Wetlands International Indonesia

Wetlands International Indonesia Yayasan Lahan Basah adalah lembaga nirlaba mitra global Wetlands Internasional yang mendedikasikan diri pada restorasi dan konservasi lahan basah. Advokasi.

Wetlands International berusaha keras untuk melawan penyebab kehilangan dan kerusakan lahan basah. Kegiatan penelitian dan advokasi kami memungkinkan langkah untuk merestorasi, mempertahankan dan memanfaatkan lahan basah secara bijaksana. Kami memiliki empat strategi utama, yang disajikan dalam Sasaran Strategi (Strategic Intent) 2011-2020:

1. Mobilisisasi Keahlian dan Pengetahuan Terbaik yang T

ersedia. Pengetahuan dan landasan ilmiah adalah merupakan inti dari kegiatan kami. Upaya konservasi dan restorasi yang kami lakukan de berbagai belahan bumi adalah merupakan layanan kami sekaligus untuk memperoleh berbagai praktek terbaik berdasarkan kondisi di lapangan. Penelitian akan memberikan informasi dan meningkatkan praktek pelaksanaan di lapangan, sehingga pengetahuan yang kami peroleh kemudian dapat diterapkan di lahan basah lainnya, mengembangkat perangkat tambahan dan memacu penelitian berikutnya oleh pihak lain. Hal tersebut juga akan memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai temuan dan informasi tersebut untuk mempengaruhi dan membantu penyusunan kebijakan terkait.

2. Konservasi Lahan Basah Penting. Kami bekerja untuk menyelamatkan dan merestorasi lahan basah penting: menggali nilai penting ekonomi dan lingkungan serta menyampaikannya kepada yang berwenang, mengkaji dampak dari suatu kegiatan tertentu, serta membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara-cara yang sekaligus dapat mempertahankan berbagai jasa lingkungan yang disediakan oleh lahan basah.

3. Memberdayakan Masyarakat untuk Melakukan Langkah-langkah yang Diperlukan. Kami membantu masyarakat dengan menyiapkan berbagai perangkat yang dibutuhkan oleh mereka untuk dapat melakukan restorasi dan pemanfaatan lahan basah secara bijaksana. Kami menyediakan pengetahuan dan pelatihan, mengembangkan kapasitas lokal dan membuka akses terhadap berbagai kesempatan pendanaan. Kami juga secara langsung memberikan dukungan kepada masyarakat berupa mikrokredit melalui skema Bio-rights. Skema Bio-rights adalah merupakan mekanisme pembiayaan mikrokredit yang memungkinkan terlaksananya pembangunan berkelanjutan dan konservasi lingkungan berjalan bergandengan tangan. Kami menyediakan mikrokredit untuk kelompok masyarakat yang hidup di sekitar lahan basah, yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha berkelanjutan, dan pada saat yang sama melakukan kegiatan konservasi alam sebagai kompensasi terhadap bantuan tersebut.

4. Kami bekerja untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan berbagai kebijakan dan tata pelaksanaan pemerintah pada berbagai tingkat. Pada saat yang sama kami juga memberikan dukungan serupa untuk pihak lain, seperti sektor swasta dan kelompok masyarakat. Kami memberikan dukungan bagi masyarakat untuk mengembangkan usulan pembuatan atau perubahan suatu kebijakan, berdasarkan pengalaman dan kebutuhan mereka. Kami juga memberikan masukan terhadap beberpa perjanjian dan konvensi internasional, seperti United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Ramsar Convention on Wetlands. Kami menyatakan sikap terhadap berbagai isu penting dan permasalahan yang dihadapi oleh lahan basah, sebagai langkah pertama yang diperlukan untuk menciptakan kesempatan untuk melakukan langkah-langkah aksi. Kami juga bekerja melalui jaringan kerja mitra sehingga memungkinkan pihak lain untuk memanfaatkan pengetahuan, penelitian dan pandangan yang kami miliki. Baca selebihnya pada situs global kami.

