Assosiasi Santri Asal Lampung - ASSALAM

Assosiasi Santri Asal Lampung - ASSALAM Assosiasi Santri Asal Lampung(ASSALAM) Adalah organisasi kepemudaan yang di dominasi oleh kaum Santri Pondok Pesantren yang berasal dari Provinsi Lampung

Organisasi pemuda dari kalangan santri pondok pesantren yang berasal dari provinsi lampung. Sebagai kader bangsa yang akan menjadi generasi terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di provinsi Lampung.

Di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian, godaan, dan pilihan, sering kali manusia mencari siapa yang harus ...
17/06/2026

Di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian, godaan, dan pilihan, sering kali manusia mencari siapa yang harus disalahkan atas kegagalan yang ia alami. Padahal, hakikatnya yang paling berpengaruh dalam menentukan arah hidup seseorang adalah dirinya sendiri. Bukan keadaan, bukan lingkungan, dan bukan orang lain. Sebab setiap manusia diberi akal untuk berpikir, hati untuk mempertimbangkan, dan kehendak untuk memilih jalan yang akan ditempuh.

Menguasai diri sendiri bukanlah perkara mudah. Menahan amarah ketika emosi memuncak, menjaga lisan saat ingin membalas, mengendalikan hawa nafsu ketika kesempatan terbuka lebar, serta tetap istiqamah dalam kebaikan saat godaan datang bertubi-tubi adalah bentuk kemenangan yang sesungguhnya. Orang yang mampu mengalahkan dirinya sendiri adalah orang yang telah memenangkan pertempuran terbesar dalam hidupnya.

Sebagai seorang santri, pelajar, maupun siapa pun yang sedang berjuang memperbaiki diri, penting untuk memahami bahwa masa depan tidak ditentukan oleh orang lain. Kesuksesan lahir dari keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari. Ketika memilih belajar daripada bermalas-malasan, memilih sabar daripada marah, memilih taat daripada maksiat, maka saat itulah seseorang sedang membangun masa depannya sendiri.

Karena itu, jangan terlalu sibuk menilai kehidupan orang lain. Fokuslah memperbaiki diri, memperkuat iman, memperbanyak ilmu, dan menjaga akhlak. Sebab pada akhirnya setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Bukan tentang bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi bagaimana kita merespons dan menjalani kehidupan yang Allah titipkan kepada kita.

Jadilah pribadi yang mampu mengendalikan diri sebelum ingin mengendalikan keadaan. Sebab ketika seseorang berhasil menguasai dirinya sendiri, ia akan mampu menghadapi segala tantangan dengan bijaksana, melangkah dengan penuh keyakinan, dan menjalani hidup dengan lebih bermakna. Karena sejatinya, kunci perubahan, keberhasilan, dan kemuliaan hidup berada dalam diri kita sendiri. βœ¨πŸ€²πŸ“–

"Setiap manusia itu bertanggung jawab kepada dirinya sendiri."

Redaksi By : ISNAD Nurul Iman.

SEKILAS TENTANG ABAH ALHABIB SAGGAF BIN MAHDI BIN SYEIKH ABI BAKAR BIN SALIMBeliau adalah pembimbing besar kepada banyak...
20/03/2026

SEKILAS TENTANG ABAH ALHABIB SAGGAF BIN MAHDI BIN SYEIKH ABI BAKAR BIN SALIM

Beliau adalah pembimbing besar kepada banyak santri untuk senantiasa cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Habib yang periang, bersahabat, penuh dengan senyum, dan tak pernah membeda-bedakan siapa saja yang beliau temui.

