Info Wong Boyolali

Info Wong Boyolali Info Wong Boyolali adalah sarana informasi dikususkan untuk menginformasikan kabar terbaru atau informasi di Boyolali. seputar informasi di tanah air.
(1)

dan juga memberikan informasi terkini yang up to date. stop berita hoaks. dan kritik yang tanpa dasar.

Innalillahiwainnaillaihirojiun... Sopir truk trailer berpelat nomor H 8626 OH yang terjun ke jurang di turunan Kenteng, ...
19/08/2026

Innalillahiwainnaillaihirojiun...
Sopir truk trailer berpelat nomor H 8626 OH yang terjun ke jurang di turunan Kenteng, Penggung, Boyolali, ditemukan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Rakha Vijay Vijaya (31), warga Lamper Tengah, Semarang Selatan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis selama sekitar 2,5 jam karena truk masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 10-15 meter. Bagian kabin sopir terjepit badan kendaraan dan tumpukan bal kapas yang menjadi muatan truk.

Petugas menyebut truk membawa sekitar 20 ton kapas. Korban ditemukan dalam kondisi terjepit di bagian leher antara dashboard dan jok penumpang. Saat kejadian, korban diketahui mengemudi seorang diri tanpa membawa kernet.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Bambang Nova mengatakan evakuasi dilakukan sejak sekitar pukul 09.30 hingga 12.00 WIB. Setelah berhasil dikeluarkan dari kabin, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

Truk tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Sragen. Sebelum masuk jurang, kendaraan sempat bergerak ke kanan, melintasi jalur berlawanan, menabrak pembatas jalan, lalu terperosok ke jurang.

Polisi menduga kecelakaan sementara terjadi akibat pengemudi mengalami microsleep. Dugaan itu muncul karena tidak ditemukan bekas pengereman sebelum truk keluar jalur. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, proses evakuasi kendaraan masih dilakukan dengan menunggu bantuan crane dari perusahaan transportasi.

19/08/2026

Innalillahiwainnaillaihirojiun.
Laka lantas truck di jembatan kenteng
Jalur Semarang solo.
Semoga tidak Ada korban Jiwa.

Haduh. Suasana di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, mendadak heboh pada Selasa (18/8/2026) dini hari ...
18/08/2026

Haduh. Suasana di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, mendadak heboh pada Selasa (18/8/2026) dini hari setelah sebuah Toyota Agya bernomor polisi AD 1796 NW yang membawa rombongan wisatawan asal Boyolali terperosok ke tepian telaga.

Mobil tersebut diketahui membawa enam orang. Beruntung, kendaraan tidak sampai tenggelam ke dalam air dan seluruh penumpang dinyatakan selamat tanpa mengalami luka.

Saksi mata, Budi Utomo, mengatakan rombongan tiba di kawasan Telaga Sarangan sekitar pukul 04.00 WIB setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Mobil kemudian berhenti di sekitar patung naga untuk beristirahat.

Empat penumpang sempat turun untuk menikmati udara pegunungan, sementara pengemudi dan seorang penumpang lainnya masih berada di dalam mobil. Saat hendak mengatur posisi kendaraan, mobil diduga justru meluncur mundur hingga terperosok ke arah telaga.

Diduga pengemudi salah menginjak pedal gas atau kehilangan kendali karena kondisi medan yang licin dan menurun. Beruntung, mobil tertahan material di tepian sehingga tidak masuk lebih jauh ke dalam air.

Warga dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan serta melaporkan kejadian tersebut ke Pos Polisi Sarangan. Mobil kemudian berhasil dievakuasi dan seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami kepanikan.

Hmmm. Griyane Mbah Wongso di Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, bisa menjadi pilihan bagi keluarga atau rombongan...
18/08/2026

Hmmm. Griyane Mbah Wongso di Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, bisa menjadi pilihan bagi keluarga atau rombongan yang ingin makan bersama dengan suasana nyaman. Rumah makan ini mengusung konsep tradisional Jawa dengan area yang cukup luas dan suasana asri.

Pengunjung dapat menikmati hidangan di area saung maupun pendopo yang tersedia. Tempat yang lapang membuat rumah makan ini cocok untuk keluarga besar, arisan, maupun acara makan bersama rombongan tanpa terasa terlalu berdesakan.

Nuansa tradisional dan lingkungan yang asri menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati makanan, tetapi juga merasakan suasana seperti berada di ruang berkumpul khas masyarakat Jawa.

Pilihan menu yang beragam turut melengkapi pengalaman bersantap di tempat tersebut. Suasananya juga cocok untuk menikmati makan siang, bersantai pada sore hari, hingga makan malam bersama keluarga.

Griyane Mbah Wongso buka Senin hingga Sabtu pukul 10.00–21.30 WIB. Sementara pada Minggu, rumah makan ini buka lebih awal, yakni pukul 09.00–21.30 WIB.

