31/08/2026
🇮🇩 *9 Kabar Baik Indonesia di Bulan Agustus Penuh Harapan*
_Di tengah ketidakpastian dunia, Agustus 2026 membawa kabar-kabar yang patut membuat kita bangga:_
1️⃣ *Indonesia capai swasembada delapan komoditas pangan.*
Produksi beras, jagung, gula konsumsi, daging dan telur ayam, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit melampaui kebutuhan nasional. Indonesia juga mulai ekspor beras dan jagung ke Malaysia.
2️⃣ *Indonesia berhenti mengimpor BBM solar.*
Sejak 1 Juli 2026, penerapan B50 membuat kebutuhan BBM solar dipenuhi dari dalam negeri, dengan potensi penghematan devisa Rp. 170 triliun per tahun karena kita sekarang swasembada BBM solar.
3️⃣ *Ekonomi tumbuh kuat.*
Ekonomi kuartal II tumbuh 5,29%. Sepanjang semester I-2026, pertumbuhan mencapai 5,45%. Ini adalah pertumbuhan awal tahun tercepat dalam 13 tahun terakhir.
4️⃣ *APBN 2027 dirancang semakin disiplin.*
Defisit RAPBN 2027 direncanakan turun dari 2,68% menjadi 2,40% PDB. Pembentukan Badan Pengadaan Pemerintah dan upaya konsolidasi belanja pengadaan Rp. 1.200 triliun berpotensi menghemat hingga 30% atau Rp. 360 triliun yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan rakyat.
5️⃣ *Layanan kesehatan semakin merata.*
Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan 108 juta orang di 10.255 puskesmas. Pemerintah juga telah meningkatkan 66 RSUD di daerah 3T dan akan membangun atau merevitalisasi 441 RSUD serta merenovasi 10.000 puskesmas di 2027-2029.
6️⃣ *Sekolah Rakyat membuka masa depan.*
Sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun. Bersama sekolah rintisan, kini terdapat 182 sekolah berasrama bagi anak keluarga tidak mampu.
7️⃣ *Akses dasar di desa-desa terbangun.*
Presiden telah resmikan 3.395 jembatan desa dan 3.000 sumber air bersih desa untuk mendukung mobilitas, pendidikan, pertanian, dan kesehatan masyarakat desa. Akan diselesaikan 6.000 jembatan desa oleh TNI dan POLRI di tahun 2026 ini.
8️⃣ *Lompatan menuju energi hijau.*
14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 5,3 GW dimulai sebagai bagian dari proyek 100 GW PLTS diluncurkan, dengan potensi menurunkan biaya produksi listrik Rp. 73,9 triliun per tahun.
9️⃣ *Performa BUMN melejit di bawah manajemen Danantara