07/08/2026
GUBERNUR JAKARTA TERJUN BEBAS DARI NALAR SEJARAH HAULI ABK KAPAL DI PRIUK
(PDI-P Harus Copot Pramono Anung Dari Kursi Gubernur Karena Pro Tarimisme?)
PRAMONO Anung sebagai Gubernur Jakarta tampil membawakan pidato dukungan terbuka atas acara haul Mbah Priuk yang disebarluaskan sebagai momentum penyebaran agama Islam di Batavia. Tragisnya narasi resmi pemerintah daerah ini berdiri di atas fondasi fiksi sejarah yang rapuh dan menyesatkan.
"Mengapa PDI Perjuangan sebagai partai pengusungnya harus segera mencopot Pramono Anung dari kursi kepemimpinan Jakarta. Tindakan membiarkan seorang kepala daerah mengekor dan menyebarkan doktrin Tarimisme yang merusak nalar akademik tidak hanya memalukan secara intelektual tetapi juga mengancam ketahanan nasional dan nasionalisme Indonesia."
KESALAHAN FATAL SEJARAH DAN MANIPULASI TOKOH
Berdasarkan riset mendalam dan buku resmi risalah Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta berjudul Kasus Mbah Priuk Studi Bayani wat Tahqiq dengan pengantar Ketua MUI Makruf Amin dan Ketua MUI DKI Munzir Tamam terungkap fakta telak yang membongkar kepalsuan mitos ini.
Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad atau yang di-branding sebagai Mbah Priuk bukanlah seorang wali al-arif billah apalagi mubaligh dan penyebar Islam di Batavia. Beliau adalah seorang anak buah kapal dagang yang lahir pada tahun 1874 M dan wafat di dalam kapal pada tahun 1927 M dalam perjalanan dari Palembang.
Fakta sejarah membuktikan bahwa beliau bahkan tidak pernah menginjakkan kaki dalam keadaan hidup di Batavia karena yang tiba di pelabuhan hanyalah jenazahnya. Menjadikan sosok seorang ABK yang wafat tahun 1927 M sebagai tokoh utama islamisasi Jakarta adalah bentuk pembegalan sejarah yang biadab.
Islamisasi Jakarta dan Sunda Kelapa sudah berlangsung jauh sebelum itu berpusat pada penaklukan Fatahilah pada 22 Juni 1527 M atau 933 H serta peran tokoh lokal seperti Aki Tirem pembuat periuk yang menjadi asal-usul toponomi Tanjung Priuk.
"Pramono Anung sebagai gubernur telah berdusta di ruang publik dengan merestui dongeng kolosal yang mengebiri jasa para pejuang dan pahlawan nusantara yang sebenarnya."
ANCAMAN NYATA TARIMISME TERHADAP KETAHANAN NASIONAL
Penyebaran doktrin Tarimisme yang dilegitimasi oleh pejabat negara adalah ancaman serius terhadap kedaulatan ideologi dan ketahanan nasional. Doktrin ini bekerja secara sistematis dengan mencuci otak publik melalui mitos-mitos keramat palsu kepemilikan tanah fiktif seluas 5,4 hektar kuburan kosong komersialisasi ziarah dan pengagungan kultus individu asing di atas tanah air Indonesia.
Ketika seorang gubernur dari partai nasionalis PDI Perjuangan tunduk pada narasi impor yang menyingkirkan fakta sejarah lokal ia sedang menggali kubur bagi nasionalisme bangsanya sendiri.
"Pramono Anung terbukti tampil membela kelompok yang pro terhadap pemalsu sejarah dan pengaburan identitas nasional."
Narasi sesat ini menempatkan leluhur nusantara sebagai orang bodoh dan 'menuhankan' figur-figur yang tidak memiliki kontribusi nyata terhadap kemerdekaan maupun peradaban bangsa. Jika dibiarkan doktrin ini akan merusak mental spiritual anak bangsa menggantikan Pancasila dengan kepatuhan buta kepada kelompok komersial berkedok jubah agama.
DILEMA PDI PERJUANGAN ANTARA IDEOLOGI DAN PENGKHIANATAN
PDI Perjuangan mengusung marhaenisme dan ajaran B**g Karno yang menjunjung tinggi Trisakti berdaulat di bidang politik berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Membiarkan kader utamanya menjadi corong propaganda Tarimisme yang memalsukan sejarah lokal adalah bentuk pengkhianatan telak terhadap garis ideologi partai. Gubernur Jakarta tidak boleh menjadi sales kesesatan sejarah dan pelayan mitos kuburan komersial.
PDI Perjuangan harus bersikap tegas tanpa kompromi. Copot Pramono Anung sekarang juga sebelum kerusakan nalar publik di Jakarta menyebar luas dan merusak fondasi kebangsaan Republik Indonesia.
"Indonesia adalah negara hukum yang berdaulat secara ilmiah dan historis bukan koloni dongeng para pemalsu sejarah."
Reference :
Https://www.youtube.com/live/nSJf9kUBvaI?si=cz9aIm1HawQMcudW
— Red./SL.
https://www.MarwahNu.com/
INDONESIA MENGGUGAT
(DAFTAR 50 JUDUL ARTIKEL)
Nasab, Ilmu, dan Kedaulatan Akal Umat
(B**ga Rampai Kritik Nasab, Otoritas, dan Rasionalitas Islam)
🔗
https://www.facebook.com/share/p/1FavCpsA6T/