Dengan area luas, saung dan pendopo, serta suasana tradisional Jawa yang asri, Griyane Mbah Wongso dapat menjadi alternatif tempat makan bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga atau rombongan di wilayah Sukoharjo.

Hmm. RITUAL KUNGKUM DI UMBUL  SUNGSANG PENGGING(Mitos Cerita)Umbul Sungsang merupakan salah satu pemandian yang ada di k...
17/08/2026

Hmm. RITUAL KUNGKUM DI UMBUL SUNGSANG PENGGING
(Mitos Cerita)

Umbul Sungsang merupakan salah satu pemandian yang ada di kompleks Pengging, Boyolali, Jawa Tengah. Kompleks pemandian ini dulunya dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta, yakni Sri Paduka Paku Buwono X.

Umbul Sungsang ini berada di kompleks pemandian Pengging. Terdapat beberapa tempat pemandian lain yang bisa Kawan kunjungi ketika berkunjung ke lokasi ini, seperti Umbul Temanten dan Umbul Ngabean.

Seperti yang sudah disinggung pada bagian sebelumnya, Umbul Sungsang ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Kasunanan Surakarta, yakni Sri Paduka Paku Buwono X. Pada awalnya pemandian ini hanya diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan raja beserta keluarganya.

Masyarakat biasa dulunya tidak diperbolehkan untuk menggunakan Umbul Sungsang ini. Namun seiring berjalannya waktu, Umbul Sungsang sudah dibuka untuk umum dan menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi ketika berlibur ke Boyolali.

Biasanya ritual kungkum ini diadakan setiap malam Jumat Pahing. Puncak dari ritual ini nantinya akan diadakan pada malam Jumat Pahing di bulan Suro.

Pada dasarnya, ritual kungkum ini dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan berendam ke dalam air Umbul Sungsang. Akan tetapi, waktu berendam ini diadakan pada malam hari. Bisanya ritual kungkum di Umbul Sungsang diadakan secara bertahap, mulai dari pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Dalam artikel "Makna Mitos Ritual Kungkum di Umbul Sungsang Pengging Boyolali" menjelaskan bahwa terdapat mitos yang diyakini oleh masyarakat sekitar terkait ritual ini. Setidaknya terdapat tiga versi mitos yang beredar terkait ritual kungkum yang diadakan di Umbul Sungsang.

Versi pertama menyebutkan bahwa ritual kungkum ini berasal dari kebiasaan orang zaman dahulu ketika mendapatkan sebuah masalah. Diceritakan bahwa dulunya ketika orang-orang mengalami masalah, maka mereka akan melakukan ritual kungkum di Umbul Sungsang.
Dengan demikian, masalah yang dialami oleh setiap orang diyakini akan teratasi ketika selesai melaksanakan ritual tersebut. Versi kedua terkait mitos ritual kungkum berkaitan dengan kelakuan para raja di masa dulu.
Raja-raja terdahulu diketahui sering menggunakan Umbul Sungsang sebagai tempat pemandian ketika sedang memiliki masalah.

13/08/2026

Pencurian kotak amal.
Jika ada yg tahu ciri orang dan mobil tabur..baru saja terjadi pencurian kotak amal di Mushola An Najaf Tengaran Krajan kidul..
Bantu pantau ya.

Innalillahiwainnaillaihirojiun. Suasana bermain anak-anak di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di bawah jembatan...
10/08/2026

Innalillahiwainnaillaihirojiun.
Suasana bermain anak-anak di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di bawah jembatan Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, berubah menjadi kepanikan pada Sabtu (8/8/2026) sore.

Seorang bocah berusia 7 tahun, Algifahri Bactiar Ramadan, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 17.30 WIB saat bermain air bersama teman-temannya di tepi waduk.

Peristiwa bermula ketika korban bermain air sambil melihat sejumlah pemancing yang berada di dalam waduk. Diduga karena penasaran, korban kemudian berlari ke arah tengah perairan untuk mendekati para pemancing.

Namun, kondisi dasar waduk yang curam dan dalam membuat korban terperosok. Karena tidak bisa berenang, Algifahri kemudian tenggelam dan menghilang dari permukaan air.

Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Sragen, relawan, serta warga setempat langsung melakukan pencarian. Penyisiran difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.

Setelah dilakukan pencarian hingga Minggu (9/8/2026) pagi, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. BPBD Sragen kemudian melakukan pendataan dan penyusunan laporan terkait kejadian tersebut.

Luar biasa.Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Solo mengamankan empat anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang didu...
09/08/2026

Luar biasa.Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Solo mengamankan empat anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap sejumlah warga di wilayah Karangasem, Laweyan, Solo, Minggu (9/8/2026) dini hari.

