Landscape Alliance Indonesia

Landscape Alliance Indonesia CIFOR & ICRAF in action.
(4)

Landscape Alliance mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi tindakan nyata untuk memaksimalkan peran pohon, hutan, dan agroforestri dalam mendukung kesehatan bumi dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Visi CIFOR adalah dunia yang lebih adil, di mana kehutanan dan bentang alam berperan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan untuk semua.

Darat dan laut itu saling terhubung. Tapi, sudahkah kita merencanakannya bersama? Pada Lokalatih II Penyusunan Masterpla...
11/08/2026

Darat dan laut itu saling terhubung. Tapi, sudahkah kita merencanakannya bersama?

Pada Lokalatih II Penyusunan Masterplan Integrasi Darat dan Laut, peserta diajak melihat wilayah secara lebih utuh, menghubungkan isu, data, kepentingan, hingga merumuskan strategi dan program prioritas secara kolaboratif.

Bukan sekadar belajar, kali ini peserta juga “turun ke lapangan” lewat Game SEPAKATI! Dalam permainan simulasi ini, peserta memainkan peran berbagai pemangku kepentingan, lalu berinteraksi, bernegosiasi, dan mencari kesepakatan untuk membangun visi dan intervensi bersama.

Mengelola darat dan laut bukan tentang bekerja sendiri-sendiri, tapi tentang kolaborasi!
🤝🌊🌱

Dari generasi ke generasi, Masyarakat Adat telah menjadi penjaga penting bentang alam dunia. 🌿Pengetahuan dan praktik ya...
09/08/2026

Dari generasi ke generasi, Masyarakat Adat telah menjadi penjaga penting bentang alam dunia. 🌿

Pengetahuan dan praktik yang diwariskan turun-temurun, mulai dari kisah lokal, hukum adat dan tabu yang mendukung konservasi, hingga cara memanfaatkan alam secara bijaksana memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan bentang alam.

Mengakui dan mendukung pengetahuan, hak, serta kepemimpinan Masyarakat Adat bukan hanya berarti menjaga kelestarian alam, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Lahan bukan sekadar ruang untuk berpijak. Lahan berkaitan erat dengan kehidupan, penghidupan, budaya, hak, hingga kepemi...
07/08/2026

Lahan bukan sekadar ruang untuk berpijak. Lahan berkaitan erat dengan kehidupan, penghidupan, budaya, hak, hingga kepemilikan.

Di tengah semakin kompleksnya tantangan tata kelola lahan dan sumber daya alam, pendekatan bentang alam menjadi kerangka penting dalam riset dan pembangunan. Didukung riset lintas disiplin, pendekatan ini membantu menciptakan solusi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat dan alam.

Namun, mewujudkan tata kelola lahan dan tenurial yang efektif bukanlah hal yang mudah. Upaya riset dan pembangunan di bidang ini masih kerap dihadapkan pada berbagai kesalahpahaman, serta tantangan sosial dan politik yang kompleks.

Lantas, bagaimana menjembatani kesenjangan tata kelola lahan ini?

Baca selengkapnya di Kabar Hutan: https://bit.ly/4hpAMtr

Seperti apa hutan 10 tahun ke depan? 🌳Masa depan hutan dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya tidak han...
06/08/2026

Seperti apa hutan 10 tahun ke depan? 🌳

Masa depan hutan dan mata pencaharian masyarakat yang bergantung padanya tidak hanya ditentukan oleh tata kelola, dan pendanaan, tetapi juga oleh perubahan geopolitik, ekonomi, dan teknologi.

Melalui kajian horizon scan bersama 25 pakar internasional, penelitian ini mengidentifikasi 10 isu utama yang diperkirakan akan membentuk masa depan hutan dalam satu dekade mendatang.

Unduh publikasinya di sini: https://s.id/8EHs7

Bagaimana solusi berbasis alam dapat mendukung Indonesia mencapai target net zero sekaligus meningkatkan kesejahteraan m...
03/08/2026

Bagaimana solusi berbasis alam dapat mendukung Indonesia mencapai target net zero sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Pada 1 Agustus 2026, Landscapes Alliance berpartisipasi sebagai Knowledge Partner dalam Indonesia Net Zero Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta. Dalam sesi "Back to Nature: Solusi Berbasis Alam untuk Indonesia Sejahtera", Beria Leimona, Pemimpin Tema Perubahan Iklim, Energi, dan Pembangunan Rendah Karbon di Landscapes Alliance, berbagi pandangan mengenai pentingnya peran ekosistem alam dalam aksi iklim.

Leimona menjelaskan bahwa hutan mangrove dan sistem agroforestri memiliki kemampuan besar untuk menyerap dan menyimpan karbon. Oleh karena itu, upaya konservasi menjadi fondasi penting bagi pengembangan pasar karbon yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan pengelolaan solusi berbasis alam harus berlandaskan sains agar mampu menghasilkan dampak yang efektif, adil, dan berkelanjutan bagi manusia maupun lingkungan.

