Yayasan FORTASBI Indonesia

Yayasan FORTASBI Indonesia Rumah Besar Bagi Petani Sawit Swadaya Berkelanjutan di Indonesia

Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat tentang harapan, kasih, dan panggilan untuk menghadirkan kebaikan bagi ses...
14/05/2026

Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat tentang harapan, kasih, dan panggilan untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Nilai-nilai tersebut juga menjadi semangat dalam kerja-kerja kami bersama petani sawit swadaya: membangun keberlanjutan, memperkuat kesejahteraan, dan menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Di tengah berbagai tantangan, kami percaya bahwa perubahan yang baik selalu dimulai dari kepedulian, gotong royong, dan komitmen untuk tumbuh bersama.

Selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat yang merayakan. Semoga damai dan pengharapan senantiasa menyertai langkah kita semua.

Hari ini, tantangan petani sawit makin besar.Harga naik turun. Isu sawit makin ramai. Standar keberlanjutan makin ketat....
11/05/2026

Hari ini, tantangan petani sawit makin besar.
Harga naik turun. Isu sawit makin ramai. Standar keberlanjutan makin ketat.
Tapi di sisi lain, peluang juga makin terbuka untuk petani yang mau belajar dan bergerak bersama.

Di FORTASBI, kamu bukan cuma jadi anggota.
Kamu jadi bagian dari jaringan petani sawit berkelanjutan Indonesia.

Di sini kamu bisa:
Belajar sawit berkelanjutan langsung dari praktik lapangan
Terhubung dengan petani dari berbagai daerah
Dapat akses informasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas
Tumbuh bersama komunitas petani yang ingin naik kelas
Jadi bagian dari perubahan masa depan sawit Indonesia

Karena petani hebat bukan yang jalan sendiri.
Petani hebat adalah mereka yang terus belajar dan bertumbuh bersama.

Sudah saatnya petani swadaya punya wadah yang kuat, suara yang didengar, dan jejaring yang luas.

Mau jadi bagian dari gerakan petani sawit berkelanjutan?
Scan QR di poster sekarang dan daftar jadi anggota FORTASBI.

Belajar bersama.
Bertumbuh bersama.
Bergerak bersama.

Ketika harga pupuk naik, siapa yang paling terdampak?Indonesia masih mengimpor sekitar 8,36 juta ton pupuk (2025) dari t...
07/05/2026

Ketika harga pupuk naik, siapa yang paling terdampak?

Indonesia masih mengimpor sekitar 8,36 juta ton pupuk (2025) dari total kebutuhan ±23 juta ton. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan nasional bergantung pada pasar global.

Pemerintah telah menetapkan kuota subsidi 9,55 juta ton dan menurunkan harga eceran. Namun, di lapangan, akses belum merata, terutama bagi petani sawit swadaya yang belum sepenuhnya masuk sistem distribusi.

Dampaknya nyata:
Pupuk menyerap 30–35% biaya produksi sawit
Petani mulai mengurangi dosis pemupukan
Produktivitas turun secara bertahap
Pendapatan petani ikut tertekan

Yang sering terlewat: ini bukan hanya soal harga global, tapi soal ketahanan sistem distribusi domestik.

Di Fortasbi, kami melihat ini sebagai isu struktural: bagaimana memastikan kebijakan tidak hanya ada di atas kertas, tetapi benar-benar sampai ke petani swadaya.

Pertanyaannya: apakah sistem pupuk kita sudah cukup kuat menghadapi krisis global?



29/04/2026

Kalau kita bicara sawit… kita sering lupa satu hal: perempuan juga ada di dalamnya.

Bukan di belakang layar. Tapi di kebun. Di keputusan. Di perjuangan sehari-hari.

Di lapangan, peran mereka nyata: mengelola, merawat, bahkan ikut menentukan arah keberlanjutan.
Tapi ceritanya jarang sampai ke kita.

Lewat TikTok Live ini, kita akan bongkar:
Apa saja peran perempuan di kebun sawit swadaya hari ini
Tantangan yang mereka hadapi, dari akses hingga pengakuan
Kenapa masa depan sawit juga bergantung pada mereka

Ngobrol langsung bersama para perempuan hebat:
Hilda Aristya & Altria Mardiana Putri, dipandu oleh Ambassador TikTok Fortasbi: Hikmah Yani & Nabila Nissya: santai, jujur, dan penuh cerita dari lapangan.

📅 30 April 2026
⏰ 13.30 WIB
📍 Live di TikTok .indonesia

Ini bukan sekadar live. Ini ruang untuk mendengar suara yang selama ini jarang diberi panggung.

Karena mungkin… cara kita melihat sawit akan berubah, saat kita mulai melihat dari sudut pandang mereka.

Kamu sudah pernah dengar cerita perempuan di balik sawit?
Tulis di komentar & ikut diskusinya.


27/04/2026

Pemerintah mewajibkan sertifikasi ISPO bagi sawit Indonesia.

