Mudah sekali bosan. Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis. Memiliki gaya belajar tertentu. Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya. S**a bereksplorasi. Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya. Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain. Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegag
alan.
-----------------------------------------------------------------------------
Menurut Tubagus Erwin, Alumnus Kedokteran Unair 1967 dan seorang pakar Indigo, anak indigo memiliki enam sifat:
Tingkat kecerdasan superior. Biasanya IQ-nya di atas 120. Sehingga mereka enggan mengikuti ritual yang tidak rasional dan tidak spiritual. Anak indigo dapat mengerjakan sesuatu tanpa diajarkan terlebih dahulu. Dapat menangkap perasaan, kemauan, atau pikiran orang lain. Dapat mengetahui sesuatu yang tidak dapat dipersepsi oleh pancaindera di masa kini, masa lampau (post-cognition), dan masa depan (pre-cognition). Mengetahui keberadaan makhluk halus. Anak indigo tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan
-----------------------------------------------------------------------------
Menurut Carol dan Tober, anak-anak Indigo memiliki 10 atribut berikut:
They come into the world with a feeling of royalty (and often act like it). [Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.]
They have a feeling of “deserving to be here,” and are surprised when others do not share that. [Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.]
Self-worth is not a big issue; they often tell the parents “who they are.” [Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.]
They have difficulty with absolute authority (authority without explanation or choice). [Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan]
They simply will not do uncertain things; for example, waiting in line is difficult for them. [Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.]
They get frustrated with systems that are ritually oriented and do not require creative thought. [Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.]
They often see better ways of doing things, both at home and in school, which makes them seem like “system busters” (non-conforming to any system). [Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan 'non konformistis' terhadap sistem yang berlaku]
They seem antisocial unless they are with their own kind. If there are no others of like consciousness around them, they often turn inward, feeling like no other human understands them. School is often extremely difficult for them socially. [Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisaaasi.]
They will not respond to “guilt” discipline. [Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.]
They are not shy in letting it be known what they need. [Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya]
-----------------------------------------------------------------------------
Terdapat 4 macam anak indigo:
Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol s**a mengontrol perilaku orang lain. Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik. Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya. berbagai sumber