Foreign Policy Community of Indonesia

Hutan mangrove dan padang lamun Viet Nam merupakan salah satu ekosistem karbon biru paling berharga di Asia Tenggara.Nam...
31/07/2026

Hutan mangrove dan padang lamun Viet Nam merupakan salah satu ekosistem karbon biru paling berharga di Asia Tenggara.

Namun, meski memiliki potensi besar, mengubah pembelajaran dari berbagai inisiatif lokal menjadi aksi nasional yang terkoordinasi masih menjadi tantangan.

Studi terbaru mengenai peluang karbon biru di Viet Nam yang dilakukan oleh Flinders University dan Landscape Alliance menunjukkan bahwa upaya restorasi mangrove di tujuh provinsi di Delta Mekong masih belum mampu mengejar laju kehilangan mangrove yang terus terjadi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Viet Nam terus memperkuat kebijakan dan kelembagaan karbon biru melalui pembaruan Nationally Determined Contribution (NDC) serta pembentukan Sekretariat Kemitraan Aksi Karbon Biru Nasional (NBCAP).

Baca selengkapnya di Kabar Hutan: https://bit.ly/3TqHu8w

Viet Nam is drawing lessons from blue carbon initiatives in its coastal provinces to shape national policy, financing and standards as the country moves towards coordinated climate action.

Landscape Alliance di   🌿Dalam Indonesia Net-Zero Summit, Beria Leimona, Ketua Tema Riset Iklim, Energi, dan Pembangunan...
30/07/2026

Landscape Alliance di 🌿

Dalam Indonesia Net-Zero Summit, Beria Leimona, Ketua Tema Riset Iklim, Energi, dan Pembangunan Rendah Karbon, akan membahas bagaimana solusi berbasis alam dapat mendukung kesejahteraan Indonesia.

📅 Sabtu, 1 Agustus 2026
📍 Balai Kartini, Jakarta

Daftar gratis sekarang!
👉 fpciclimate.org

🌱Bisakah perlindungan gambut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat? Jawabannya: bisa.Melalui proy...
28/07/2026

🌱Bisakah perlindungan gambut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat? Jawabannya: bisa.

Melalui proyek Peat-IMPACTS, yang dilaksanakan oleh Landscape Alliance (nama operasional CIFOR dan ICRAF) dengan dukungan International Climate Initiative (IKI), pengelolaan gambut berkelanjutan terbukti tidak hanya melindungi salah satu penyimpan karbon terbesar di dunia, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Dampaknya nyata. Petani di lahan gambut kini mampu memanen padi hingga dua kali setahun, sekaligus mengembangkan usaha perikanan, pupuk organik, dan madu. Upaya ini juga diperkuat melalui pendidikan gambut di lebih dari 1.500 sekolah, WikiGambut sebagai pusat pengetahuan terbuka, penerapan praktik pertanian tanpa bakar, serta integrasi perlindungan gambut ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

📖 Baca selengkapnya melalui tautan: https://www.international-climate-initiative.com/NEWS3638-1
Dan temukan bagaimana pengelolaan gambut berkelanjutan menjadi bagian penting dalam aksi iklim Indonesia.

Bacaan menarik di Hari Mangrove untuk menemani penghujung akhir pekanmu! Mangrove selalu punya cerita menarik untuk diba...
26/07/2026

Bacaan menarik di Hari Mangrove untuk menemani penghujung akhir pekanmu!

Mangrove selalu punya cerita menarik untuk dibahas. Mulai dari kemampuannya menyimpan karbon, bagaimana karbon tersebut diukur, tata kelola dan sumber daya manusia yang mendukung pengelolaannya, hingga kisah sukses upaya restorasi mangrove bersama masyarkat

Yuk, temukan beragam bacaan menarik seputar mangrove yang telah kami kumpulkan di: https://s.id/mangrove_day

Explore more publications related to mangroves

26/07/2026

Indonesia memiliki salah satu ekosistem mangrove terbesar di dunia. Dengan luas sekitar 3,21 juta hektare, Indonesia menjadi rumah bagi sekitar 20–23 persen mangrove dunia.

Namun, mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pesisir. Ekosistem ini juga merupakan aset ekonomi yang sangat bernilai. Penelitian Landscape Alliance di Banyuasin, Sumatera Selatan, memperkirakan Total Economic Value (TEV) mangrove mencapai sekitar USD 14.700 per hektare per tahun.

Lalu, bagaimana sebenarnya nilai ekonomi mangrove dihitung? Dan bagaimana potensi ini dapat mendukung pembangunan berkelanjutan serta ekonomi biru Indonesia?

Temukan jawabannya di podcast bincang hutan spesial hari mangrove di: https://s.id/oggmS

Baca juga publikasi terkait di:

https://doi.org/10.1016/j.tfp.2026.101361

https://doi.org/10.1016/j.tfp.2026.101361

Address

Jalan CIFOR, Situ Gede
Bogor
16115

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+62 251-8622-622

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Landscape Alliance Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Landscape Alliance Indonesia:

Shortcuts

Share