Komunitas Lintas Literasi

Komunitas Lintas Literasi Komunitas Lintas Literasi-Cirebon

Cerita mini by Ismi MaghfirohAROMA KEMATIAN PEREMPUAN INDIGO"Kakek meninggal tepat di hari ketiga saat aku mencium aroma...
20/09/2024

Cerita mini by Ismi Maghfiroh

AROMA KEMATIAN PEREMPUAN INDIGO

"Kakek meninggal tepat di hari ketiga saat aku mencium aroma busuk yang menyengat di kamar kos-ku. Padahal kakek berada di rumahnya, di luar kota."

***

Malam semakin larut, Marissa tidak bisa tertidur nyenyak. Ia sulit memejamkan matanya karena gambaran yang ia lihat sejak sore tadi selepas ia pulang kerja membuatnya takut.

Terlebih, ia mencium aroma menyengat di kamar kost-nya. Aroma yang selalu membuat bulu kuduknya merinding. Aroma yang membuatnya tidak bisa menelan makanan.

Ia bangkit dari ranjang tempatnya merebahkan diri saat ini, ia merasakan perutnya keroncongan karena belum terisi sedikitpun makanan sejak pagi. Ia membuka lemari es mininya dan mengambil snack coklat dan air dingin, baru saja ia membuka bungkusnya dan hendak memakannya, tiba-tiba coklat yang baru keluar dari freezer itu tampak meleleh dengan warna merah pekat seperti darah di setiap lelehannya. Ia lantas melempar sembarang coklat itu dan terduduk lesu dengan nafas terengah saat melihat coklat yang tergeletak di lantai itu masih utuh seperti semula.

"Perasaan apa ini? Pertanda apa ini? Sejak dua hari ini aku merasa berhalusinasi," ucapnya lirih.

"Aku tidak mau menjadi indigo, mengapa aku selalu di hantui seperti ini?" Lirihnya kembali di sertai isakan kecil.
***
Pagi saat terbangun dari tidurnya ia menuju kamar mandi dengan langkah cepat karena merasa perutnya bergejolak hendak mengeluarkan isinya.

"Hueek, hueekk," Marissa memuntahkan seluruh isi perutnya yang belum terisi itu. Ia bahkan bisa melihat hanya cairan kuning yang ia keluarkan.

Melihat ke arah cermin, ia hanya melihat wajahnya yang mulai memucat, ia bahkan berkeringat dingin dan tubuhnya mulai melemas. Mencuci wajahnya dengan air mengalir, ia kemudian bersiap untuk mandi dan segera berangkat kerja. Namun lagi lagi, aroma busuk itu menusuk indra penciumannya. Hingga saat ia memilih keluar ruangan, ia melihat ponselnya berkedip-kedip tanda ada panggilan masuk. Ia segera menyambarnya dan menggeser tombol hijau di sana setelah melihat nama ibunya yang tertera.

"Halo, bu," Marissa segera menyapa sang ibu. Akan tetapi, belum sempat melanjutkan ucapannya, ucapan sang ibu membuatnya tertegun.

"Ca, kakek meninggal selepas subuh tadi, kamu bisa pulang nggak?" tanya sang ibu di seberang sana. Sedangkan Marissa masih mencerna segalanya, segala yang ia alami tiga hari ini. AIr matanya mulai melesak keluar, ia terisak.

"Lagi? Ini bukan pertama kalinya, aroma kematian itu benar-benar menyiksaku," lirihnya setelah itu menjawab pertanyaan ibunya.

"Aku izin dulu ke boss tempat kerjaku ya, bu." Setelahnya Marissa mematikan sambungan telepon dan terduduk lesu di lantai dengan memeluk lututnya.

