Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan

Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) lahir dari keprihatinan terhadap persoalan kelaparan dan nasib petani penghasil pangan. PROGRAM KERJA

1.

KRKP merupakan media sharing dan kerjasama, yang bersifat terbuka dan sukarela bagi yang peduli pada persoalan pangan. FOKUS KEGIATAN

Berdasar isu prioritas, KRKP akan mengembangkan kegiatan sebagai berikut :

1. Mengembangkan dan mengorganisir dialog dan sharing antar wakil berbagai organisasi rakyat dan Ornop untuk mengembangkan kerjasama dalam memperkuat gerakan rakyat untuk mewujudkan kedaula

tan pangan di Indonesia.

2. Monitoring dan kajian terhadap berbagai kebijakan dan pengaruhnya terhadap sistem pangan rakyat.

3. Mengumpulkan dan menyebarluaskan best practices dan lesson learned tentang kedaulatan pangan melalui berbagai media.

4. Memfasilitasi dialog, loby, konsultasi publik dan aksi dalam rangka advokasi kebijakan pangan.

5. Mengumpulkan dan mendistribusikan informasi terkait dengan kebijakan dan masalah pangan rakyat kepada partisipan dan pihak-pihak lainnya. Monitoring dan Kajian Situasi Pangan Indonesia

Memonitor kebijakan internasional, nasional dan daerah serta pengaruhnya terhadap pemenuhan hak rakyat atas pangan dan sistem pangan rakyat di Indonesia.

2. Advokasi dan Kampanye

Mengembangkan dan menyebarluaskan gagasan, konsep dan strategi kedaulatan pangan sebagai upaya mengatasi akar masalah kelaparan dan malnutrisi rakyat Indonesia kepada barbagai pihak serta melakukan advokasi untuk merubah kebijakan pangan agar memihak kepada kepentingan petani kecil dan rakyat miskin dan berperspektif keadilan jender.

3. Capacity Building

Mendukung organisasi rakyat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengembangkan sistem pangan mereka sendiri sesuai dengan kondisi ekologs, sosial, ekonomi dan budaya khas masing-masing. Fokus pengembangan sistem pangan rakyat meliputi:
- Akses dan kontrol terhadap berbagai sumber produksi pangan;
- Pengembangan sistem produksi pangan yang beranekaragam dan berkelanjutan;
- Pengembangan sistem distribusi dan pemasaran lokal,
- Pengembangan sistem konsumsi pangan lokal yang beranekaragam dan menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup, bergizi dan aman sepanjang waktu.

Halo, Sobat Pangan! Di sejumlah wilayah, petani perempuan masih menghadapi norma sosial yang bias gender, nilai budaya, ...
02/08/2026

Halo, Sobat Pangan!

Di sejumlah wilayah, petani perempuan masih menghadapi norma sosial yang bias gender, nilai budaya, dan praktik lokal yang dapat membatasi kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai aspek pengambilan keputusan, di pertanian maupun kehidupan masyarakat. Norma yang beririsan dengan gender ini perlu untuk dipahami lebih lanjut agar tidak menimbulkan adanya hambatan, terutama dalam kelangsungan rumah tangga atau usaha tani yang mereka jalankan.

Perubahan norma sosial bagi petani perempuan perlu untuk diperjuangkan. Pendekatan GALS (Gender Action Learning System) yang dibagi bersama antara Village Champion dengan petani di Sekolah Lapang menjadi salah satu alternatif untuk bisa membangun ruang yang lebih inklusif di tingkat keluarga maupun kelompok.

Bagaimana GALS dapat membantu keluarga petani kecil untuk dapat lebih memahami konsep inklusi gender di keseharian mereka?
Yuk simak selengkapnya di postingan berikut!


01/08/2026

Penerapan budidaya padi yang berkelanjutan membutuhkan standar yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Karena itu, proses penyempurnaan National Interpretation Guideline (NIG) Sustainable Rice Platform (SRP) menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi sistem perberasan yang lebih ramah lingkungan dan adaptif perubahan iklim.

