Sejarah :
Berangkat dari beberapa ide dan pemikiran yang sederhana dengan beragam latar belakang yang ada. Reza Amir Huda, Dilfiandi, Aji Nuryaman dan Tubagus Rachmat Dharmawan sepakat untuk membentuk sebuah wadah dimana mereka dapat mencurahkan berbagai macam kreatifitas yang mereka miliki dan menuangkannya menjadi sebuah karya. Tanpa berbasa-basi dengan waktu, mereka pun bergegas untuk bergerak
mewujudkan apa yang dicita-citakan dengan membuat sebuah cerita dengan tema besar “Cilegon”. Sebelum dimulainya proses untuk menghasilkan sebuah karya, mereka sadar betul akan pentingnya sebuah nama bagi wadah yang mereka bentuk. Karena tidak ingin di anggap sepele atau dibilang sekedar ikut-ikutan saja, tepat di awal bulan ramadhan akhir juni 2014 , Reza (Abah), Dilfiandi (Rabeg), Aji (Babeh) dan Tubagus (Tebe) sepakat mendirikan sebuah komunitas film yang bernama B4 dibaca Befour dengan menambahkan kata Production dibelakang nama tersebut. Proses pun dimulai setelah semua persiapan dinilai cukup untuk membuat sebuah film, tiba saatnya untuk menyeleksi beberapa talent sebagai pelengkap untuk terciptanya sebuah karya visual yang ingin mereka munculkan. Melalui perumusan yang cukup dalam dan mendasar, akhirnya dipilihlah Rizal Arif Baihaqi untuk memerankan tokoh Ipul di dalam naskah yang sudah mereka buat bersama. Digambarkan dalam naskah “Cilegon Kata Nenek”, Ipul adalah seorang pemuda asli cilegon yang menjalani hidupnya sebagai seorang pegawai negeri disalah satu instansi pemerintahan kota cilegon. Dengan pakaian dinas batik khas cilegon, ipul bercerita tentang masa kecilnya dimana ia besar bersama neneknya jauh sebelum cilegon menjadi kota seperti sekarang ini. Semasa hidupnya, nenek pernah bilang kepada Ipul “bahwasanya cilegon akan tumbuh menjadi sebuah kota yang besar. Akan banyak gubug-gubug berjalan dan kotak-kotak yang menyala di sepanjang jalan. Maka dari itu, kelak jika masa itu datang nenek berpesan kepada ipul, supaya ipul bisa menjadi pemuda yang bermanfaat bagi orangtua dan juga kota cilegon”. Proses demi proses mereka jalankan secara bersama-sama. Dari pertemuan tersebut, Abah, Rabeg, Babeh dan Tebe akhirnya membuka wacana tentang film yang mereka buat. Dan disitulah, Rizal Arif Baihaqi mampu merasakan semangat dan energi yang cukup besar dari 4 orang pemuda tersebut, dengan tujuan besar yang mereka miliki, akhirnya saya memutuskan untuk ada di antara mereka dengan menjadi bagian dari Befour production. Segala persiapan mulai kami rencanakan. Pertemuan demi pertemuan telah kami jalankan. Mulai dari deadline untuk menyelesaikan proses garapan, membuat lagu untuk soundtrack film yang akan ditayangkan, selama bulan puasa hingga menjelang lebaran, tahap demi tahap berhasil kami lalui dengan semangat yang berapi-api dan kesucian hati. Berbagai kebutuhan administratif, legalitas organisasi, sampai pembuatan logo juga perangkuman visi dan misi akhirnya dapat kami uraikan kedalam tubuh komunitas ini. Dan dengan bertambahnya satu orang di Befour production, tepat pada dini hari tanggal 8 Agustus 2014 di kediaman salah satu personil kami (kantor/sekretariat sementara) lahirlah sebuah komunitas/organisasi baru yang bergerak dalam pembuatan film (Multimedia, Event & Community) bernama B’Production. Visi :
Menghasilkan karya film yang orisinil, menarik dan berbeda, berkebebasan dalam berkarya dan mengedepankan kemandirian dengan mengacu pada batas-batas norma yang berlaku dalam masyarakat dan Negara
Misi :
1. Menjadi wadah silaturahim bagi para sineas film dan
pemerhati perfilman
2. Melahirkan sineas-sineas muda berbakat dalam bidang
perfilman
3. Menumbuhkan atau mengasah bakat sineas muda dalam
membuat film
4. Mengikuti Festival Film Nasional dan Internasional
5. Turut andil dalam memajukan perfilman Indonesia