Biodiversitas Indonesia

Biodiversitas Indonesia Education, Research and Conservation have always been the keywords praised in the realm of preserving earth biodiversity.

Implementing these words is utmost important and the reason BIONESIA was established.

Pada tanggal 18–19 Mei 2026, Yayasan Biodiversitas Indonesia bersama Pusat Riset Ekologi, BRIN melaksanakan kegiatan sam...
29/05/2026

Pada tanggal 18–19 Mei 2026, Yayasan Biodiversitas Indonesia bersama Pusat Riset Ekologi, BRIN melaksanakan kegiatan sampling environmental DNA (eDNA) di tiga danau kawasan Bedugul, Bali, yaitu Danau Buyan, Danau Beratan, dan Danau Tamblingan.
Metode eDNA telah muncul sebagai alat yang ampuh untuk penilaian keanekaragaman hayati, yang mampu mendeteksi beragam takson dengan sensitivitas tinggi, termasuk spesies kriptik, langka, atau sulit ditemui yang mungkin kurang terwakili dalam survei konvensional. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati secara non-invasif, termasuk mendeteksi keberadaan spesies dengan kelimpahan rendah maupun spesies introduksi dan invasif.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data awal mengenai komposisi keanekaragaman ikan native serta mengidentifikasi keberadaan spesies introduksi/invasif pada ekosistem ketiga danau tersebut. Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem perairan di Bali berbasis data ilmiah.
Melalui kolaborasi riset dan konservasi, pemantauan biodiversitas perairan dapat dilakukan secara lebih adaptif, modern, dan berkelanjutan.

BRIN YayasanBiodiversitasIndonesia

Kegiatan Guest Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi dan Pemetaan Lokasi Peneluran serta Titik...
24/04/2026

Kegiatan Guest Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Identifikasi dan Pemetaan Lokasi Peneluran serta Titik Perdagangan Penyu di Bentang Laut Sunda Kecil (BLSK)” diselenggarakan sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat konservasi penyu di kawasan Bentang Laut Sunda Kecil.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Biodiversitas Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha, WWF Indonesia, serta Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelaksanaannya merupakan dukungan dari program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA).

Berlangsung di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, pada 20 April 2026, kegiatan ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari mahasiswa, kelompok masyarakat pengawas terkait konservasi penyu, praktisi pendidikan, peneliti, hingga para pengambil kebijakan.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan, penguatan basis data, serta sinergi lintas sektor dalam mengidentifikasi lokasi peneluran dan memetakan jalur perdagangan penyu. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi landasan dalam merumuskan strategi konservasi yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan di wilayah BLSK.

Ikan karang merupakan kelompok ikan yang hidup di berbagai ekosistem laut dan memiliki hubungan yang erat dengan terumbu...
11/03/2026

Ikan karang merupakan kelompok ikan yang hidup di berbagai ekosistem laut dan memiliki hubungan yang erat dengan terumbu karang. Selain di terumbu karang, ikan karang juga dapat ditemukan di habitat sekitarnya, seperti padang lamun, yang sering dimanfaatkan sebagai area mencari makan, terutama saat migrasi nokturnal.

Struktur terumbu karang dengan berbagai bentuk, seperti masif, lembaran, dan bercabang, menyediakan tempat berlindung bagi ikan karang dari predator. Ikan karang umumnya memiliki warna yang cerah dan bentuk tubuh yang beragam, serta hidup pada berbagai mikrohabitat di terumbu, seperti celah karang, permukaan karang, dan gua kecil.

Setiap spesies ikan karang memiliki preferensi habitat yang dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, tempat perlindungan, serta kondisi lingkungan seperti arus dan substrat. Karena itu, keberadaan dan kelimpahan ikan karang sering digunakan sebagai indikator kesehatan ekosistem terumbu karang.

Referensi :
Ariyanti, L. A. S., Novitasari, H., Insafitri, I., & Nugraha, W. A. (2022). Penutupan, rugositas terumbu karang dan kelimpahan ikan karang di perairan utara Bangkalan. Jurnal Kelautan Tropis, 25(2), 202-212.
Khairunisak, K., Morhaban, V. F., Firdus, F., Nasir, M., & Muchlisin, Z. A. (2024). Literatur Review: Tingkat Kelimpahan Ikan Karang di Perairan Indonesia. Fauna: Jurnal Kajian Ilmu Hewani, 2(2), 09-21.

