Bali Sruti

Bali Sruti The Voice of Women in Bali

28/08/2026

The 2nd International Conference Bali Gender Studies Forum (BGSF) 2026

Theme:
“Transforming Society through Youth Engagement, Gender Equality, Inclusive Governance, and Climate Action toward the Sustainable Development Goals 2030.”

📅 28–29 August 2026
🕘 Time: According to the official Program Book (WITA / UTC+8)
💻 Online via Zoom
🏛️ Organized by Yayasan Bali Sruti

Welcome to The 2nd International Conference Bali Gender Studies Forum (BGSF) 2026, an international academic forum bringing together researchers, academics, practitioners, policymakers, students, and social activists to exchange knowledge, research findings, and innovative ideas on gender equality, youth engagement, inclusive governance, climate action, and sustainable development.

Participants are kindly requested to use their full name and institution as their Zoom display name, keep the microphone muted when not speaking, use the official BGSF 2026 virtual background, follow the moderator’s instructions during plenary and parallel sessions, and maintain respectful, inclusive, and constructive communication throughout the conference.

We look forward to meaningful discussions, knowledge exchange, and collaboration toward a more equal, inclusive, and sustainable society.

11/08/2026

PENERBIT BALI SRUTI

Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Penerbit Bali Sruti melaksanakan konsultasi terkait pengajuan ISSN bersama layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS). Konsultasi ini merupakan bagian dari upaya Penerbit Bali Sruti dalam mempersiapkan dan mengembangkan lima jurnal ilmiah, yaitu:
1. Journal of Discourse, Innovation, and Empowerment in Gender (JODIEG)
2. Journal of Civil, Architecture, and Environment (CivArchEnviro)
3. Journal of Gender, Policy, and Social Inclusion (JOGEPSI)
4. Journal of Heritage, Tourism, and Sustainability (JOHTAS)
5. Jurnal Social and Humanities Empowerment (SHE), yang merupakan jurnal Pengabdian Masyarakat.

Saat ini masih proses pengajuan E-ISSN, Sebentar lagi keluar. Kami mengundang akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk mempersiapkan artikelnya dan
submit pada jurnal-jurnal yang diterbitkan Penerbit Bali Sruti. Gratissss

Astungkara, semoga proses pengajuan berjalan lancar dan kelima jurnal Penerbit Bali Sruti segera memperoleh ISSN serta dapat memberikan manfaat bagi perkembangan publikasi ilmiah. Tunggu ya ❤️

A Consortium for Plural and Inclusive Indonesian Feminisms LETSS Talk, ETNOGRAFIK Research Center (ERC) Universitas Suma...
11/08/2026

A Consortium for Plural and Inclusive Indonesian Feminisms LETSS Talk, ETNOGRAFIK Research Center (ERC) Universitas Sumatera Utara, Mitra Wacana

4th Annual Kartini Conference on Indonesian Feminisms (KCIF2026)

Online on Zoom, 6-13 September 2026

Tema Konferensi: "Menguatkan Kepemimpinan dan Kepedulian Feminis di Tengah Polarisasi Politik, Perang Ekonomi, dan Paradoks Teknologi Digital"

Special Plenary Sesion 2 Feminisme Berbasis Agama di tengah Ekstremisme Politik dan Friksi Sosial

Rabu, 9 September 2026, 15:30-17:30 WIB

Narasumber
Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu, M.Si. Pendiri Bali Sruti Foundation

Dr. KH. Husein Muhammad Pengasuh Pesantren Dar Al Fikr dan Pendiri Yayasan Fahmina

Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ. Guru Besar Emeritus Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara

Pdt. Prof. Septemmy E. Lakawa, Th.D. Guru Besar Teologi Misi dan Studi Trauma, Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta

Moderator

Wahyu Tanoto Ketua Perkumpulan Mitra Wacana

100% GRATIS! TERBUKA UNTUK UMUM!

Silakan registrasi sebagai peserta untuk mengikuti seluruh 70 sesi KCIF2026: https://bit.ly/PesertaKCIF2026

Tersedia Juru Bahasa Isyarat Ita dan Naufal

Don't miss it or you'll regret it!

Pertanyaan/Informasi

[email protected] (Email)

+17164107702 (WhatsApp)

Salam keadilan, salam keragaman, salam feminis, salam KCIF!