"Dulu kematian Ratna, sahabatku. Sekarang kakek, bagaimana bisa?" Teriaknya lantas menangis sejadinya.
***

Ada yang mau lanjut, nggak?
Kalo mau, aku buat versi cerbungnya. 😁

"Aku melihat ibuku dalam diri seorang wanita yang baru kutemui hari ini," POV Hujan*** "Sudah lima tahun, tapi aku belum...
20/09/2024

"Aku melihat ibuku dalam diri seorang wanita yang baru kutemui hari ini," POV Hujan

***

"Sudah lima tahun, tapi aku belum bisa menyembuhkanmu. Jujur saja aku merasa gagal, Hujan," ucap dokter Hendra.

"Apa yang harus kulakukan, Dokter?" tanya Hujan.

"Sebaiknya kamu menghindar saja saat bertemu dengannya lain kali."

"Apa itu artinya aku tidak boleh mengenalnya lebih jauh?"

"Jika kamu melihatnya sebagai orang lain atau sebagai Cinta, itu tidak menjadi masalah."

"Maksudmu, aku bisa bertemu dia saat tidak melihat ibuku dalam dirinya?"

"Sebenarnya, aku lebih takut jika kau jatuh cinta padanya."

"Jatuh cinta? Apa barusan kau mengatakan bahwa aku tidak boleh jatuh cinta, selamanya?" tanya Hujan penuh penekanan.

***

LOVE SYNDROM (Sajak Untuk Hujan)

Kisah cinta seorang dokter bernama Cinta dan seniman lukis bernama Hujan, pria dengan trauma di masa lalu.

Pertemuan Hujan dengan seorang dokter membawa kembali kenangan pahit di masa lalunya, kebencian yang berusaha ia telan untuk sang ayah kembali menghantuinya ketika melihat wujud ibunya dalam diri sang dokter.

Akankah cinta bisa menyembuhkannya dari trauma masa lalu itu? Temukan jawabannya dalam kisah cinta mereka di buku keduaku ini, masih baru, tahun terbit 2023. 😊

Buku bisa di dapatkan di shopee dan tiktok shop, toko buku J-Maestro. 😍😍 (Bisa Japri juga, ya)

Miliki bukunya segera, bacalah setiap bagiannya dengan penuh ketenangan. Karena beberapa bagian akan membuat hatimu tak tenang, menangis, atau bahkan kesal. Akan tetapi Ending manisnya akan membuatmu tersenyum dan tersipu. 😁😁

Edisi malam jumat kliwon (PENTIGRAF HOROR)MISTERI KAMAR KOS NO.3Siang hari, semua akan tampak biasa. Udara akan sejuk ka...
19/09/2024

Edisi malam jumat kliwon (PENTIGRAF HOROR)

MISTERI KAMAR KOS NO.3

Siang hari, semua akan tampak biasa. Udara akan sejuk karena rindangnya pepohonan di depan kamar kos yang ku tempati. Panasnya terik mentari di telan sepoy angin yang menggoyang-goyangkannya. Sehingga sesiapapun yang berkunjung akan merasa betah. Tapi, udara akan berubah drastis pada malam hari, rindangnya pepohonan justru menambah kesan seram dan mencekam. Bunyi burung hantu terdengar riang di telinga.

Aku menempati kamar kos no 1. Di sini, aku merasa damai, privasiku juga tertutup rapat. Apapun yang aku lakukan tidak akan ada yang tahu, karena kamar kos yang aku tempati berada tepat di depan pekarangan rimbun yang lebih tepatnya di sebut hutan kecil yang di depannya terdapat pagar kokoh dari batu bata dan terdapat pintu gerbang dari besi yang membuat kami merasa aman. Ada sekitar 4 kamar kos dan hanya satu di antaranya yang jarang sekali ada yang menempati dan terasa ganjal setiap malamnya. Hingga sesiapapun akan menyangka bahwa kamar kos itu berpenghuni, padahal pada kenyataannya kamar kos itu masih kosong hingga sekarang.

