28/10/2025
*Beras Terakhir di Dapur Pesantren*
Pagi itu, suara riuh para santri mengaji terdengar lirih. Di dapur kecil belakang pondok, hanya tersisa 1 kg beras. Ustadzah Fulanah menatapnya lama… sambil menahan air mata.
_“Ya Allah… kalau sampai pekan depan belum ada rezeki masuk, entah apa yang anak-anak ini makan,”_ gumamnya pelan.
Pondok kecil ini bernama Pondok Aisyah, tempat belajar lebih dari 60 santri yatim dan dhuafa. Mereka datang dari berbagai daerah — sebagian jauh dari orang tua, sebagian memang sudah tidak punya lagi keluarga.
Namun beberapa bulan terakhir, donasi untuk operasional pondok terus menurun. Biaya listrik, air, dan bahan pokok semakin sulit ditutupi. Hingga akhirnya, kabar itu terdengar:
_“Pondok akan tutup sementara, karena tidak sanggup membiayai kebutuhan harian…”_
😢 Bagi para santri, itu bukan sekadar kabar sedih. Itu seperti kehilangan rumah, tempat mereka berteduh, belajar Al-Qur’an, dan mengukir masa depan.
📢 *Sahabat Dermawan,*
Kisah seperti ini bukan hanya terjadi di satu tempat. Banyak pondok kecil di pelosok negeri yang hampir berhenti beroperasi karena kekurangan dana.
Padahal di sanalah para calon hafidz, calon pendakwah, calon pemimpin masa depan sedang ditempa.
Mari jangan biarkan mereka berhenti belajar hanya karena dapur kosong.
🤲 *Bersama Yayasan Peduli Fajar Imani*, kita bisa ikut menyalakan harapan.
Satu karung beras, satu donasi, bisa menjadi sebab mereka tetap bisa mengaji esok hari.
💌 Ayo ikut andil dalam program “Beras untuk Santri Yatim & Dhuafa.”
Salurkan kepedulian Anda melalu *BSI 7295554268 a/n Yayasan Peduli Fajar imani* dukunganmu melalui Yayasan Peduli Fajar Imani.
Karena dari tanganmu, harapan mereka bisa terus hidup. 🌾💖