Bali Sruti

Directions Website

Bali Sruti The Voice of Women in Bali

Pernahkah kamu berpikir, kalau kesempatan sudah dibuka untuk semua, apakah berarti semua orang benar-benar bisa mengakse...
28/09/2026

Pernahkah kamu berpikir, kalau kesempatan sudah dibuka untuk semua, apakah berarti semua orang benar-benar bisa mengaksesnya? 🤔

Atau, pernahkah kamu datang ke sebuah tempat dan melihat hanya ada tangga, informasi yang sulit diakses, atau layanan yang belum mempertimbangkan kebutuhan disabilitas?

Faktanya, kesempatan yang sama belum tentu berarti akses yang sama. Hambatan fisik, komunikasi, sikap, hingga kebijakan masih dapat membuat disabilitas sulit berpartisipasi secara penuh.

Karena itu, aksesibilitas bukanlah bentuk belas kasihan atau perlakuan khusus. Aksesibilitas adalah bagian dari hak dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi.

Inklusi juga bukan sekadar mengundang atau menghadirkan seseorang dalam sebuah kegiatan. Inklusi berarti memastikan mereka didengarkan, memiliki ruang untuk berpartisipasi, dan mempunyai kesempatan dalam pengambilan keputusan.

💗 Jadi, coba lihat lagi lingkungan di sekitar kita: sudahkah benar-benar bisa diakses oleh semua orang?

“Katanya sudah setara. Tapi, benarkah?”Ketidaksetaraan gender nggak selalu hadir dalam bentuk larangan besar. Kadang jus...
28/09/2026

“Katanya sudah setara. Tapi, benarkah?”

Ketidaksetaraan gender nggak selalu hadir dalam bentuk larangan besar. Kadang justru muncul dari hal-hal kecil yang kita anggap normal—siapa yang mengurus rumah, siapa yang “membantu”, siapa yang dianggap terlalu ambisius, sampai siapa yang lebih banyak memikul beban pengasuhan.

Gender equality isn’t just about giving everyone the same opportunities. It’s also about making sure everyone has a fair and real opportunity to live, work, lead, and make decisions.

Karena pekerjaan rumah bukan “tugas perempuan”, dan ketika laki-laki melakukannya, itu bukan sekadar “membantu istri”.
It’s shared responsibility. 🤍

Mulai dari rumah. Mulai dari hal-hal kecil.
Karena sesuatu yang terus dianggap “biasa” juga bisa menjadi bagian dari ketidakadilan.

25/09/2026

BIMTEK Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) oleh KESBANGPOL Provinsi Bali

Pada Kamis, 24 September 2026, Bali Sruti yang diwakili oleh Sri Sulandari menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Bali Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Provinsi Bali.

Kegiatan membahas perkembangan IDI Bali serta pilot project pengukuran IDI tingkat kabupaten/kota. Dalam materi BPS Provinsi Bali, IDI mencakup tiga aspek utama, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. IDI juga menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat perkembangan demokrasi di daerah, termasuk partisipasi masyarakat, kesetaraan gender, akses terhadap informasi publik, serta kualitas lembaga demokrasi.

Terima kasih kepada Kesbangpol Provinsi Bali dan BPS Provinsi Bali atas kesempatan yang diberikan kepada Bali Sruti untuk turut berpartisipasi.

Semoga kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, setara, partisipatif, dan berkeadilan.

08/09/2026

KOLABORASI PEMERINTAH KOTA DENPASAR DENGAN LEMBAGA-LEMBAGA PEDULI PEREMPUAN DAN ANAK

Pada 3 September 2026, Bali Sruti diundang Kepala Dinas (KADIS) baru DP3AP2KB Kota Denpasar, Ibu Ketut Sri Karyawati, S.KM., M.Kes, untuk berdiskusi bersama LSM lainnya yang Peduli Perempuan dan Anak.