Melalui Workshop Penyempurnaan Draft National Interpretation Guideline (NIG) Sustainable Rice Platform (SRP) Konteks Indonesia, para pemangku kepentingan dari berbagai sektor dalam rantai nilai beras, berdiskusi untuk memperkuat substansi standar budidaya beras berkelanjutan agar lebih relevan dengan kondisi agroekologi, sosial, dan kebijakan di Indonesia. Workshop ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk menyusun rekomendasi yang mendukung penguatan NIG sebagai acuan dalam pengembangan standar beras nasional di Indonesia.

Harapannya, proses ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong sistem perberasan yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan bagi petani maupun lingkungan.

Bogor Food Savior (BFS) adalah sekelompok anak muda Kota Bogor yang menjadi motor penggerak dalam mewujudkan sistem pang...
31/07/2026

Bogor Food Savior (BFS) adalah sekelompok anak muda Kota Bogor yang menjadi motor penggerak dalam mewujudkan sistem pangan perkotaan yang lebih berkelanjutan. 🌱

Melalui kolaborasi dan aksi nyata, BFS hadir untuk memberikan solusi pangan bagi kota dan masyarakat.

Yuk, jadi bagian dari gerakan baik ini! πŸ’š

Hanya di Pro2 RRI Bogor 106.8 FM dan live streaming di Youtube Channel Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Sabtu 1 Agustus 2026 Pukul 10.00 WIB.

Jangan sampai terlewat! πŸ“Œ

Pembaruan agraria bukan sekadar soal lahan.Tanpa irigasi yang berfungsi,akses hanya jadi janjidan krisis pangan bukan la...
27/07/2026

Pembaruan agraria bukan sekadar soal lahan.
Tanpa irigasi yang berfungsi,
akses hanya jadi janji
dan krisis pangan bukan lagi ancaman, tapi kenyataan.

Halo sobat pangan!Penasaran sama kunci jawaban kuis minggu lalu?Ada 10 kata terkait pembaruan agraria, kamu kelewat yang...
23/07/2026

Halo sobat pangan!
Penasaran sama kunci jawaban kuis minggu lalu?
Ada 10 kata terkait pembaruan agraria, kamu kelewat yang manaa niih?

Tunggu kuis selanjutnya! Yuk seru-seruan bareng Minpa!

21/07/2026

Pengembangan beras berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak. Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan Multi Stakeholder Rice Forum (MSRF) yang dilaksanakan di Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Sragen.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi perkembangan Program RICEsilience sekaligus berdiskusi bersama berbagai pemangku kepentingan mengenai peluang, tantangan, dan langkah strategis dalam pengembangan beras berkelanjutan di tingkat kabupaten. Forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun rencana aksi bersama dalam mendukung praktik budidaya berkelanjutan, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan pasar beras berkelanjutan.

Kolaborasi lintas pihak menjadi langkah penting untuk membangun sistem perberasan yang lebih tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

πŸ“– Menolak lupa pada Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.Sebuah janji suci negara kepada rakyatnya.Hari ini, janji itu terasa makin ...
20/07/2026

πŸ“– Menolak lupa pada Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Sebuah janji suci negara kepada rakyatnya.

Hari ini, janji itu terasa makin jauh dari kenyataan.
Atas nama "pembangunan" dan "proyek strategis nasional", tanah rakyat seringkali diambil paksa.

Konflik agraria terus meletus di berbagai daerah, memakan korban para petani dan masyarakat adat yang mempertahankan ruang hidupnya.

Janji suci negara ini, sebenarnya untuk kemakmuran siapa?

Maggot bukan sekadar pengurai sampah.Dari limbah rumah tangga, bisa jadi solusi untuk pangan, lingkungan, bahkan kesehat...
17/07/2026

Maggot bukan sekadar pengurai sampah.
Dari limbah rumah tangga, bisa jadi solusi untuk pangan, lingkungan, bahkan kesehatan.

Saatnya lihat maggot di level yang berbeda. Yuk simak obrolannya di Aksi Kita Sapa Bumi!

Hanya di Pro2 RRI Bogor 106.8 FM dan live streaming di Youtube Channel Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Sabtu 18 Juli 2026 Pukul 10.00 WIB.

Jangan sampai terlewat! πŸ“Œ

Address

Perumahan Sindangbarang Grande No. 16
Bogor
16153

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+62 251 8423752

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan:

Shortcuts

Share