17/09/2025
Saya Indonesia: Anggaran 2026 Harus Perkuat Pendidikan Digital dan Kelas AI untuk Generasi Muda
Denpasar, [Tanggal Hari Ini] – Menanggapi rencana revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pasca pergantian Menteri Keuangan, Organisasi Masyarakat Saya Indonesia menekankan pentingnya memperkuat alokasi anggaran untuk pendidikan berbasis teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI).
Ketua Umum Saya Indonesia, Kumar Abhishek, menyampaikan bahwa generasi muda Indonesia tidak boleh hanya menerima fasilitas pendidikan dasar, tetapi juga harus dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan.
“Revisi anggaran 2026 harus menjadi momentum. Jangan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun masa depan murid dengan infrastruktur digital, pelatihan guru, dan kelas AI wajib. Tanpa itu, kita akan terus tertinggal,” tegas Kumar.
⸻
Fokus Usulan Saya Indonesia dalam Revisi Anggaran 2026
1. Infrastruktur AI di Sekolah
Pemerintah perlu menyiapkan jaringan internet, laboratorium komputer, dan perangkat digital di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
2. Pelatihan Guru
Guru tidak hanya butuh peningkatan kesejahteraan, tetapi juga pelatihan AI dan literasi digital agar mampu mengajar dengan metode modern.
3. Kelas AI Wajib untuk Generasi Z
Saya Indonesia mendesak agar kurikulum nasional memasukkan AI sebagai mata pelajaran wajib di tingkat menengah. Generasi Z adalah digital native yang harus dipersiapkan sebagai inovator, bukan hanya pengguna teknologi.
4. AI untuk Keutuhan NKRI
Pendidikan AI juga penting untuk membentengi bangsa dari hoaks, ujaran kebencian, dan ancaman disinformasi yang bisa merusak persatuan Indonesia.
⸻
Ketua Saya Indonesia Provinsi Bali, Bapak Tommy Sumereta (anggota DPRD Kota Denpasar), menambahkan dukungan agar Pemerintah Daerah ikut mengawal implementasi kebijakan pendidikan digital di Bali.
“Kami akan mendorong pemerintah daerah supaya anggaran pendidikan tidak hanya habis untuk infrastruktur fisik, tetapi juga untuk kelas AI, pelatihan guru, dan inovasi digital di sekolah-sekolah Bali,” ujar Tommy.
⸻
Penutup
Saya Indonesia menilai revisi Anggaran 2026 adalah kesempatan emas untuk menciptakan pendidikan yang relevan, inklusif, dan inovatif, sehingga generasi muda Indonesia siap menghadapi era global, menjaga keutuhan NKRI, dan membawa bangsa menjadi pusat inovasi dunia.