Rekam Nusantara

Rekam Nusantara Reshaping our common future by films, ideas, and partnerships across the regions.

29/09/2026

Lewat kolaborasi bersama LPPOM MUI, REKAM membantu memastikan sampah anorganik tidak sekadar berakhir di tempat pembuangan, tetapi dipilah, dikelola, dan sebisa mungkin kembali menjadi sesuatu yang berguna.

Dari PET dan kardus hingga plastik low value (tidak memiliki nilai) yang diolah menjadi material alternatif merupakan langkah kecil di lingkungan kerja bisa membuka jalan menuju ekonomi yang lebih sirkular.

Karena mengelola sampah bukan hanya soal membuang, tapi soal bertanggung jawab atas apa yang kita tinggalkan.

REKAM melalui program NUSACORE bersama masyarakat Desa Tratebatang, Kabupaten Pekalongan melakukan perbaikan tambak untu...
28/09/2026

REKAM melalui program NUSACORE bersama masyarakat Desa Tratebatang, Kabupaten Pekalongan melakukan perbaikan tambak untuk hasil tambak yang optimal.




25/09/2026

Siapa sangka, gaya berpakaian dari belahan dunia lain bisa sampai memengaruhi Waigeo. Butuh perjuangan panjang dan gerakan masif untuk bisa memulihkannya.

Cenderawasih yang kita temukan saat ini bukanlah suatu kebetulan. Tapi karena banyak yang sadar dan memilih untuk mulai menjaganya

Kalau kita memburu penyu, sebenarnya siapa yang rugi? 🐢Beberapa waktu lalu, tersebar video pemburuan penyu yang begitu m...
19/09/2026

Kalau kita memburu penyu, sebenarnya siapa yang rugi? 🐢

Beberapa waktu lalu, tersebar video pemburuan penyu yang begitu menyesakkan. Kita kembali kehilangan seekor penyu sisik—satwa yang bukan hanya bagian dari kekayaan laut Indonesia, tetapi juga punya peran penting dalam menjaga ekosistem terumbu karang.

Penyu sisik membantu mengendalikan pertumbuhan alga di terumbu karang. Ketika penyu terus diambil dari alam, fungsi ekologis ini pun ikut berkurang. Pada akhirnya, yang terdampak bukan hanya penyu, tetapi juga keseimbangan ekosistem laut yang kita andalkan.

Lalu, bagaimana jika penyu dikonsumsi?

Daging penyu dapat mengandung toksin yang terakumulasi dari makanan dan lingkungannya. Memakannya berisiko menyebabkan chelonitoxism, yaitu keracunan yang dapat menimbulkan diare, muntah, sakit perut, dan sakit kepala. Dalam kasus yang parah, keracunan bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Karena itu, biarkan penyu tetap hidup dan menjalankan perannya di alam.

Berdasarkan KEPMEN KP No. 26 Tahun 2025, seluruh jenis penyu dilindungi secara nasional. Mengambil, menangkap, atau memanfaatkan penyu dapat menjadi tindak pidana dan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jadi, ketika bertemu penyu di alam, biarkan ia tetap menjadi bagian dari laut ya 🌊🐢

Menjaga alam bukan berarti berhenti memanfaatkannya.Di salah satu desa dampingan kami, masyarakat membudidayakan kepitin...
17/09/2026

Menjaga alam bukan berarti berhenti memanfaatkannya.

Di salah satu desa dampingan kami, masyarakat membudidayakan kepiting di kawasan wanamina, berdampingan dengan ekosistem mangrove.

Ini menjadi contoh bahwa manfaat ekonomi dan kelestarian mangrove dapat berjalan bersama, selama pemanfaatannya dilakukan secara berkelanjutan.




Setiap tahun, jutaan orang Indonesia mudik demi kumpul bersama keluarga. Ternyata, paus biru kerdil (Balaenoptera muscul...
11/09/2026

Setiap tahun, jutaan orang Indonesia mudik demi kumpul bersama keluarga. Ternyata, paus biru kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda) juga punya "musim mudik" sendiri, menempuh ribuan kilometer melintasi dua negara setiap tahunnya. 🌏🔀

Bedanya, perjalanan mereka jauh lebih rumit dari sekadar naik mobil atau kereta. Rute migrasi paus ini melintasi batas laut banyak negara dengan aturan dan tingkat perlindungan yang berbeda-beda, apalagi saat melewati laut lepas yang nggak dimiliki siapa pun. 🌊

Selain paus biru kerdil, hewan apa lagi yang kamu tahu rutin "mudik" jarak jauh? Share di kolom komentar! 🐋

Kami percaya, kekayaan alam Indonesia telah dijaga oleh masyarakat di sekitarnya secara turun-temurun—melalui pengetahua...
11/09/2026

Kami percaya, kekayaan alam Indonesia telah dijaga oleh masyarakat di sekitarnya secara turun-temurun—melalui pengetahuan, praktik, dan hubungan yang erat dengan alam.

Sebagai bagian dari rangkaian People’s Conservation Summit 2026 (PCS 2026) di Yogyakarta pada 1 September lalu, REKAM Nusantara menghadirkan “Merayakan Kekayaan Alam”, sebuah ruang pemutaran dan diskusi film yang mengangkat kisah para penjaga hutan dan kekayaan alam di Indonesia.

Lebih dari 60 pasang mata menyaksikan dan berdiskusi tentang kisah-kisah tersebut—tentang bagaimana pengetahuan dan praktik masyarakat terus menjadi bagian penting dalam menjaga alam.

Mari berhenti sejenak, perhatikan sekitar.Tampak hanya seperti akar dan lumpur yang saling silang, ternyata menyimpan ke...
10/09/2026

Mari berhenti sejenak, perhatikan sekitar.

Tampak hanya seperti akar dan lumpur yang saling silang, ternyata menyimpan kehidupan yang sibuk di dalamnya. Semakin dekat, semakin dalam, hutan mangrove menjadi tempat berlindung bagi ratusan burung, siput bakau, glodok, dan masih banyak hewan lainnya.

Setiap kehidupan yang mudah terlewat ini bergantung pada akar-akar mangrove yang tetap utuh. Mulai dari tempat mencari makan, tempat berkembang biak, hingga sudut-sudut tenang tempat hewan lain beristirahat, menjaga hutan mangrove berarti menjaga semuanya sekaligus!

BlueCarbon

REKAM Nusantara membuka kesempatan untuk kampung-kampung ekowisata dan penyedia jasa lingkungan di seluruh Indonesia unt...
08/09/2026

REKAM Nusantara membuka kesempatan untuk kampung-kampung ekowisata dan penyedia jasa lingkungan di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari inisiatif Ekowisata Minat Khusus—khususnya yang memiliki potensi birdwatching, herpetofauna, mamalia, dan ikan air tawar.

Kami mencari kampung dan pengelola yang tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga mampu mengelolanya secara berkelanjutan.

Silakan scan QR pada slide atau kunjungi:
🔗 bit.ly/inisiatifforest

Batas akhir pendaftaran: 22 September 2026. Catat yaa.

Bagi kami, ekowisata bukan hanya tentang menikmati dan merekam alam nusantara, tapi tentang mengenal, menghargai, dan memastikan kehidupan di dalamnya tetap lestari. 🌳

Address

Sempur Street, Number 35, Central Bogor
Bogor
16129

Telephone

+622518354253

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rekam Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Rekam Nusantara:

Shortcuts

Share