Riwayat Hidup dan Keluarga
Lahir
Habib Saggaf bin Mahdi lahir di Dompu Nusa Tenggara Barat ( NTB ) Tanggal 15 Agustus 1945. Putra dari pasangan Hababah Balqis Alaydrus dengan Alhabib Mahdi bin Idrus bin Syeikh Abi bakar bin Salim RA

Wafat
Habib Saggaf bin Mahdi meninggal dunia pada Jum'at, 12 November 2010 M / 5 Dzhulhijjah 1431 H Pada Pukul 09.15 WIB

Pendidikan Awal

Berawal dari kalimat "NANTI kamu jadi ulama besar dan kaya raya. Kamu masuk pondok saja. Berangkatlah tawakkaltu," demikian nasihat Habib Soleh bin Ahmad bin Muhammad al-Muhdhar ulama besar dari Bondowoso, Jawa Timur usai 'meneliti' kaki Saggaf bin Mahdi yang masih berusia 14 tahun. Namun Saggaf muda masih ragu. Pasalnya sejak kecil ia tak pernah mondok. "Kepala seperti mau pecah mendengar perintah itu. Tapi saya pergi juga ke Pesantren Darul Hadits di Malang," kenang Habib Saggaf, panggilan akrab Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakar.

Nyantri di Darul Hadist , Malang Asuhan Alhabib Abdul Qadir Bilfagih RA.

Di depan pintu ponpes,Al habib Saggaf diterima pendiri Darul Hadits, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al Alawy. "Kamu musti belajar baca al-Qur'an," kata Habib Abdul Qadir seraya memegang kuping Saggaf. Sontak, sakit kepala dan keraguan Saggaf hilang. "Hati saya terbuka. Ini guru saya. Apa pun yang terjadi, saya harus belajar di sini," tekad Saggaf muda. Saggaf pun menempuh pendidikan di sana dengan cemerlang. "Saya menjadi santri hanya 2 tahun 7 bulan dan langsung ngajar fiqh dan nahwu. Saya di sana 13 tahun," kenangnya.

Belajar Tareqat

Sepulang dari Malang, Saggaf berguru ke Masjid Sayyidina Abbas di Aljazair selama 5 tahun dan i'tikaf di Makkah selama 5 tahun. Saggaf juga memperdalam tareqat di Irak. Namun ia harus kembali ke Tanah Air. Guru tarekatnya yang beraliran Syadziliyah, merekomendasikannya belajar tareqat di Mranggen, Kabupaten Demak ke Syekh Muslih Abdurrahman. "Karena tareqat Syadziliyah agak sulit di Indonesia, maka saya disuruh ke Mranggen yang beraliran Qadiriyyah. Syekh Muslich Mranggen itu guru tareqat saya," ungkap Al Habib Saggaf kepada Gamal Ferdhi dan Ahmad Suaedy dari the WAHID Institute. Dia pun lantas kembali ke Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendirikan Ponpes Ar-Rahman. Tak lama berselang, Al Habib Saggaf pindah ke Parung Bogor mendirikan Ponpes al-'Ashriyyah Nurul Iman. Sebelum ke Parung, Al Habib Saggaf mendirikan Ponpes Nurul Ulum di Kali Mas Madya,Surabaya, yang banyak menerima murid dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Afrika.

AlHabib Saggaf juga terus menanamkan toleransi antar pemeluk agama di negeri ini. Karenanya, ia menyayangkan aksi kekerasan sekelompok orang dengan mencatut Islam. "Akibatnya Islam dipandang salah. Orang Islam dianggap 'tukang makan orang," ujarnya lugas. Selain itu, kata Habib Saggaf, rusaknya citra Islam juga karena ajaran Islam disalahpahami. "Itu, orang-orang yang ngaku mujahid. Mujahid apa itu, berontak di negara orang. Mereka bikin kacau Indonesia. Kalau saya presiden, saya usir mereka. Saya tangkap dan saya suruh tinggal di Arab. Jadi, jika kita ingin memperbaiki, jangan yang sudah rusak dirusak lagi. Itu baru mujahid," himbaunya.
Untuk itu, ia menghimbau kelompok yang mengusung nama Islam agar menyelesaikan
persoalan melalui mekanisme hukum. "Ini Indonesia. Ada pemerintah, ada hukum, dan ada polisi. Mereka yang menjaga keamanan. Jika tidak melalui jalur hukum, berarti ingin mendirikan negara dalam negara. Tapi pemerintah juga salah, kok orang-orang kayak begitu (anarkis, Red) dibiarkan. Mereka itu bisa merusak Indonesia," tandasnya.
Selain itu, kata AlHabib Saggaf, rusaknya citra Islam juga karena ajaran Islam disalahpahami. "Itu, orang-orang yang ngaku mujahid. Mujahid apa itu, berontak di negara orang. Mereka bikin kacau Indonesia. Kalau saya presiden, saya usir mereka. Saya tangkap dan saya suruh tinggal di Arab. Jadi, jika kita ingin memperbaiki, jangan yang sudah rusak dirusak lagi. Itu baru mujahid," himbau beliau.

