kesempatan untuk terlibat langsung dan jadi bagian dari cerita baik ini.

Tulis komentar pada postingan ini, dan kami akan memilih 10 komentar terakhir hari ini ( 29 April 2026) untuk mendapatkan tiket gratis Belajar Raya 2026 di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 2 Mei 2026.

Selamat Hari Buku Sedunia 2026.Tanggal 23 April merupakan Hari Buku Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati para ...
23/04/2026

Selamat Hari Buku Sedunia 2026.

Tanggal 23 April merupakan Hari Buku Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati para penulis besar seperti William Shakespeare dan Miquel de Cervantes yang meninggal pada tanggal 23 April. UNESCO menjadikan tanggal ini sebagai ajakan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat dunia.

YLAI turut ambil bagian dalam kampanye ini. Di tengah lesunya minat membaca, YLAI hadir dengan segudang buku untuk anak-anak Indonesia, melalui program perpustakaan sekolah ramah anak maupun program literasi berimbang. Melalui buku-buku yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, semoga menjadikan anak-anak tetap gemar membaca. Hai ini ini kita diajak lagi untuk kembali ke buku.





16/04/2026

Drop Everything And Read (DEAR) Time

Langkah pemerintah mengeluarkan PP Nomor 17 Tahun 2025 merupakan langkah yang benar. Langkah ini mengembalikan pengasuhan anak kepada pengasuh yang sebenarnya, yaitu orangtua.

Aturan akan menjadi aturan jika orangtua tidak mengendalikan gaya hidup anak. Sebagai orangtua, kita harus melihat ruang digital bukan semata memberi kesenangan. Ruang digital pada akhirnya juga membawa pesan bahaya bagi anak. Salah satu cara agar anak tidak berlebihan menggunakan medsos adalah membaca buku. Buku menjadi medium alternatif setelah beberapa lama diabaikan sebagai bagian penting parenting dan digantikan Youtube, TikTok, atau Instagram.

Penggunaan medsos sudah menjadi keseharian anak-anak, tak terkecuali di Sumba NTT. Menjadikan buku untuk mendukung tumbuh kembang anak di keluarga harus menjadi pembiasaan baru. Program berbasis sekolah terkait literasi membaca seperti yang dikembangkan oleh YLAI sangat relevan untuk disebarkan ke orangtua. Buku-buku di sekolah bisa dipinjamkan ke anak-anak untuk dibacakan secara interaktif atau dibaca secara mandiri.

Mengapa buku? Buku menyediakan ruang untuk berimaginasi, melatih kemampuan abstraksi, mengasah empati, dan mendorong berpikir kritis. Sementara itu, ruang digital yang didominasi citra visual menutup imaginasi penontonnya. Menurut Neil Postman, “Kata selalu dan terutama merupakan sebuah ide, suatu bayangan … kata-kata ini merupakan konsep-konsep. Gambar-gambar tidak menunjukkan konsep-konsep; mereka menunjukkan hal-hal.”

Orangtua tidak kehilangan akal untuk menemukan dunia yang menarik tanpa layar di rumah. Kita bisa menghidupkan lagi theater of mind di tempat tidur, membacakan dan mendiskusikan buku serta mengobrolkan keseruan isi buku. Waktu 20-30 menit akan sangat bermanfaat untuk menjadikannya sebagai kebiasaan. Kita bisa memulai dengan DEAR Time (drop everything and read). Saran yang paling masuk akal saat ini bukanlah peringatan untuk menghindari gadget, tetapi ajakan untuk menambahkan aktivitas membaca.





13/03/2026

Di sebuah sekolah dasar kecil di pelosok Sumba Tengah, berdirilah SDI Waicimung, sebuah sekolah sederhana yang menjadi saksi perjalanan panjang seorang guru bernama Ibu Leba Kamila. Tahun 2025, sekolah ini menjadi salah satu sekolah dampingan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) dalam program peningkatan literasi anak - Program Membaca Berimbang (PMB). Namun jauh sebelum program itu datang, ada seorang guru yang telah lebih dulu menanamkan harapan di sana dengan langkah kaki, kesabaran, dan pengorbanan yang nyaris tak terlihat.

Ibu Kamila telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya di SDI Waicimung. Tepatnya 19 tahun 3 bulan, ia berdiri di depan kelas kecil yang penuh dengan wajah-wajah polos yang menunggu diajari membaca, menulis, dan memahami dunia.

Tahun 2025 menjadi bab baru dalam perjalanan pengabdiannya ketika SDI Waicimung terpilih sebagai sekolah dampingan Program Membaca Berimbang dari YLAI. Ibu Kamila bersama dua guru kelas awal lainnya dan kepala sekolah mengikuti pelatihan pendekatan membaca berimbang yang mencakup pembelajaran fonik, membaca interaktif, dan membaca terbimbing. Bagi sebagian orang, mempelajari pendekatan baru di usia yang tidak lagi muda mungkin terasa berat.