Bagaimana kesiapan petani sawit?

Banyak petani khawatir: biaya mahal, proses rumit, ribet.

Pemerintah siapkan bantuan bagi petani sawit. Apa saja bantuan yang disiapkan?

Simak penjelasannya dalam podcast di kanal YouTube Fortasbi.

Berikan pendapatmu...









24/04/2026

Petani Takut ISPO Mahal, Ini Jawabannya

“Katanya sawit merusak. Tapi kenapa jutaan orang hidup dari sana?”

Di episode terbaru Small Talk, kita bongkar:
Apa itu ISPO (sertifikasi sawit berkelanjutan)
Benarkah petani harus mengeluarkan biaya mahal?
Apa untungnya buat petani?
Dan kenapa masa depan energi Indonesia bisa bergantung pada sawit?

Faktanya:
Sawit bukan cuma komoditas.
Dia adalah sistem ekonomi.
Dan sekarang sedang berproses untuk menjadi lebih berkelanjutan.

Tonton full episode-nya di kanal YouTube Yayasan Fortasbi Indonesia.

Karena opini tanpa data… cuma asumsi.









22/04/2026

Di balik setiap produk yang kita pakai, ada pilihan yang kita buat.

Pilihan untuk peduli atau tidak.
Pilihan untuk berkelanjutan atau tidak.

Petani swadaya sedang berusaha melakukan bagian mereka.
Sekarang giliran kita.

Selamat Hari Bumi.
Dukung yang bertanggung jawab.

Kartini hari ini tidak selalu terlihat. Ia tidak selalu bersuara keras, tapi dampaknya nyata.Irmayana tumbuh dari anak k...
21/04/2026

Kartini hari ini tidak selalu terlihat. Ia tidak selalu bersuara keras, tapi dampaknya nyata.

Irmayana tumbuh dari anak koperasi hingga menjadi pemimpin.

Christiana belajar dari nol hingga memahami praktik sawit berkelanjutan.

Dua perjalanan berbeda, satu pesan yang sama: perempuan yang diberi kesempatan akan menciptakan perubahan.

Hari Kartini bukan hanya tentang mengenang, tapi tentang siapa yang kita beri ruang untuk tumbuh hari ini.

Karena mungkin Kartini berikutnya… sudah ada di sekitar kita.

Selamat Hari Kartini.












20/04/2026

Kita sering menyederhanakan masalah.

Sawit jadi “kambing hitam”.
Padahal ceritanya jauh lebih kompleks.

Di balik industri ini, ada jutaan petani kecil. Ada petani swadaya yang sedang beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan. Dan ada kita, yang setiap hari ikut menjadi bagian dari rantai ini.

Diskusi terbuka. Tulis perspektifmu.

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang di akhir 2025 meninggalkan duka, tapi juga sebuah pelajaran besar: kita tidak bis...
13/04/2026

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang di akhir 2025 meninggalkan duka, tapi juga sebuah pelajaran besar: kita tidak bisa membiarkan alam menyembuhkan dirinya sendiri sendirian.

Sering kali, petani sawit berada di posisi yang disalahkan saat bencana terjadi. Namun, di lapangan, merekalah garda terdepan yang bergerak melakukan pemulihan.

Bersama Perkumpulan Petani Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri) Aceh Tamiang, FORTASBI memulai langkah besar. Kami tidak hanya bicara soal sertifikasi sawit berkelanjutan, tapi mulai membangun area pembibitan pohon hutan dan buah khas Aceh: mulai dari manggis, durian, jengkol, hingga kayu manis.

Bibit-bibit ini akan ditanam di lahan-lahan kritis dan area bernilai konservasi tinggi. Ini adalah transisi nyata petani swadaya menuju model lahan yang regeneratif dan berbasis agroekologi.

Petani menguasai hampir 41% lahan perkebunan sawit di Indonesia. Jika petani swadaya ini bergerak bersama menjaga keberagaman hayati, dampaknya akan luar biasa bagi masa depan Bumi kita.

Gimana menurut kamu? Apa dampak terbesarnya kalau semua petani sawit mulai menanam pohon hutan di sekitar kebun mereka? Mari diskusi di kolom komentar!

Baca cerita lengkapnya di Cerita Baik Fortasbi: https://www.ceritabaik.fortasbi.org/first/2026/04/06/fortasbi-dan-pesatri-mulai-pembibitan-pohon-di-aceh-tamiang/


Selamat Hari Natal 🎄✨Semoga semangat kasih, harapan, dan keberlanjutan terus tumbuh dari kebun hingga masa depan.
25/12/2025

Selamat Hari Natal 🎄✨
Semoga semangat kasih, harapan, dan keberlanjutan terus tumbuh dari kebun hingga masa depan.

Address

Jalan Artzimar III No. 13B, RT. 04/RW. 03, Tegal Gundil, Kec. Bogor Utara
Bogor
16152

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+622518365959

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan FORTASBI Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan FORTASBI Indonesia:

Share