Tahukah kamu? Setiap hewan memiliki “barcode” unik di dalam DNA-nya. Melalui metode DNA barcoding, para ilmuwan dapat me...
06/03/2026

Tahukah kamu? Setiap hewan memiliki “barcode” unik di dalam DNA-nya. Melalui metode DNA barcoding, para ilmuwan dapat mengidentifikasi spesies hewan hanya dari potongan kecil jaringan atau sampel DNA. Teknologi ini membantu mengungkap keanekaragaman hayati, mendeteksi perdagangan satwa ilegal, hingga mendukung upaya konservasi berbagai spesies di alam.

Referensi :
Rahayu, D. A., & Jannah, M. (2019). DNA barcode hewan dan tumbuhan Indonesia. Jakarta: Yayasan Inspirasi Ide Berdaya, 165.
Zein, M. S. A., & Prawiradilaga, D. M. (2013). DNA barcode fauna Indonesia. Prenada Media.

DNA barcoding merupakan metode modern untuk mengidentifikasi spesies secara cepat dan akurat melalui analisis urutan DNA...
04/03/2026

DNA barcoding merupakan metode modern untuk mengidentifikasi spesies secara cepat dan akurat melalui analisis urutan DNA yang diekstraksi dari sampel jaringan dalam jumlah kecil. Saat ini, metode ini telah diterapkan pada berbagai kelompok organisme di seluruh cabang ilmu biologi.

Sebagai alat bantu bagi para taksonom, DNA barcoding memperkuat proses identifikasi spesies dengan memungkinkan pendeteksian karakter genetik pada seluruh tahapan siklus hidup organisme, mulai dari larva hingga dewasa. Dalam konteks eksplorasi keanekaragaman hayati, metode ini juga berperan penting dalam mengungkap dan mengidentifikasi spesies yang berpotensi baru bagi ilmu pengetahuan.

Selain itu, DNA barcoding dimanfaatkan untuk menjawab berbagai pertanyaan mendasar dalam bidang ekologi dan evolusi, seperti memahami pola pembentukan dan hubungan antarspesies dalam suatu komunitas.

Secara umum, proses DNA barcoding mencakup dua tahapan utama:
1. Penyusunan pustaka (database) barcode DNA dari spesies yang telah teridentifikasi, dan
2. Pencocokan urutan DNA sampel yang belum diketahui dengan pustaka tersebut untuk menentukan identitas spesiesnya.

Meskipun tergolong sebagai pendekatan yang relatif baru, perkembangan DNA barcoding berlangsung sangat pesat, baik dari segi jumlah data sekuens yang dihasilkan maupun ragam penerapannya. Metode ini kini digunakan secara luas pada berbagai kelompok organisme, mulai dari hewan dan jamur hingga protista, alga, dan tumbuhan, sehingga menjadi salah satu pendekatan penting dalam studi keanekaragaman hayati modern.

Referensi :
W. John Kress and David L. Erickson (eds), DNA Barcodes: Methods and Protocols, Methods in Molecular Biology, vol.858, DOI 10.1007/978-1-61779-591-6_1, ©️Springer Science+Business Media, LLC 2012

Yayasan Biodiversitas Indonesia (BIONESIA) participated in the Grant Socialization and Proposal Development Workshop hel...
03/03/2026

Yayasan Biodiversitas Indonesia (BIONESIA) participated in the Grant Socialization and Proposal Development Workshop held in Kupang on 19–20 February 2026. This activity is part of the University Partnership Program of the Regional Secretariat of CTI-CFF at the LSS Science Hub, supported by the Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) project.

The workshop was designed to:
1. Introduce the LSS Science Hub Research Fellowship Program and its call for proposals.
2. Clarify thematic priorities, cross-country collaboration expectations, and proposal evaluation criteria.
3. Provide practical guidance in developing research proposals for early-career researchers from universities in Indonesia and Timor-Leste.