Bagaimana pemantauan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan udang dan tambak?Melalui pendampingan NASCLIM, Jhoni ber...
14/08/2026

Bagaimana pemantauan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan udang dan tambak?

Melalui pendampingan NASCLIM, Jhoni bersama Kelompok Liagu Lestari Barokah terus mengembangkan praktik budidaya tambak yang lebih adaptif dan ramah lingkungan. 🦐🌿

Bagi Jhoni, memahami kondisi tambak bukan hanya soal melihat hasil pengukuran, tetapi juga mengenali perubahan dan meresponsnya dengan tepat. Pendekatan ini turut mendukung kesehatan udang dan hasil budidaya. Pada panen terakhir, sekitar **370 kilogram udang** berhasil dipanen, sementara sebagian masih tersisa di dalam tambak. 🎣

Cerita Jhoni menunjukkan bahwa praktik budidaya yang lebih adaptif dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan di sekitar tambak. 🌱

NASCLIM merupakan program kolaboratif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kehutanan RI dan Direktorat Rehabilitasi Mangrove, dilaksanakan oleh GGGI dan Wetlands International Indonesia, serta bekerja sama dengan Canada in Indonesia.

Baca cerita lengkapnya di website nasclim.id. 🔗

Melalui pelatihan NASCLIM, usaha kerupuk udang yang dijalankan Suriani bersama kelompoknya mulai berkembang ke arah yang...
12/08/2026

Melalui pelatihan NASCLIM, usaha kerupuk udang yang dijalankan Suriani bersama kelompoknya mulai berkembang ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dari proses produksi sederhana, kelompok ini kini mampu menghasilkan 10 kg kerupuk udang setiap dua minggu tanpa MSG dan pewarna buatan.

Pengembangan usaha juga membuka pemahaman baru tentang hubungan antara tambak dan mangrove. Mangrove yang sebelumnya dianggap mengganggu pengelolaan tambak, kini dipahami sebagai bagian penting yang menjaga kualitas air dan menyediakan habitat alami bagi udang.

Bersama kelompoknya, Suriani terus mengembangkan usaha melalui pemasaran yang lebih terarah, pencatatan administrasi, dan rencana rumah produksi yang lebih layak.

Perubahan ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian mangrove dapat berjalan bersama.

NASCLIM merupakan program kolaboratif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kehutanan RI dan Direktorat Rehabilitasi Mangrove, dilaksanakan oleh GGGI dan Wetlands International Indonesia, serta bekerja sama dengan Canada in Indonesia.

El Niño dan perubahan iklim meningkatkan risiko kebakaran gambut di Indonesia. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini unt...
11/08/2026

El Niño dan perubahan iklim meningkatkan risiko kebakaran gambut di Indonesia. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk melindungi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan.

Simak lebih lanjut risiko dan langkah pencegahannya dalam white paper terbaru Wetlands International.

https://bit.ly/WhitePaperGambut



Yuk, bergabung dan menjadi bagian dari upaya perlindungan lahan basah Indonesia! 🌱Yayasan Lahan Basah (YLBA) adalah orga...
10/08/2026

Yuk, bergabung dan menjadi bagian dari upaya perlindungan lahan basah Indonesia! 🌱

Yayasan Lahan Basah (YLBA) adalah organisasi nirlaba nasional yang berfokus pada konservasi, restorasi, dan pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan, termasuk ekosistem mangrove, gambut, dan wilayah pesisir.

Dalam menjalankan berbagai programnya, YLBA berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, donor, serta berbagai mitra pembangunan untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seiring berkembangnya program dan kebutuhan komunikasi organisasi, YLBA membuka kesempatan bagi kamu untuk bergabung sebagai "Communication Officer"

Cek informasi selengkapya: https://bit.ly/Communicationofficer

Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2026.Upaya konservasi untuk menjaga alam Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu...
10/08/2026

Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2026.

