10/04/2026
Kenapa perempuan sering menjadi korban kekerasan?
Fenomena ini tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan individu, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat membentuk makna, struktur komunikasi, dan relasi kekuasaan dalam kehidupan sosial.
Dalam kajian komunikasi, ada beberapa teori yang dapat membantu kita memahami fenomena ini.
Teori Interaksionisme Simbolik menjelaskan bahwa makna tentang perempuan dan laki-laki dibentuk melalui interaksi sosial sehari-hari. Ketika perempuan terus dimaknai sebagai lemah, emosional, dan penurut, maka konstruksi tersebut dapat menciptakan ketimpangan relasi yang berujung pada kekerasan.
Sementara itu, Teori Muted Group menjelaskan bahwa perempuan sering tidak memiliki ruang yang cukup untuk bersuara. Struktur komunikasi yang didominasi laki-laki membuat banyak perempuan memilih diam, takut melapor, atau tidak didengar ketika mengalami kekerasan.
Dari dua teori ini kita bisa melihat bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan hanya soal tindakan fisik, tetapi juga soal makna, struktur komunikasi, dan relasi sosial yang terbentuk dalam masyarakat.
Komunikasi tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk realitas sosial.
Karena itu, penting bagi kita untuk membangun ruang komunikasi yang adil, setara, dan aman bagi semua.
Menurut kamu, apa faktor lain yang membuat perempuan sering menjadi korban kekerasan dalam perspektif komunikasi?
Konten by Salwa Shafina