The event aims to strengthen the quality, relevance, and policy orientation of research proposals aligned with SOMACORE priority themes, including:
1. Conservation of threatened and migratory species
2. Sustainable fisheries and livelihoods
3. Climate change and oceanography
4. Marine spatial planning and governance in the Lesser Sunda Seascape

Through this forum, BIONESIA reaffirms its commitment to advancing science-based research that supports effective policy and sustainable marine management.

Halo Sobat Bionesia!🙌Laut menyimpan jutaan kehidupan, tetapi bagaimana kita tahu bahwa ekosistemnya benar-benar sehat? A...
23/02/2026

Halo Sobat Bionesia!🙌
Laut menyimpan jutaan kehidupan, tetapi bagaimana kita tahu bahwa ekosistemnya benar-benar sehat? Apakah cukup hanya melihat keindahannya di permukaan?

Dalam sesi Autecology Exchange Talk : Insight kali ini yang bertema “Measuring What Matters in Marine Ecosystem”, kita akan mengupas bagaimana sains membantu kita memahami kondisi ekosistem laut secara lebih mendalam dari keanekaragaman hayati, kualitas perairan, hingga keseimbangan rantai makanan. Ikuti talk show berikut, pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Februari 2026
Waktu : 08.45 – 11.00 WIB (UTC+7)
Link Zoom : https://brin-go-id.zoom.us/j/99290272096?pwd=T7UDTn8glBquApHZq5n5IpsVUKYSLk.1
ID Rapat : 992 9027 2096
Kode Sandi : 063767
Pembicara :
1. Dr. Zach Boakes (Postdoc BRIN)
Consideration of Ecosystem Functioning in Coral Reef Restoration
2. Andrianus Sembiring (BIONESIA)
Integrating eDNA Metabarcoding and BRUV for Shark and Ray Monitoring in Remote Indonesian MPAs

Dua perspektif kunci tentang restorasi berbasis fungsi ekosistem dan inovasi monitoring biodiversitas laut. Relevan bagi peneliti, praktisi konservasi, dan mahasiswa.

E-certificate tersedia (jika diperlukan) bagi peserta.

Sampai jumpa!👋

Halo sobat Bionesia!Kali ini MinBio akan memperkenalkan Yayasan Biodiversitas Indonesia (BIONESIA) secara lebih dalam ke...
21/02/2026

Halo sobat Bionesia!

Kali ini MinBio akan memperkenalkan Yayasan Biodiversitas Indonesia (BIONESIA) secara lebih dalam kepada sobat semua.

Sebagai yayasan yang bergerak di bidang konservasi kelautan berbasis molekuler, BIONESIA hadir untuk menjembatani penelitian dan edukasi demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia. Karena bagi BIONESIA, konservasi bukan sekedar wacana tetapi komitmen jangka panjang untuk menjaga laut tetap lestari bagi generasi mendatang.

Tetap ikuti BIONESIA untuk mengenal lebih dekat setiap program dan kontribusi nyata yang kami lakukan ya. Bersama, kita jaga laut Indonesia!

Halo sobat Bionesia!Kali ini pembahasan kita memang cukup berat, tapi sangat penting untuk masa depan laut kita loh. Ilm...
20/02/2026

Halo sobat Bionesia!

Kali ini pembahasan kita memang cukup berat, tapi sangat penting untuk masa depan laut kita loh. Ilmu genetika menjembatani penelitian dan aksi nyata. Karena menjaga laut bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang generasi yang akan datang.

Yuk simak baik-baik informasi berikut dan mari bersama - sama menjadi bagian dari solusi untuk keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.

14/02/2026

Hi Scientist-Zen!

Kali ini MinBio mau ajak kalian mengintip aktivitas seru di laboratorium BIONESIA!
Mulai dari Ekstraksi DNA, lanjut ke Amplifikasi DNA (PCR), hingga proses Elektroforesis untuk melihat hasilnya.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan proses di balik riset biologi molekuler!

Address

Denpasar
80118

Opening Hours

Monday 10:00 - 17:00
Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biodiversitas Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share