Selepas maghrib, saat senja mulai menenggelamkan diri bergantikan sandikala, udara yang sebelumnya sejuk dengan sepoy angin yang meliuk-liukkan dahan dan daun, kini diam seolah tak berkutik. Rimbun dan tinggi pepohonan membuat sesiapapun tak ingin keluar barang sebentar. Mereka memilih menyetel musik ataupun televisi untuk memecah kesunyian. Dalam diamku, lagi-lagi suara dari kamar kos no. 3 terdengar, suara kompor yang di nyalakan, gemericik air kran, bahkan suara seseorang menawari makanan. Hawa dingin dari luar seolah masuk dan membuat bulu kudukku meremang. Katakan saja, mungkin memang ada yang menempati kamar itu, tapi tentu bukan makhluk bernama manusia seperti kami.

Selamat membaca, buat anak kos stay calm ya gaesss. 😁😁

Ini hanya cerita fiksi. Kalo ada di nyata paling satu dua aja... 🤭

Kutipan Novel "Ketika Hati Telah Terhijab" karya Ismi Maghfiroh Mujahidin (Halaman 77)*** "Kisah Di balik Karya tak semp...
19/09/2024

Kutipan Novel "Ketika Hati Telah Terhijab" karya Ismi Maghfiroh Mujahidin (Halaman 77)

***

"Kisah Di balik Karya tak sempurna"


Novel ini banyak kurangnya.
Maklum saja, ini karya perdanaku yang masih acak-acakan.

Pertama kali menulis dengan menggunakan POV 1 (Aku). Aku menempatkan diri sebagai tokoh utama dengan nama Ismi Shaffa. Itulah mengapa beberapa kutipan di tulis dengan namanya.

Saat itu, belum mengenal betul dunia pernovelan. Apa itu dialog tag, dialog aksi, pendeskripsian latar seadanya. Terlebih, aku belajar tanpa guru atau mentor. Berawal dari hobi ngarang cerita. Hanya lulusan SMA yang bahkan belum punya pengalaman menulis novel. Karena sebelum2nya lebih s**a menulis puisi dan artikel di lomba2 sekolah.

Singkatnya, Karya yang di tulis tahun 2016 dan sempat hilang file nya ini ternyata di simpan oleh salah satu sahabatku.

Sempat menghilang selama 4 tahun, tahun 2020 dia (sahabatku) mengirimkan file ini.
"Ini punyamu, dek. Ada di email-ku. Barang kali penting. Dulu kamu bilang, aku suruh krisan. Aku malah males," ucapnya dalam sebuah teks pesan. Setelah aku buka, aku terkejut.

Belum sempat memperbaiki, edit dan seterusnya karena saat itu aku terlalu sibuk dengan dunia baruku sebagai seorang ibu.

Tahun 2022, aku bertemu salah satu penerbit. J-Maestro namanya. Melihat paket terbit murah dan menggiurkan, aku akhirnya memberanikan diri mengabadikan karya yang tak sempurna ini. Ya, saat itu aku di sibukkan bekerja di salah satu pabrik. Mana sempat memikirkan tulisan. Terlebih lama sekali hiatus dari dunia literasi.

Singkatnya, akhirnya aku berhasil menerbitkan juga. Setelah mengenal penerbit ini, aku jadi semangat kembali menorehkan karya-karya baru. Mereka mengkritik tanpa menjatuhkan, membangun mental kita tanpa menghina.

Jelas ya, dari mana keberanianku kembali aktif menulis dari mana?
Selain dari lingkungan orang-orang hebat dalam komunitas itu, juga karena dukungan suami yang mendukung penuh mimpiku.

"Lakukan apa yang membuatmu ingin selalu hidup, berbagi, dan mendapatkan ketenangan! Selagi tidak membebanimu, maka teruslah menulis," ucapnya kala aku menunjukkan hasil karyaku.

Jauhi orang2 toxic di sekelilingmu dan lakukan apa yanv membuatmu bahagia. Menurutku, seburuk apapun sebuah karya, tetaplah di hasilkan dari banyaknya usaha!

Sekian perkenalannya, besok2 aku spill isinya! 🤭

Address

Kecamatan Gebang
Cirebon
45194

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Lintas Literasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share