Sahabat Gus Dur
Habib yang selalu identik dengan sorban di kepalanya ini memang dekat dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dalam sebuah kesempatan wawancara eksklusif dengan almarhum pada pertengahan Ramadhan 1431 H (3/9/2010) lalu, dirinya berkisah kepada Wiwit Rf dan Alamsyah M. Dja'far dari Wahid Institute mengenai banyak hal, mulai dari awal mula merintis pesantren di Desa Warujaya, Parung, Bogor, termasuk kisah kedekatannya dengan mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid.
Menurut ceritanya, sekira tahun 2006 Gus Dur divonis mengalami gangguan ginjal sehingga harus menjalani cuci darah secara rutin. Pada kali pertama menjalani cuci darah keluarga sempat menjemput Habib Saggaf di Parung demi membujuk Gus Dur yang β€˜bandel' tak mau menjalani cuci darah. "Habib, saya minta tolong untuk menasehati Gus Dur," kata Habib Saggaf menirukan permohonan Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur. Permintaan tersebut diamini Habib. Ia lalu datang ke rumah Gus Dur di Ciganjur. Anehnya, belum sempat mengutarakan niatnya membujuk, Gus Dur malah sudah tahu kalau salah satu misi Habib adalah membujuk dirinya agar mau cuci darah. Tapi bujukan Habib akhirnya berhasil. Gus Dur pun mau menjalani cuci darah.

Komitmennya yang tinggi pada penghargaan hak-hak orang lain ini semakin meneguhkan Al Habib Saggaf BSA dalam menanamkan toleransi antar pemeluk agama di negeri ini. Karenanya, ia menyayangkan aksi kekerasan sekelompok orang dengan mencatut Islam. "Akibatnya Islam dipandang salah. Orang Islam dianggap 'tukang makan orang'," ujarnya kepada Gamal Ferdhi dan Ahmad Suaedy, dalam suplemen Majalah Gatra, 12 Juli 2006.(Sumber Kompasiana).

Wallahu A'lamu Bisshawab

19/03/2026

"Memandang ulama adalah ibadah, dan dipandang Ulama adalah keberuntungan"





















Perdamaian adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Ulama menyerukan umat untuk aktif memelihara perdamaian dengan me...
11/03/2026

Perdamaian adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Ulama menyerukan umat untuk aktif memelihara perdamaian dengan menjaga persatuan, menghindari konflik, dan mengedepankan dialog.

Hidup rukun, aman dan damai merupakan dambaan setiap umat manusia, dari suku, agama, bangsa manapun atau bahkan pangkat dan status sosial apapun, karena hal tersebut merupakan fitrah dan kebutuhan setiap umat manusia. Namun manusia sering tidak menyadari antara yang diinginkan dan yang dilakukan tidak seimbang, menginginkan mendapat suasana rukun, aman dan damai tetapi tidak sadar perbuatanya sering mengganggu kerukunan, keamanan dan perdamaian orang lain, hal itu dikarenakan faktor ego yang muncul karena hawa nafsu yang ingin berkuasa, merendahkan orang lain, dan menginginkan orang lain selalu mengikutinya. Hal inilah dalam Islam disebut dengan sikap β€œtakabur”, merupakan penyakit laten yang hukumanya sangat berat, yaitu menghalangi pelakunya masuk surga,

Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda : "Tidak akan masuk surga barang siapa yang hatinya ada sikap sombong walaupun sekecil biji sawi". (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

π™π™’π™ž π™’π™–π™π™šπ™šπ™™π™– π™Žπ™žπ™£π™œπ™‘π™š π™‹π™–π™§π™šπ™£π™© π™‹π™šπ™’π™žπ™’π™₯π™žπ™£ π™‹π™šπ™¨π™–π™£π™©π™§π™šπ™£ Mendidik umat bukan hanya tugas kaum lelaki. Dalam Islam, perempuan pun pun...
07/02/2026

π™π™’π™ž π™’π™–π™π™šπ™šπ™™π™– π™Žπ™žπ™£π™œπ™‘π™š π™‹π™–π™§π™šπ™£π™© π™‹π™šπ™’π™žπ™’π™₯π™žπ™£ π™‹π™šπ™¨π™–π™£π™©π™§π™šπ™£
Mendidik umat bukan hanya tugas kaum lelaki. Dalam Islam, perempuan pun punya ruang dan peran yang sama besar dalam dakwah dan pendidikan.
Salah satu bukti nyatanya adalah Umi Waheedaβ€”seorang single parent yang mengabdikan hidupnya untuk ribuan santri.
Umi Waheeda kini memimpin Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, pesantren gratis dengan lebih dari 15–18 ribu santri putra-putri. Seluruh kebutuhan santriβ€”pendidikan, makan, kesehatan, hingga tempat tinggalβ€”ditanggung penuh, tanpa biaya.
Lahir di Singapura, 14 Januari 1968, Umi Waheeda dikenal cerdas sejak kecil dengan segudang prestasi akademik dan non-akademik. Ia meninggalkan kenyamanan hidup modern demi menuntut ilmu agama, hingga akhirnya mendampingi suaminya, Syekh Habib Saggaf, berdakwah di Indonesia.
Krisis 1998 menjadi titik balik. Bersama suami, Umi merintis pesantren gratis di Parung, Bogor. Demi fokus berjuang, ia bahkan berpindah kewarganegaraan menjadi WNI.
Cobaan terberat datang tahun 2010 saat sang suami wafat, meninggalkan amanat berat:
β€œPesantren harus tetap gratis sampai kiamat.”
Amanat itu dijaga sepenuh jiwa. Di bawah kepemimpinan Umi, pesantren berkembang pesat dan dinobatkan sebagai pondok teladan nasional.
Uniknya, santri tak hanya diajari agama dan akademik, tapi juga kemandirian ekonomiβ€”mulai dari daur ulang sampah, pabrik roti, hingga usaha tahu-tempe. Dari sampah, lahir masa depan.
Meski memimpin ribuan santri dan membesarkan 7 anak, Umi Waheeda masih melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3.
Prinsip hidupnya tegas:
Gratis, tapi berkualitas tinggi.
Baginya, pendidikan adalah amanah, dan hidup harus memberi manfaat.
β€œSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Umi Waheedaβ€”single parent, pemimpin pesantren, dan bukti bahwa perempuan mampu mengubah masa depan umat

Keluarga Besar Asosiasi Santri Asal Lampung Mengucapkan :Selamat Tahun Baru 2026 Masehi"Ya Allah, Jadikanlah tahun ini t...
31/12/2025

Keluarga Besar Asosiasi Santri Asal Lampung Mengucapkan :

Selamat Tahun Baru 2026 Masehi

"Ya Allah, Jadikanlah tahun ini tahun yang penuh kebaikan, kebahagiaan, keberhasilan dan taufiq dari-Mu"
Amin 🀲🏻

Address

Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Jalan Nurul Iman No. 01 Rt 01 Desa Waru Jaya Kecamatan Parung
Bogor
16330

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Assosiasi Santri Asal Lampung - ASSALAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share