Yayasan Sintesia Animalia Indonesia

Yayasan Sintesia Animalia Indonesia Yayasan bergerak di bidang kesejahteraan hewan

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keamanan lingkungan, Bhabinkamtibmas dan Sintesia secara rutin melaksanakan ...
05/05/2026

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keamanan lingkungan, Bhabinkamtibmas dan Sintesia secara rutin melaksanakan patroli pengawasan kasus peracunan anjing. Patroli ini dilaksanakan secara konsisten sebanyak dua kali setiap minggu di setiap bulannya, di mana pada periode Maret hingga April 2026 tercatat sebanyak 12 kali patroli telah diselesaikan. Patroli ini mencakup area di kawasan Pantai Sanur dan sekitarnya, Bali baik wilayah pemukiman hingga area wisata.
Upaya preventif ini dilakukan untuk melindungi populasi hewan dari kekerasan termasuk peracunan, mengidentifikasi oknum peracun, serta memastikan kawasan wisata tetap aman dan bebas dari praktik kekerasan hewan. Langkah tersebut ditempuh melalui penggalian informasi dari warga, edukasi mengenai kesejahteraan hewan, hingga dialog strategis dengan manajemen hotel terkait pengelolaan anjing tak berpemilik secara etis.
Sintesia menekankan informasi penting agar masyarakat tidak langsung mengubur bangkai anjing yang ditemukan dalam kondisi mencurigakan demi keperluan lebih lanjut. Sintesia menyiapkan hadiah Rp.10 Juta untuk siapapun yang dapat memberikan informasi pelaku peracunan hewan di Sanur. Hubungi kami untuk info lebih lanjutnya.

Sebagai predator puncak di Pulau Jawa, Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) kini berhadapan dengan alih fungsi hutan...
04/05/2026

Sebagai predator puncak di Pulau Jawa, Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) kini berhadapan dengan alih fungsi hutan yang masif. Meskipun telah dilindungi hukum di Indonesia, populasi mereka terus menyusut hingga menyisakan sekitar 350 individu yang tersebar di 29 kantong habitat yang terisolasi. Kondisi ini menempatkan mereka dalam kategori Endangered pada IUCN Red List.
Keberadaan macan tutul adalah indikator vital bagi kesehatan lingkungan; hilangnya kendali alami dari predator puncak akan memicu ketidakseimbangan populasi satwa lain yang berisiko meningkatkan transmisi penyakit khususnya kepada manusia.
Peringatan ini merupakan mandat bagi kita untuk mengubah cara pandang terhadap fungsi hutan sebagai ruang hidup yang utuh demi menjamin kesejahteraan hewan dan kesehatan manusia yang saling berkaitan.

Indonesia menyumbang hampir 20% pasokan tuna ke ranah global. Namun, di lapangan masih dipenuhi penangkapan ilegal dan h...
03/05/2026

Indonesia menyumbang hampir 20% pasokan tuna ke ranah global. Namun, di lapangan masih dipenuhi penangkapan ilegal dan hewan lain yang ikut terjaring sia-sia. Hal ini menyebabkan penderitaan yang tidak harus mereka rasakan.
Keberlanjutan bukan mengenai jumlah ikan melainkan memberi ruang agar laut bisa pulih secara alami. Laut yang sehat adalah kunci kesehatan manusia dan lingkungan.
Selamat , mari kita sadari bahwa setiap pilihan di piring kita berdampak besar bagi keadilan dan kelestarian laut.

Hari Pendidikan Nasional 2026 ini menjadi pengingat bahwa belajar adalah perjalanan menuju kesadaran. Kesadaran bahwa ki...
02/05/2026

Hari Pendidikan Nasional 2026 ini menjadi pengingat bahwa belajar adalah perjalanan menuju kesadaran. Kesadaran bahwa kita hidup dalam ekosistem yang saling terhubung, di mana setiap keputusan kecil memiliki konsekuensi bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitar kita.
Saat ini, kecerdasan kognitif harus selaras dengan kecerdasan empati. Pendidikan sejati tidak hanya membuat kita “tahu”, tetapi membuat kita peduli dan berani mengambil tanggung jawab atas lingkungan kita.
Menjadi terdidik berarti memahami bahwa menjaga lingkungan termasuk hewan di dalamnya adalah bagian dalam menjaga kemanusiaan kita sendiri.

Di balik setiap aktivitas ekonomi, ada pekerja yang menggantungkan harapan pada pekerjaannya. Memperingati   menjadi mom...
01/05/2026

Di balik setiap aktivitas ekonomi, ada pekerja yang menggantungkan harapan pada pekerjaannya. Memperingati menjadi momen pengingat bahwa negara telah menetapkan berbagai regulasi untuk melindungi mereka namun seringkali realitas lapangan jauh dari harapan kesejahteraan.
Harapan itu tetap ada, selama ada upaya untuk memastikan bahwa setiap pekerja dapat hidup dengan layak dari hasil kerjanya.
Lebih dari bekerja, setiap usaha layak dihargai dengan keadilan dan kesejahteraan.