Upaya konservasi untuk menjaga alam Indonesia tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kerja bersama antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, masyarakat, generasi muda, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan pesisir, lahan basah menjadi bagian penting untuk penghidupan masyarakat.

Melalui tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, HKAN 2026 mengajak kita untuk tidak berhenti pada kepedulian, tetapi menerjemahkannya menjadi pengetahuan, kolaborasi, dan aksi nyata untuk menjaga alam demi generasi yang akan datang.


Publikasi terbaru melengkapi Mangrove Law and Policy Brief yang diterbitkan oleh Global Mangrove Alliance pada 2023. Jik...
07/08/2026

Publikasi terbaru melengkapi Mangrove Law and Policy Brief yang diterbitkan oleh Global Mangrove Alliance pada 2023. Jika publikasi sebelumnya mengulas kerangka hukum dan tata kelola yang mendukung konservasi, restorasi, dan pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan, edisi ini menghadirkan kisah nyata dari berbagai negara tentang bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di lapangan.

Studi kasus yang dihimpun pada 2026 oleh anggota dan mitra Global Mangrove Alliance Policy Working Group merekam berbagai perkembangan kebijakan, pengalaman implementasi, hingga pelajaran penting dari beragam konteks nasional dan regional. Mulai dari inisiatif di tingkat lokal, kebijakan nasional, hingga mekanisme kerja sama lintas negara.

Sejumlah negara seperti Meksiko, Kosta Rika, Panama, dan Belize memperbarui kebijakan yang sebelumnya telah dibahas pada publikasi 2023. Sementara itu, berbagai studi kasus baru menunjukkan beragam pendekatan dalam memperkuat perlindungan mangrove di berbagai belahan dunia.

Publikasi ini juga menyoroti bagaimana Kolombia mengintegrasikan konservasi mangrove ke dalam strategi keanekaragaman hayati jangka panjang dan rencana pengelolaan mangrove nasional.

Di sisi lain, Bahama, Brasil, dan Indonesia menunjukkan bagaimana mangrove menjadi bagian penting dari perencanaan pembangunan yang lebih luas, mulai dari pengelolaan wilayah pesisir, penataan ruang, hingga upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui berbagai pengalaman tersebut, publikasi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan menjaga mangrove tidak hanya bergantung pada aksi di lapangan, tetapi juga pada kebijakan yang terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Baca lebih lengkap di: https://bit.ly/mangrovelawandpolicy

Bagi petambak yang tinggal di pesisir Desa Sepatin, Kalimantan Timur, tanggul yang kokoh adalah fondasi keberhasilan bud...
06/08/2026

Bagi petambak yang tinggal di pesisir Desa Sepatin, Kalimantan Timur, tanggul yang kokoh adalah fondasi keberhasilan budidaya. Tanggul dapat menahan abrasi, mencegah erosi dan menjaga salinitas dan kualitas air.

Namun, di demplot Associated Mangrove Aquaculture (AMA), fungsi tanggul melampaui sekadar infrastruktur.

Dirancang dengan fondasi yang diperkuat turap, profil landai, dan pintu air yang memungkinkan sirkulasi air serta pertukaran nutrisi, tanggul menjadi penghubung antara tambak dan kawasan mangrove. Di sinilah alam bekerja. Perakaran mangrove menyaring polutan, mengendapkan lumpur, dan menjaga kualitas air sebelum memasuki area budidaya. Daun-daun yang gugur terurai menjadi detritus, sumber pakan alami bagi udang dan ikan.

Demplot AMA dibangun di tambak seluas enam hektare milik Keluarga Cinta, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Lestari. Lokasi ini dipilih karena mewakili kondisi tambak tradisional di Delta Mahakam yang selama bertahun-tahun menghadapi penurunan produktivitas akibat abrasi dan hilangnya vegetasi pelindung.

Pembangunan tanggul dilakukan bersama masyarakat melalui pendampingan Program NASCLIM. Sejak tahap perencanaan, penyusunan rencana anggaran biaya, hingga proses konstruksi, KTH Alam Lestari berperan aktif dengan pendampingan dan verifikasi tim teknis agar setiap tahapan memenuhi standar ekologis dan tata kelola budidaya yang baik.