KONFERENSI GRATIS TISBagi para peneliti, dosen, pengajar, mahasiswa, para aktifis dan praktisi maupun para sahabat Bali ...
04/08/2026

KONFERENSI GRATIS TIS

Bagi para peneliti, dosen, pengajar, mahasiswa, para aktifis dan praktisi maupun para sahabat Bali Sruti...Mari hadiri KONFERENSI INTERNASIONAL KE-2 BALI GENDER STUDIES FORUM 2026 secara online.

Ada para pakar yang berbicara, ada peluncuran buku, dan ada 115 artikel yang akan dipresentasikan selama dua hari, yaitu tentang peran generasi muda, kebijakan yang inklusif, kekerasan berbasis gender, iklim, pendidikan, dan tentang kepemimpinan perempuan.

Ada juga sesi peluncuran dan diskusi dua buku yang berjudul :
1. Kelahiran Perkawinan dan Kematian di Masyarakat Batak Abad XIX yang ditulis Sita T. van Bemmelen.
2. Finding Kapiten Boodieman karya Priyambudi Sulistiyanto (Adelaide, Australia).

Yuk, segera daftar. Gratis lho. Apa sih keuntungannya?

Anda akan mendapatkan:
1. Sertifikat elektronik (e-Certificate) bagi peserta
2. Wawasan baru dari para pakar internasional
3. Diakhir acara ada pembagian paket kuota bagi lima peserta yang paling aktif

Mari Daftar sekarang: https://bit.ly/4wIcsaj

Sampai bertemu secara daring pada 28–29 Agustus 2026!

04/08/2026

KOLABORASI PENGABDIAN BAGI KELOMPOK RENTAN

Pada 12 Juli 2026, Bali Sruti bersama Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai dan College of Engineering School & Master Degree (CESI) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar, bersama Sekolah Perempuan Srikandi.Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa edukasi mitigasi bencana, pengelolaan sampah berbasis sumber, pelatihan pembuatan komposter, penanaman biopori di kawasan rawan banjir, serta aksi bersih-bersih lingkungan.

Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan membantu masyarakat marginal di kawasan perkotaan, khususnya Dusun Wanasari yang merupakan wilayah rawan bencana.

Senada dengan itu, Ir. Gede Sumarda, M.T., IPM., Ketua PKM Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai menjelaskan bahwa edukasi mengenai mitigasi bencana dan pengelolaan sampah merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang baik dan tidak membuang sampah ke sungai, diharapkan risiko banjir yang kerap terjadi dapat diminimalkan.

Mahasiswa FST Universitas Ngurah Rai mengaku mendapatkan pengalaman berharga karena dapat menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat. Di sisi lain, Ibu Radiah, Ketua Sekolah Perempuan Srikandi, bersama warga RT 05 menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan mitigasi banjir.

Warga pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru tentang pemilahan sampah, pengolahan sampah rumah tangga, pembuatan komposter, hingga pemanfaatan bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat.

Harapannya, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi lingkungan, mampu mengurangi risiko banjir akibat sampah, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh.

04/08/2026

🌿 Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026

Dalam semangat menjaga alam dan merawat keberlanjutan Pulau Bali, Yayasan Bali Sruti turut berpartisipasi dalam aksi lingkungan memperingati Hari Mangrove Sedunia, Minggu, 26 Juli 2026, di kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai, Benoa, Bali.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Penggiat Lingkungan Bali (FPL-Bali) ini mengusung semangat “Menanam Mangrove, Menjaga Pulau Bali, untuk Generasi”. Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih pesisir dan kawasan sekitar mangrove, dilanjutkan dengan penanaman mangrove sebagai langkah sederhana namun bermakna dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan lingkungan Bali.

Bagi kami, menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi hari ini dan generasi mendatang dapat menikmati alam yang sehat, lestari, dan berkelanjutan.

Terima kasih kepada Forum Penggiat Lingkungan Bali (FPL-Bali) atas undangan dan kesempatan untuk menjadi bagian dari aksi bersama ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh penggiat lingkungan, komunitas, organisasi, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat yang telah bergotong royong dengan penuh kepedulian.

Semoga mangrove yang kita tanam hari ini tumbuh bersama harapan untuk Bali yang lebih hijau, pesisir yang lebih lestari, dan masa depan yang lebih baik. 🌱🌊

Menanam hari ini, menjaga kehidupan untuk generasi mendatang.

04/08/2026

SHARING SESSION: PENGUATAN LAYANAN REHABILITASI SOSIAL TERINTEGRASI

Pada 22 Juli 2026, Bali Sruti berkesempatan menghadiri kegiatan "Sharing Session: Penguatan Layanan Rehabilitasi Sosial Terintegrasi" yang diselenggarakan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas layanan rehabilitasi sosial melalui pengembangan layanan terintegrasi (one-stop service) bagi penyandang disabilitas.