Pertemuan dibuka oleh Ibu Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar bersama Ibu Sekretaris Dinas. Dalam kesempatan ini, Bali Sruti berbagi tentang berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan, mulai dari pemberdayaan dan penguatan kepemimpinan perempuan melalui Sekolah Perempuan, pendampingan perempuan korban kekerasan, penguatan partisipasi perempuan di tingkat desa, hingga kerja-kerja advokasi untuk kesetaraan gender dan inklusi sosial. Lembaga lainnya juga berbagi pengalaman, program, dan fokus kerja masing-masing.

Diskusi bersama KPAD Provinsi Bali, APSAI Kota Denpasar, LBH APIK, PUSPAGA, FK PUSPA, GOW Kota Denpasar, Bali Sruti, dan Yayasan Gerasa ini mengingatkan kita bahwa kerja untuk perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Semoga ke depan jejaring ini semakin erat, dan kolaborasi yang terbangun dapat menghadirkan dukungan serta perlindungan yang semakin kuat bagi perempuan dan anak di Kota Denpasar.

​ ​ ​

CALL FOR PAPERS – JOGEPSIYth. Bapak/Ibu Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Rekan-Rekan Mahasiswa,Journal of Gender, Policy a...
08/09/2026

CALL FOR PAPERS – JOGEPSI

Yth. Bapak/Ibu Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Rekan-Rekan Mahasiswa,

Journal of Gender, Policy and Social Inclusion (JOGEPSI), jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Penerbit Bali Sruti (e-ISSN: 3164-2861), kembali membuka penerimaan artikel ilmiah untuk:

Vol. 1 No. 2 (2026)
Terbit Oktober 2026

Kami mengundang Bapak/Ibu dan rekan-rekan untuk mengirimkan karya ilmiah terbaik sesuai dengan Focus and Scope JOGEPSI, yaitu:
1. Gender-Responsive Public Policy
2. Social Inclusion and Exclusion Policies
3. Intersectionality in Governance
4. Gender-Responsive Budgeting and Fiscal Policy
5. Social Protection and Welfare Policies
6. Inclusive Health and Education Policies
7. Employment Policy and Gender Equality
8. Digital Governance and Gender Inclusion
9. Minority Rights and Policy Analysis
10. Evidence-Based Policy from a Gender Perspective

Mari bergabung dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kebijakan, gender, dan inklusi sosial bersama JOGEPSI. Kami menantikan naskah terbaik Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian.

Informasi & Pengiriman Naskah:
🌐 Website: jurnal.balisruti.org/index.php/JOGEPSI
📱 WhatsApp: 08214119255

Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya.

Salam hormat, Redaksi JOGEPSI.

08/09/2026

Kekerasan berbasis gender bukan cuma soal apa yang terjadi pada seseorang, tapi juga tentang bagaimana kita melihat, memahami, dan merespons kekerasan di sekitar kita.

Lewat video ini, kami mengajak orang muda untuk menyampaikan pandangannya tentang KBG—mulai dari apa yang mereka pahami, bagaimana mereka melihat persoalan ini, sampai kenapa suara orang muda penting dalam upaya mencegah kekerasan berbasis gender.

Karena membangun ruang yang aman bukan cuma tugas satu pihak. Orang muda juga punya suara, punya perspektif, dan punya peran untuk menciptakan perubahan.
Yuk, dengarkan dan lihat seberapa dekat sebenarnya isu KBG dengan kehidupan kita sehari-hari?

04/09/2026

HARI KEDUA THE 2nd INTERNATIONAL CONFERENCE BALI GENDER STUDIES FORUM (BGSF)

Hari kedua sekaligus penutupan The 2nd International Conference Bali Gender Studies Forum (BGSF) 2026 telah terlaksana dengan lancar pada 29 Agustus 2026 secara online melalui Zoom. Pada sesi plenary, tiga narasumber berbagi perspektif mengenai isu-isu strategis yang menjadi bagian penting dari tema BGSF 2026, yaitu Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., S.E., M.M. dari Universitas Mahendradatta, Bali; Prof. Dr. H. Sugeng Suharto, MM., M.Si. dari Universitas Bengkulu; serta Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, ST., MT., IPM., ASEAN.Eng. dari Universitas Ngurah Rai, Bali.