NASCLIM merupakan program kolaboratif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kehutanan RI dan Direktorat Rehabilitasi Mangrove, dilaksanakan oleh GGGI dan Wetlands International Indonesia, serta bekerja sama dengan Canada in Indonesia.

Penandatanganan komitmen untuk menjaga ekosistem mangrove di pesisir Demak dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari M...
03/08/2026

Penandatanganan komitmen untuk menjaga ekosistem mangrove di pesisir Demak dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia pada Kamis (30/7/2026).

Momentum tersebut diisi dengan aksi penanaman mangrove dan kegiatan penyadartahuan yang melibatkan Kelompok Tani Onggojoya Jaya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada, Wetlands International Indonesia, pemerintah setempat, serta masyarakat dan para pelajar.

Bagi masyarakat pesisir Demak, hutan mangrove bukan sekadar deretan pepohonan di tepi laut. Ekosistem ini menjadi benteng alami yang melindungi permukiman dari abrasi, menopang sumber penghidupan, sekaligus menyediakan ruang hidup bagi beragam satwa. Melalui aksi bersama ini, komitmen untuk menjaga mangrove diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya merawat ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.

01/08/2026

Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, masyarakat Desa Sekatak Buji bersama NASCLIM menggelar diskusi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove, terutama di kalangan generasi muda pada Jumat lalu (31/07/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga diajak mengenal lebih dekat ekosistem mangrove serta Ruang Belajar, sebuah pusat pembelajaran yang dapat dikunjungi kapan saja sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Suasana semakin semarak saat peserta mengikuti kuis seputar mangrove. Antusiasme masyarakat dalam menjawab setiap pertanyaan menunjukkan besarnya semangat untuk belajar dan mengenal lebih dekat ekosistem yang menjadi pelindung alami wilayah pesisir.

NASCLIM merupakan program kolaboratif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kehutanan RI, bekerja sama dengan Canada in Indonesia , serta diimplementasikan oleh GGGI Indonesia dan Wetlands International Indonesia.

Dalam rangka Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian LH/Badan Pengendalian...
31/07/2026

Dalam rangka Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian LH/Badan Pengendalian LH dengan tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", NASCLIM turut berpartisipasi di booth Kementerian Kehutanan RI Direktorat Rehabilitasi Mangrove untuk berbagi pengetahuan sekaligus menghadirkan ruang belajar yang interaktif bagi para pengunjung.

Tim NASCLIM memperkenalkan Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR), yaitu pendekatan rehabilitasi yang mengutamakan pemulihan kondisi alami ekosistem agar mangrove dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pengunjung juga diajak mengenal Associated Mangrove Aquaculture (AMA), sebuah metode yang mengintegrasikan budidaya perikanan dengan ekosistem mangrove sekaligus menjadi pendekatan dalam mendukung pengelolaan kawasan pesisir yang lebih berkelanjutan.

Antusiasme pelajar dan masyarakat umum semakin terasa melalui sesi kuis interaktif yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat konsep EMR dan AMA. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman bahwa menjaga mangrove bukan hanya tentang melestarikan alam, tetapi juga menjaga masa depan pesisir yang lebih tangguh bagi generasi mendatang.

NASCLIM merupakan program kolaboratif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kehutanan RI, bekerja sama dengan Canada in Indonesia, dan diimplementasikan oleh GGGI Indonesia dan Wetlands International Indonesia.

Address

Jln. Bango No. 11 Tanah Sareal
Bogor
16161

Opening Hours

Monday 08:30 - 17:00
Tuesday 08:30 - 17:00
Wednesday 08:30 - 17:00
Thursday 08:30 - 17:00
Friday 08:30 - 17:00

Telephone

(0251) 8312189

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wetlands International Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Wetlands International Indonesia:

Shortcuts

Share