Indonesia kini terancam oleh luasnya lahan sawit yang mencapai 20,9 juta hektare, yang secara terus-menerus mengubah hut...
30/04/2026

Indonesia kini terancam oleh luasnya lahan sawit yang mencapai 20,9 juta hektare, yang secara terus-menerus mengubah hutan menjadi perkebunan. Data mencatat ada sekitar 579.700 hektare hutan yang hilang demi lahan sawit.
Masalahnya, aturan dalam UU Cipta Kerja (Pasal 110a dan 110b) justru membolehkan kebun sawit ilegal di dalam hutan tetap beroperasi hanya dengan membayar denda, tanpa harus mengembalikan fungsi hutan sebagai tempat tinggal hewan yang telah hilang dan hancur.
​Kehilangan hutan berarti hewan kehilangan rumah dan sumber makanan, yang akhirnya memicu stres dan konflik dengan manusia. Kita harus menyadari bahwa kesehatan manusia dan kesejahteraan hewan saling berkaitan erat. Merusak keseimbangan ekosistem yang selama ini melindungi hidup kita semua tentu memiliki risiko yang membahayakan kesehatan dan keamanan manusia.

Dalam persidangan kasus kucing “Mintel” di PN Blora (27/04/2026) terungkap sebuah fakta dari saksi bahwa aktivitas lari ...
28/04/2026

Dalam persidangan kasus kucing “Mintel” di PN Blora (27/04/2026) terungkap sebuah fakta dari saksi bahwa aktivitas lari dapat melakukan manuver untuk menghindari rintangan di lintasan. Seorang pelari memiliki kapasitas penuh untuk memilih jalur aman. Tindakan tendangan terhadap kucing “Mintel” bukanlah sebuah refleks yang tidak terhindarkan, melainkan sebuah keputusan sadar untuk melakukan kekerasan fisik pada kucing tersebut.
Pembuktian mengenai kapasitas pelaku yang seharusnya dapat menghindar semakin memperkuat adanya unsur kesengajaan dalam jeratan KUHP Baru yang kini memberikan ancaman pidana lebih berat bagi pelaku kekerasan terhadap hewan di Indonesia.
Keadilan bagi Mintel bukan sekadar tentang satu kasus, melainkan tentang menegakkan integritas hukum perlindungan hewan di Indonesia. Sintesia terus mengawal agar fakta persidangan ini menjadi landasan kuat bagi hakim untuk memberikan putusan yang adil dan objektif kepada seluruh pihak.

Deforestasi masif dan alih fungsi lahan di Sumatra telah memicu kehilangan habitat. Bagi Tapir Sumatra (Tapirus indicus)...
26/04/2026

Deforestasi masif dan alih fungsi lahan di Sumatra telah memicu kehilangan habitat. Bagi Tapir Sumatra (Tapirus indicus), hilangnya koridor biologis memaksa mereka masuk wilayah manusia bukan karena agresi, melainkan ketiadaan pilihan untuk bertahan hidup. Insiden di Desa Anggoli, di mana kehadiran hewan ini memicu kekhawatiran. Ini adalah bukti nyata kegagalan kita dalam menjaga batas ekologis.
Tapir mengalami tekanan psikologis dan risiko kekerasan fisik yang besar saat terpaksa berinteraksi dengan lingkungan manusia yang asing. Disisi lain, populasi mereka juga kian merosot, menjadikan status lindung dalam Permentan No. P.106 tidak boleh diabaikan.
Dalam ekosistem, Tapir berperan sebagai “arsitek hutan” melalui fungsinya sebagai penyebar biji primer. Kehilangan Tapir berarti proses regenerasi hutan secara alami juga terhenti. kita peringati dengan melindungi tapir sebagai upaya mitigasi krisis biodiversitas yang berdampak langsung pada stabilitas iklim dan kesehatan lingkungan kita.

Sebagai Guardians of Food and Health, dokter hewan adalah pilar strategis dalam menjaga keamanan hayati global. Peran in...
25/04/2026

Sebagai Guardians of Food and Health, dokter hewan adalah pilar strategis dalam menjaga keamanan hayati global. Peran ini melampaui tindakan medis di klinik yaitu benteng pertahanan yang mencegah zoonosis, memastikan keamanan rantai pangan, dan mengelola risiko kesehatan publik melalui pengawasan kesehatan populasi hewan secara ketat.
Menjamin hewan bebas dari stres bukan sekadar empati, melainkan langkah teknis untuk memastikan daging yang sampai di meja makan kita aman dan sehat. Tindakan ini berdampak langsung pada kualitas pangan dan kesehatan ekosistem. Menjaga kesejahteraan hewan adalah cara paling efektif untuk melindungi masa depan manusia.
menjadi penegasan bahwa kesehatan dunia bermula dari tangan yang peduli pada kesejahteraan hewa. Di tengah ancaman krisis pangan dan penyakit lintas batas, pilihan untuk merawat, melindungi, dan mencegah penderitaan adalah dedikasi yang nyata dalam menjaga kehidupan tetap selaras.
Selamat Hari Dokter Hewan Sedunia!

