21/04/2026
Aksi Damai Peringatan Hari Kartini 21 April 2026
—
KPI Cabang Bojonegoro, AJI Bojonegoro, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Bojonegoro
Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Unugiri Bojonegoro.
—
Kartini dan Surat Suara Perempuan Bojonegoro
Kartini Bukan hanya tentang Peringatan Ceremonial. Kartini adalah sebuah perjuangan Kesempatan. Kesempatan bagi perempuan mendapat pendidikan yang layak dan setara. Perjuangan mendapat hak yang layak di bidang kesehatan. Perjuangan terbebas dari tindakan kekerasan fisik maupun psikis.
Tanggal 21 April selalu diperingati untuk mengenang jasa perempuan muda dalam mendobrak stigma, dogma, dan tekanan tradisi.
Kartini berjuang tidak mengangkat senjata. Tetapi, dia berjuang melalui pena. Melalui surat yang dikirim kepada sahabatnya yang merupakan orang Eropa, Kartini ingin masyarakat negaranya mendapat kesempatan yang sama. Ini sebagai bentuk diplomasi perempuan muda di zamannya.
Jika kita punya pahlawan yang mengangkat senjata (Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Kristina Martha Tiahahu dan lainnya). Indonesia punya Kartini yang berjuang di bidang lain.
Kartini berjuang agar masyarakat Indonesia mendapat kesempatan di bidang pendidikan.
Kartini mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di Jepara, mengajarkan membaca, menulis, dan keterampilan. Ia ingin perempuan Indonesia mandiri dan mempunyai pengetahuan luas. Kartini juga berupaya perempuan Indonesia setara kedudukan antara perempuan dan laki-laki, melawan pembatasan sosial, tradisi pingit, serta pernikahan paksa.
Kartini juga menjadi pelopor kebangkitan perjuangan perempuan modern untuk melawan ketidakadilan yang hingga saat ini masih banyak terjadi.
Kartini boleh mati muda, tetapi perjuangannya tidak akan pernah mati.
Kartini pasti ingin perempuan masa kini mengenangnya tidak hanya melalui seremoni lenggak lenggok semata. Pasti ia menginginkan kehidupan perempuan yang adil, tidak ada diskriminasi.
Apa relevansi perjuangan RA Kartini di zaman sekarang?
Kartini berjuang agar perempuan Indonesia mendapat akses pendidikan layak. Saat ini masih banyak angka putus sekolah.
Kartini berjuang dalam mencegah perkawinan anak karena dia sendiri menjadi salah satu korban perkawinan anak. (Kartini meninggal saat melahirkan).
Di zaman serba canggih ini, masih kita temukan maraknya perkawinan anak yang terjadi.
Dada statistik 2024-2025, angka pernikahan dini (di bawah 18-19 tahun) di Indonesia menunjukkan tren penurunan secara nasional, namun tetap tinggi di wilayah tertentu. Angka rata-rata nasional tercatat menyentuh 5,90% pada 2024, tetapi laporan 2025 menunjukkan masih ada sekitar 19% pemuda yang menikah di bawah 19 tahun.
Di Bojonegoro sendiri perkawinan anak, meskipun turun masih cenderung tinggi. Jumlah pengajuan dispensasi kawin (diska) dalam tiga tahun terakhir mulai turun, namun masih tinggi. Di 2023 ada 448 perkara, 2024 394,dan tahun lalu menjadi 325 perkara.
Selain itu, kasus tindak kekerasan, bully, dan perempuan hina perempuan masih banyak terjadi do sekitar kita.
Peringatan Kartini saat ini masih banyak hanya sebatas seremonial. Berpakaian kebaya (memang tidak ada sebuah larangan). Tetapi esensi penting dari peringatan ini adalah bagaimana perempuan mampu berdaya, mempunyai hak yang sama, tanpa ada diskriminasi.
Peringatan tidak hanya mengajak anak untuk mengenal kulit luar perjuangan Kartini. Akan tetapi, lebih daripada itu agar perempuan bisa memberi kemampuan terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.
Ini adalah surat yang ditujukan kepada seluruh perempuan di Indonesia. Kamu mampu jika berpikir mampu.