31/01/2026
Gus Dur pernah menyebut NU sebagai 'Besan' dalam hajatan bangsa, duduk terhormat dan fasih menjaga kerukunan. Demikian halnya, menjadi warga NU yang baik berarti menjadi warga Indonesia 100%.
Maka bagi kami di GP Ansor, tugas yang teremban di pundak ialah memastikan pagar tetap kokoh dan kursi para masyayīkh-masyayīkhah, para kiai tak ada yang terkoyak.
Jika NU tidak repot 'cuci piring' di dapur politik, maka Ansor adalah barisan pemuda yang menjaga martabat rumah besar ini.
Satu abad telah berlalu, tugas kami tetap sama; istaqim kamā umirt; setia dalam barisan; menjadi warisan ulama, peretas jalan Nahdlatul Ulama, dan pengawal kedaulatan negeri.
Di abad kedua ini, Ansor sebagai anak bungsu, yang senantiasa menirakati paras NU agar tetap modern dengan tetap menetapi batin seorang santri!
Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Kami siap berjibaku menuju peradaban mulia untuk generasi mendatang.