Partisipasi Bali Sruti dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong terwujudnya layanan yang inklusif, setara, dan berperspektif hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Semoga ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam program-program pendampingan Bali Sruti, sehingga semakin memperkuat upaya mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan sosial.

Terima kasih kepada Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Republik Indonesia atas kesempatan belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

31/07/2026

PEREMPUAN PENJAGA LINGKUNGAN HIDUP

Halo sahabat Bali Sruti 🤩

Pada hari Senin, 20 Juli 2026, Ni Putu Tirta Dewi Mahayogi, S.KM., M.Kes., mewakili Bali Sruti menjadi narasumber dalam webinar "Civil Society, Democracy & Launching CSD E-Learning" dengan tema "Menjaga Bali Tri Hita Karana: Partisipasi Generasi Muda dan Perempuan untuk Keadilan Ekologi Alam Bali."

Dalam paparannya, Tirta mengangkat pentingnya memandang pelestarian lingkungan melalui perspektif Tri Hita Karana dan ekofeminisme. Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga memperberat beban yang dialami perempuan. Oleh karena itu, perjuangan mewujudkan keadilan ekologis harus berjalan seiring dengan upaya mewujudkan kesetaraan gender.

Praktik baik melalui Sekolah Perempuan juga disampaikan sebagai motivasi publik dimana Sekolah Perempuan merupakan komunitas pemberdayaan perempuan, termasuk kelompok marginal, lansia, dan penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memahami hak-haknya, serta berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan desa. Pendekatan ini memperjelas peran perempuan sebagai pengambil keputusan sekaligus penjaga keberlanjutan lingkungan.

Generasi muda juga diajak untuk mengambil peran melalui inovasi, literasi digital, pendampingan komunitas, advokasi kebijakan, dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi lintas generasi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan Bali yang selaras dengan nilai-nilai Tri Hita Karana dan menuju Bali Jagadhita.

Terima kasih kepada seluruh penyelenggara webinar atas terselenggaranya ruang belajar dan diskusi yang inspiratif. Semoga forum ini semakin memperkuat kolaborasi antara masyarakat sipil, akademisi, organisasi perempuan, dan generasi muda dalam memperjuangkan demokrasi, kesetaraan gender, serta keadilan ekologi bagi Bali yang lebih lestari.

25/07/2026

KEKERASAN BERBASIS GENDER: MEMAHAMI KERENTANAN BERLAPIS DAN PERLINDUNGAN KORBAN

Pernahkah teman-teman membayangkan bagaimana rasanya menjadi korban kekerasan, tetapi justru mengalami kesulitan untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan? Ditambah lagi jika korban mengalami kerentanan berlapis.

Nah, hal inilah yang dibahas secara rinci oleh Sari (Bali Sruti) bersama Wisnu (LBH APIK Bali) dalam siaran RRI Pro 1 Denpasar dengan mengangkat topik "Kekerasan Berbasis Gender: Memahami Kerentanan Berlapis dan Perlindungan Korban” pada Senin, 20 Juli 2026,

Dalam perbincangan pada siaran kali ini dijelaskan bahwa kekerasan berbasis gender bukan hanya soal tindakan kekerasan itu sendiri, tetapi juga bagaimana korban sering menghadapi hambatan berlapis untuk memperoleh keadilan dan perlindungan. Faktor seperti jenis kelamin, usia, disabilitas, kondisi ekonomi, lokasi tempat tinggal, hingga identitas sosial lainnya dapat membuat seseorang semakin rentan dan semakin sulit mengakses layanan yang dibutuhkan.

Ada korban yang harus menghadapi hambatan karena kondisi ekonomi, lalu tinggal di daerah terpencil, belum lagi merupakan penyandang disabilitas, masih anak-anak, lanjut usia, atau memiliki identitas tertentu yang membuat mereka semakin rentan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai kerentanan berlapis, di mana seseorang menghadapi lebih dari satu bentuk kerentanan yang saling memengaruhi sehingga akses terhadap perlindungan menjadi semakin sulit.

Diskusi ini sekaligus menjadi pijakan bagi kita bersama untuk penting memahami dan membangun sistem perlindungan yang berpihak pada korban, bebas dari stigma, serta memastikan setiap orang memperoleh hak atas rasa aman, pendampingan, dan keadilan tanpa diskriminasi.

Address

Jalan Pulau Serangan I No. 2
Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bali Sruti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share