06/06/2026
Sanghyang
Dalam pemahaman masa lalu, ketuhanan tidak dipahami sebagai satu sosok yang berada jauh di atas dan terpisah dari kehidupan. Ketuhanan dipahami sebagai kehadiran daya hidup yang memenuhi seluruh keberadaan.
Daya itu dahulu disebut Hyang.
Hyang bukan nama seseorang, bukan rupa tertentu, dan bukan p**a satu makhluk yang berdiri sendiri. Hyang adalah penyebutan bagi daya yang membuat sesuatu hidup, bergerak, memberi pengaruh, dan memiliki keberadaan. Karena itu dalam banyak penyebutan lama terdapat sisipan kata hyang, sebab segala yang mengandung daya kehidupan dipandang memiliki keterhubungan dengan sumber keberadaan. Muncul penyebutan seperti:
Ibuhyang → hyang yang hadir melalui ibu sebagai pembawa kehidupan.
Bapahyang → hyang yang hadir melalui bapak sebagai penurun kehidupan.
Binatahyang → hyang yang bergerak pada makhluk hidup atau hewan.
Batahyang → keberadaan hyang yang dipahami adaaa didalam tumbuhan.
Kemhyang dan Nemhyang → bentuk penyebutan untu terkoneksi atau terhubung dengan hyang .
Wwanghyang → manusia sebagai wadah tempat hyang bergerak.
Danghyang → manusia yang menjaga keterhubungan dengan hyang.
Ranghyang → keberadaan luhur yang dimuliakan.
Dan banyak yang lainnya. Karena pemahaman itu, manusia masa lalu tidak melihat dunia sebagai benda-benda yang terpisah. Segala sesuatu dipandang memiliki hubungan keberadaan.
Yang memberi kehidupan dihormati. Yang menjaga kehidupan dimuliakan. Yang menopang kehidupan dijaga. Maka lahirlah istilah Sanghyang.Sang bukan menunjuk satu bentuk tertentu, tetapi penyebutan bagi keseluruhan hyang.Menyebut Sanghyang berarti menyebut seluruh keberadaan hyang tanpa terkecuali.Yang ada pada manusia.Yang ada pada hewan.Yang ada pada tumbuhan.Yang ada pada tanah. Yang ada pada air. Yang ada pada gerak kehidupan.Karena itu, dalam pemahaman ini, sembahyang bukan dimaknai sebagai menyembah satu entitas yang berdiri sendiri dan terpisah dari dunia. Sembahyang adalah laku menghormati seluruh keberadaan yang memberi kehidupan.
Menghormati orang tua.Menjaga alam.Tidak merusak sumber kehidupan.Menghargai makhluk hidup.Menjaga tata hidup.Berbakti kepada keberadaan. Sebab di mana ada kehidupan, di situ ada hyang.