Dominasi ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di perairan Jakarta bukan sekadar isu kepadatan populasi, melainkan sin...
24/04/2026

Dominasi ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di perairan Jakarta bukan sekadar isu kepadatan populasi, melainkan sinyal hilangnya ekosistem lokal dan rusaknya habitat. Sebagai spesies invasif yang berkembang tanpa predator, keberadaan mereka menciptakan penggeseran peran ikan endemik dan merusak rantai makanan alami.
Perilaku burrowing (melubangi tebing sungai) di ikan sapu-sapu untuk bersarang secara masif dapat melemahkan stabilitas struktur tanggul sungai dan memicu erosi. Degradasi habitat ini menghancurkan daya dukung lingkungan yang berujung pada hilangnya ruang hidup bagi mahkluk hidup lain. Ketika keseimbangan terganggu, kemampuan sungai untuk melakukan pemulihan mandiri pun ikut terhambat.
Krisis ini berakar dari pelepasan hewan peliharaan secara sembarangan tanpa pemahaman risiko pada lingkungan. Menjaga sungai bukan hanya soal membersihkan sampah, melainkan mencegah invasi biologis yang merusak dari dalam. Jangan biarkan niat baik melepas hewan menjadi bencana ekologis bagi masa depan perairan kita.

Kita sedang berhadapan dengan krisis iklim, hilangnya biodiversitas, dan polusi yang kian toksik. Deforestasi masif dan ...
22/04/2026

Kita sedang berhadapan dengan krisis iklim, hilangnya biodiversitas, dan polusi yang kian toksik. Deforestasi masif dan limbah plastik bukan sekadar merusak lingkungan, melainkan juga memiliki risiko negatif untuk makhluk hidup yang berada disekitarnya.
Kehilangan habitat dan sumber pakan akan memaksa hewan hidup dalam kondisi stres, konflik, dan penderitaan berkepanjangan.
hari ini dapat menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah kewajiban bagi kesehatan dan kesejahteraan kita bersama. Kita tidak dapat menyelamatkan satu pihak dengan membiarkan pihak lain menderita. Menjaga bumi bukan lagi sekadar pilihan etis, melainkan satu-satunya pilihan bertahan hidup yang tersisa bagi seluruh makhluk.
—————————————————————————————
We are currently facing a triple planetary crisis: climate change, biodiversity loss, and escalating toxic pollution. Massive deforestation and plastic waste are more than just environmental threats; they pose systemic risks to every living being in the ecosystem.
The destruction of habitats and the loss of natural food sources force animals into a cycle of chronic stress, conflict, and prolonged suffering. As sentient beings, they bear the weight of a world out of balance.
This serves as a vital reminder that protecting the planet is a collective obligation for our shared health and well-being. Under the framework of One Health and One Welfare, we cannot save ourselves while allowing others to suffer. Safeguarding the Earth is no longer just an ethical choice—it is the only survival strategy remaining for all living creatures.

Update Persidangan Kucing ‘Mintel’ : Saksi Ahli Tegaskan Tendangan Terdakwa terhadap ‘Mintel’ secara Ilmiah sebagai Bent...
21/04/2026

Update Persidangan Kucing ‘Mintel’ : Saksi Ahli Tegaskan Tendangan Terdakwa terhadap ‘Mintel’ secara Ilmiah sebagai Bentuk Kekerasan

Persidangan kasus penendangan kucing “Mintel” di PN Blora kembali dilanjutkan pada 20-04-2026. Kehadiran Saksi Ahli, drh. Ramiyana, memberikan bukti saintifik yang kuat bahwa tindakan terdakwa adalah bentuk kekerasan hewan berupa kekerasan fisik.
Secara medis, tendangan pada area kepala dapat memicu trauma fisik dan rasa sakit yang hebat. Penderitaan tersebut terkonfirmasi melalui respon perilaku Mintel yang memberontak dan menunjukkan ketakutan sesaat setelah kejadian yang dapat dilihat pada video viral yang beredar di masyarakat.

Penderitaan hewan bukan sekadar asumsi, melainkan fakta biologis yang diakui oleh ilmu kedokteran hewan.
Secara hukum, tindakan penganiayaan hewan dengan menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya dengan melampaui batas atau tanpa tujuan yang patut juga dapat dikenakan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak kategori II (10 juta rupiah) sesuai dengan Pasal 337 KUHP Baru.
Selain saksi ahli, kehadiran Siti Marfuah sebagai orang tua pemilik memperdalam sisi kemanusiaan dalam persidangan tersebut. Kekecewaan mendalam diungkapkan atas arogansi oknum mantan ASN yang secara sadar menyakiti kucing “Mintel”.
Sidang yang berlangsung selama 1,5 jam ini ditutup tanpa bantahan sedikit pun dari pihak terdakwa maupun penasihat hukumnya. Sintesia akan terus mengawal kasus ini hingga vonis dijatuhkan.
Sintesia tetap konsisten menegaskan bahwa kekerasan terhadap seluruh makhluk hidup adalah kejahatan, dan keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status sosial.

Address

Jalan Tegal Wangi Nomor 62 Sesetan
Denpasar
80224

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281339993119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Sintesia Animalia Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Sintesia Animalia Indonesia:

Share