Umah Ramah

Umah Ramah Rumah untuk keadilan dan kemanusiaan

24/08/2026
27/07/2026
14/07/2026

Pubertas seringkali dipahami hanya tentang perubahan fisik. Pada perempuan ditandai dengan datangnya menstruasi, sementara pada laki-laki dengan mimpi basah. Padahal, pubertas juga membawa perubahan emosi, cara memandang diri sendiri, hingga cara remaja berinteraksi dengan orang lain.

Perubahan tersebut muncul dalam diskusi bersama siswi baru MA Nahdlatul Umam Kempek pada Masa Ta’aruf, kemarin, Senin 13 Juli 2026. Ketika diajak berbagi pengalaman pubertas, beberapa dari mereka menyadari bahwa perubahan yang dialami bukan hanya terjadi pada tubuh.

Ada yang tanpa sadar mulai menjaga jarak dengan orang tua, semakin memikirkan penilaian orang lain, mengalami emosi yang naik turun, hingga merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pubertas bukan tentang fisik, tetapi juga masa ketika remaja berusaha memahami dan menerima dirinya sendiri.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, MA Nahdlatul Umam Kempek bersama Umah Ramah berkolaborasi menghadirkan ruang belajar tentang pubertas dalam rangka Masa Ta'aruf Siswi. Dengan harapan, ruang ini dapat menjadi langkah awal para siswi untuk memahami dan mengenal dirinya yang tidak hanya tubuh, tetapi juga mampu mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. 🧕🏻🧕🏼 🌱 ✨

05/06/2026

Kilas momen diskusi buku Heart Lamp karya Banu Mushtaq di Episode Kopi Cirebon!

Bersama kak Jojo dari GDN Press, mas Sadam dari Tjirebon Book Club, dan mbak Asih dari Umah Ramah. 📖🌻

Dua belas cerita pendek dalam Heart Lamp mengisahkan kehidupan perempuan Muslim di Karnataka, India Selatan. Banu Mushtaq memotret kehidupan perempuan di tengah tekanan patriarki, tradisi, dan tafsir agama yang kerap membatasi ruang gerak mereka. Namun, ia tidak menulis dengan nada menggurui atau penuh amarah. Kisah-kisah itu dihadirkan melalui cerita sehari-hari yang kadang lucu, kadang menyakitkan, dan terasa begitu dekat.

Betapa yang diceritakan dalam buku ini juga masih banyak dialami perempuan di Indonesia hingga hari ini... Tentang bagaimana perempuan dibentuk oleh berbagai hal di luar dirinya untuk menjadi "perempuan", beserta ketidakadilan yang menyertainya. Ketidakadilan itu kerap hadir dalam bentuk yang tampak biasa: percakapan keluarga, pernikahan yang tidak bahagia, pendidikan yang terputus, hingga keputusan-keputusan kecil yang ternyata sangat menentukan jalan hidup seseorang.
Tak heran jika buku ini menjadi kumpulan cerpen pertama yang memenangkan International Booker Prize 2025.

Kami selalu antusias menjadi bagian dari gerakan literasi dan diskusi seperti ini, khususnya isu seksualitas dan kekerasan seksual yang masih perlu terus dibicarakan, diwadahi, dan disuarakan bersama.
Terima kasih , , , dan .rengganis 🤍

Heart Lamp sudah tersedia di Gramedia terdekat dan marketplace pilihanmu. 🙌

Address

Cirebon
45611

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Umah Ramah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Umah Ramah:

Shortcuts

Share