04/08/2026
Pembangunan Kesehatan Mesti Memanusiakan Manusia.
Ketika berbicara soal pembangunan kesehatan yang memanusiakan manusia. Maka, kita harus melihat juga faktor di luar kesehatan seperti ekonomi, sosial, hingga politik.
Sebab, faktor ini juga turut menyumbang bagaimana keputusan seseorang untuk hidup sehat.
Contohnya kepungan produk makanan/minuman tidak sehat (tinggi gula, garam, lemak.
Promosi jor-joran seperti beli satu gratis satu, penggunaan pemengaruh (influencer), hingga bungkus makanan, rupanya ikut mempengaruhi bagaimana keputusan orang untuk hidup sehat.
Aspek kebijakan juga tidak kalah penting. Dalam kasus produk turunan tembakau seperti rokok, misalnya. Pengurus negara ini seperti membiarkan harga produk adiktif ini tetap terjangkau.
Hal ini membuat angka perokok cenderung naik, bahkan untuk kategori perokok anak-remaja. Padahal beban kesehatan penyakit akibat rokok ini mengkhawatirkan.
Pun dalam isu polusi udara. Masyarakat memang dapat berkontribusi melalui langkah-langkah di tingkat hilir, seperti tidak membakar sampah, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan memilah sampah.
Namun, upaya di tingkat hulu tidak kalah penting. Pembenahan regulasi serta kehadiran pemerintah, misalnya, dalam menyediakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau merupakan bagian penting dari solusi untuk mewujudkan langit yang lebih biru.
Makanya, menjadi sangat penting untuk bagaimana kita bisa merancang dan membangun layanan kesehatan yang memanusiakan manusia.
Yaitu yang menempatkan kita, manusia, sebagai subjek. Melihat kita bukan sebagai angka-angka klaim capaian. Namun, bagaimana kebijakan yang disusun juga berangkat dari persoalan yang kita alami.
Layanan kesehatan yang memanusiakan manusia, melihat manusia dari berbagai macam perspektif.
Contoh, ketika ada seseorang tidak bisa mengakses layanan kesehatan maka kacamata yang digunakan untuk melihat persoalan ini harus lebih luas.
Bisa jadi dia tidak bisa mengakses karena ada hambatan sosial atau ekonomi. Sehingga justru layanan ini yang mesti datang.
Prinsipnya setiap manusia berhak mendapatkan layanan kesehatan alias tidak boleh ada yang tertinggal. Makanya, pembangunan kesehatan yang me