Keempat orang yang diamankan yakni DP (42), PA (19), F (51), yang merupakan warga Sukoharjo, serta AR (39), warga Laweyan, Solo. Mereka diamankan saat petugas melakukan patroli sekitar pukul 00.45 WIB.

Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Edi Sukamto mengatakan, polisi sebelumnya mendapat laporan mengenai sekelompok orang yang diduga mendatangi dan mengintimidasi warga yang sedang nongkrong di Jalan Sawo, Karangasem.

Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan delapan sepeda motor. Sejumlah kendaraan disebut menggunakan lakban hitam untuk menutupi pelat nomor.

Mereka kemudian mendatangi sebuah rumah yang menjadi tempat berkumpul sejumlah anak muda. Berdasarkan keterangan saksi, kelompok tersebut sempat membentak hingga melakukan kekerasan terhadap warga di lokasi.

Sejumlah korban mengaku dipukul, ditendang, bahkan disabet menggunakan benda tertentu. Salah satu warga juga melaporkan kehilangan telepon seluler yang diduga dibawa oleh kelompok tersebut.

Saat Tim Sparta tiba di lokasi, kelompok itu sudah meninggalkan tempat. Polisi kemudian melakukan penyisiran dan menemukan mereka di depan sebuah kios laptop.

Ketika mengetahui kedatangan petugas, kelompok tersebut berusaha melarikan diri. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan empat orang beserta dua sepeda motor.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menemukan potongan kabel yang dimodifikasi dan potongan selang air yang diduga dibuang sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

Dari pemeriksaan awal, salah satu orang yang diamankan mengaku kelompoknya melakukan kegiatan sweeping di wilayah Kota Solo. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan dugaan tindak kekerasan tersebut.

Keempat orang bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mako Polresta Surakarta dan diserahkan kepada Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut.

Polresta Solo menegaskan tidak boleh ada tindakan sweeping, intimidasi, maupun main hakim sendiri. Setiap dugaan pelanggaran hukum harus diserahkan kepada aparat untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Waduh. Sebuah kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulukerto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten W...
09/08/2026

Waduh. Sebuah kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulukerto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/8/2026). Diduga akibat korsleting listrik, sebuah mobil Suzuki Futura hangus terbakar saat mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Insiden tersebut sempat membuat panik warga sekitar karena kebakaran terjadi di area berisiko tinggi. Beruntung, api tidak sempat merambat ke fasilitas SPBU dan berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan kebakaran yang lebih besar.

Kapolsek Bulukerto, Iptu Sutarto, membenarkan adanya kebakaran kendaraan di area objek vital tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran diduga dipicu korsleting pada sistem kelistrikan mobil.

"Dari keterangan korban, sehari sebelum kejadian aki kendaraan tersebut baru saja diganti, dari yang semula berkapasitas 35 Ah menjadi 40 Ah. Dugaan sementara, percikan api pertama kali muncul dari area instalasi aki yang posisinya berada di belakang jok pengemudi," kata Iptu Sutarto.


Haduh. Dua pria asal Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo diamankan polisi setelah diduga mencuri besi bekas dari gudang ro...
08/08/2026

Haduh. Dua pria asal Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo diamankan polisi setelah diduga mencuri besi bekas dari gudang rosok milik warga di Dukuh Kuwon, Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jumat (7/8/2026).

Kedua pelaku masing-masing berinisial S (50), warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, dan C (40), warga Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Keduanya sehari-hari bekerja mencari botol serta barang bekas untuk dijual kembali.

Aksi pencurian diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kedua pelaku sedang berkeliling mencari barang bekas dan melihat sebuah gudang rosok milik warga berinisial RS (35) dalam kondisi tidak terkunci.

Keduanya kemudian masuk ke dalam gudang dan mengambil 12 batang besi ulir bekas berukuran 6 milimeter. Besi tersebut kemudian dibawa keluar untuk dijual dan hasilnya digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, aksi mereka diketahui warga yang melihat keduanya keluar dari arah gudang sambil membawa belasan besi bekas. Warga kemudian menghentikan dan meminta keterangan kepada kedua pria tersebut.

Setelah mengakui bahwa besi tersebut diambil dari gudang milik RS, warga langsung menghubungi polisi. Kedua pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Jumantono untuk menjalani pemeriksaan.

Kanit Reskrim Polsek Jumantono Aiptu Rohmadana mengatakan, kedua pelaku mengaku melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka beralasan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Meski demikian, alasan ekonomi tidak menghapus unsur pelanggaran hukum. Polisi masih melakukan klarifikasi terkait dugaan pencurian ringan tersebut.

Perkara tersebut sementara dikenakan Pasal 478 KUHP mengenai tindak pidana pencurian ringan dengan ancaman denda paling banyak Rp10 juta, tanpa pidana penjara pokok kecuali apabila denda tidak dibayarkan.

Address

Boyolali
57311

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Wong Boyolali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share