Namun tidak bagi Ibu Kamila. Ia justru menjadi salah satu guru yang paling bersemangat belajar. Dengan penuh kerendahan hati, ia bertanya, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan fasilitator daerah dan staff program tentang bagaimana menerapkan metode tersebut dengan baik di kelasnya. Sebagai guru kelas 2, ia berusaha menyesuaikan diri dengan pendekatan baru itu. Baginya, perubahan bukanlah ancaman. “Perubahan adalah pengetahuan,” katanya. Dan pengetahuan harus diterima demi masa depan anak-anak.





Setelah bekerjasama dengan 210 sekolah dasar negeri di wilayah Provinsi Bali sejak tahun 2017, Program Perpustakaan Seko...
28/02/2026

Setelah bekerjasama dengan 210 sekolah dasar negeri di wilayah Provinsi Bali sejak tahun 2017, Program Perpustakaan Sekolah Ramah Anak (PSRA) akhirnya akan hadir di Kabupaten Bangli. PSRA merupakan program kerjasama antara YLAI dengan Sekolah Dasar Negeri untuk menciptakan lingkungan perpustakaan dimana anak-anak bisa bertumbuh menjadi individu yang mau membaca, sering membaca dan menikmati membaca, baik di sekolah maupun di rumah.

Mari menjadi bagian dari transformasi perpustakaan yang lebih ramah anak bersama dengan YLAI. Dafatarkan sekolah anda untuk menjadi mitra Program Perpustakaan Sekolah Ramah Anak - Yayasan Literasi Anak Indonesia melalui tautan di atas sebelum tanggal 7 Maret 2026.

Program ini didukung oleh

*Proses seleksi sekolah tidak dipungut biaya.
Hindari pihak-pihak yang mengatasnamakan YLAI dan meminta pembayaran untuk program bagi calon sekolah mitra Program Perpustakaan Sekolah Ramah Anank.





20/02/2026

Di Ramadhan ini, jadikan sedekahmu sebagai amal jariyah dalam bentuk dukungan literasi.

Ketika seorang anak bisa membaca, ia tidak hanya mengenal huruf.
Ia sedang membuka pintu menuju semua ilmu yang akan ia pelajari sepanjang hidupnya, sehingga pahala dari ilmu yang ia pelajari akan terus mengalir—bahkan setelah Ramadhan berlalu.

Mari hadirkan cahaya ilmu untuk untuk lebih banyak anak di Indonesia bersama Yayasan Literasi Anak Indonesia.





13/02/2026

Membaca Interaktif Mengasah Keterampilan Berbahasa.

Buku Lautkan Ini? karya menjadi media menarik dalam kegiatan membaca interaktif di SDI Malumbi, salah satu sekolah di Sumba Timur. Bagi anak-anak di Sumba secara umum, dunia laut dikenali oleh anak-anak yang tinggal di pesisir. Sementara sebagian besar lainnya, lebih akrab dengan dunia savana. Anak-anak di SDI Malumbi, rupanya cukup akrab dengan keduanya, karena laut tidak begitu jauh dari mereka.

Membacakan buku Lautkah Ini? memberi ruang untuk mendiskusikan hal yang ada di sekitar mereka. Anak-anak yang tinggal dekat dengan laut atau pernah melihat laut akan bersemangat mengikuti ceritanya. Bagi anak-anak di daerah savana, buku Lautkah Ini? menjadi jendela untuk mengenal laut.

Dalam kegiatan membaca interaktif, satu buku bisa dibacakan sampai tiga kali. Tentu dengan pendekatan yang berbeda di setiap pertemuannya. Hal ini akan membantu anak-anak mengenal cerita dengan lebih baik. Pendekatan membaca interaktif ini sangat membantu guru, salah satunya Ibu Yane, yang dengan bersemangat membacakan buku secara rutin. Bagi Ibu Yane, kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak berkenalan dengan buku dan anak-anak bisa mengasah keterampilan mendengar dan berbicara. Saat anak-anak berebut menjawab pertanyaan, hal ini menjadi momen yang menggembirakan bagi Ibu Yane.





06/02/2026

Serunya membaca dimulai dari guru.

Lewat membaca interaktif, suara dan Gerak tubuh guru menghidupkan cerita dan pertanyaan sederhana memancing rasa ingin tahu anak-anak. Membaca buku cerita masuk di kelas-kelas di Sumba. Kegiatan ini menjadi sesuatu yang seru bagi anak-anak. Cerita yang dibacakan secara interaktif oleh guru menjadi pengalaman yang menggembirakan di kelas. Kelas dipenuhi tawa, diskusi kecil, dan mata yang berbinar mengikuti cerita yang dibacakan oleh guru. Tak heran, kegiatan menyenangkan ini membuat anak-anak meminta guru untuk membacakan cerita lagi di kesempatan lain. Dari satu buku, tumbuh cinta membaca.





Address

Denpasar

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281228981478

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Literasi Anak Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Literasi Anak Indonesia:

Share