Sejumlah 27 artikel dari 105 artikel yang dipresentasikan di hari kedua pada Sesi Paralel IV yang terbagi dalam 7 breakout room. Berbagai hasil penelitian dan gagasan dipresentasikan dalam beragam isu.

Menjelang penutupan konferensi, hasil dan rekomendasi BGSF 2026 disampaikan oleh Sita Thamar van Bemmelen, Dr. Dra. Titiek Hendrastiti, M.A., dan Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu, M.Si., sebagai rangkuman berbagai gagasan, temuan, dan rekomendasi yang berkembang selama dua hari konferensi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman penerima Best Presentation Awards, foto bersama, pembagian tautan sertifikat, serta penutupan resmi konferensi.

Terima kasih kami sampaikan kepada Equal Measures 2030 (EM2030), Institut KAPAL Perempuan, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai, Universitas Bengkulu, serta seluruh universitas yang turut menjadi co-host; para mitra jurnal, Penerbit Bali Sruti, Plenary Speakers, Moderators, Reviewers, Presenters, Participants, Organizing Committee, IT Team, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta berkontribusi dalam menyukseskan The 2nd International Conference Bali Gender Studies Forum (BGSF) 2026.

Semoga pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan rekomendasi yang dihasilkan melalui forum ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi nyata untuk mendorong kesetaraan gender, keadilan sosial, tata kelola yang inklusif, keterlibatan generasi muda, serta pembangunan yang berkelanjutan. 🙏💐

04/09/2026

HARI PERTAMA THE 2nd INTERNATIONAL CONFERENCE BALI GENDER STUDIES FORUM (BGSF)

Hari pertama konferensi online telah terlaksana dengan lancar pada 28 Agustus 2026. Kegiatan dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Dr. Ir. Luh Riniti Rahayu, M.Si., Ketua Yayasan Bali Sruti, dilanjutkan dengan keynote speech oleh Misiyah, S.Pd., M.Si., Ketua Dewan Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, serta plenary session yang dimoderatori oleh Ulfa Kasim dengan tiga narasumber, yaitu Prof. Siti Kusujiarti, Ph.D. dari Warren Wilson College, Amerika Serikat; Prof. Dr. Nadzirah Binti Zainordin dari UCSI University, Kuala Lumpur, Malaysia; dan Justin Christina Gelatik Anthonie dari Institut KAPAL Perempuan, Jakarta, Indonesia.

Sejumlah 78 abstrak dari 105 abstrak yang dipresentasikan, peneliti, dan aktivis sosial dari berbagai daerah di Indonesia serta beberapa negara dipresentasikan dalam tiga sesi paralel. Sesi Paralel I dan Paralel II masing-masing terdiri atas 7 breakout room, sedangkan Paralel III terdiri atas 6 breakout room, sehingga secara keseluruhan terdapat 20 ruang presentasi paralel. Masing-masing ruang membahas beragam isu, antara lain kesetaraan gender dan keadilan sosial, kepemudaan, tata kelola dan kebijakan publik, lingkungan dan perubahan iklim, pendidikan, budaya, kesehatan, serta kepemimpinan perempuan.

Rangkaian hari pertama juga diisi dengan bedah buku “Finding Kapiten Boodieman” karya Dr. Priyambudi Sulistiyanto, yang dibedah oleh Dr. Luh Riniti Rahayu, M.Si., serta bedah buku sekaligus peluncuran buku “Kelahiran, Perkawinan, dan Kematian di Masyarakat Batak Abad XIX” karya Sita Thamar van Bemmelen, Ph.D., yang dibedah oleh Dr. Dra. Titiek Kartika Hendrastiti, M.A. Kedua kegiatan tersebut turut memperkaya rangkaian konferensi melalui diskusi mengenai sejarah, budaya, identitas, dan pengalaman sosial masyarakat.

Terima kasih kepada seluruh Keynote Speakers, Plenary Speakers, Book Discussants, Authors, Moderators, Reviewers, Presenters, Participants, Partners, Organizing Committee, IT Team, dan seluruh tim pendukung atas kontribusi dan kerja samanya menyukseskan hari pertama BGSF 2026. 🙏💐

Address

Jalan Pulau Serangan I No. 2
Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bali Sruti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share